Jakarta, IDN Times - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo tiba di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Ia tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, sekitar pukul 06.58 WIB.
Pantauan IDN Times, Wajar Ismoyo tiba memakai jaket dan topi hitam, serta menyeret sebuah koper. Ia juga terlihat memakai masker menutup mulutnya.
Setibanya di KPK, sang bupati hanya menunduk.
Tak berapa lama setelah bupati masuk ke KPK, sebuah gentong biru turut diangkut ke dalam ruang pemeriksaan.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan, gentong tersebut diduga menjadi tempat Bupati Wajar Ismoyo menampung uang.
"Untuk barang bukti yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini, di antaranya ada uang tunai senilai sekitar Rp1,9 miliar. Kemudian tadi teman-teman juga melihat ada tong atau ember yang kemudian juga diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini, bahwa ember atau tong tersebut diduga yang digunakan Bupati untuk menampung atau untuk menyimpan dugaan penerimaan-penerimaan uang," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026).
Ada sembilan orang yang dibawa dari Klaten ke Jakarta, sehingga total yang tengah diperiksa di Gedung Merah Putih KPK ada 10 orang. Salah satu pihak yang saat ini diperiksa adalah Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Ahmad Luthfi H. Rahmatullah.
Sebelumnya, KPK mengatakan bahwa OTT Bupati Klaten terkait dugaan penerimaan yang dilakukan oleh penyelenggara negara, berkenaan dengan pengadaan barang dan jasa, perizinan, maupun penerimaan lainnya dari OPD (organisasi perangkat daerah).
Selain itu ada dugaan pemberian yang dilakukan oleh bupati kepada pejabat BPK terkait dengan audit. Dalam tangkap tangan tersebut, KPK menemukan uang yang diperkirakan mencapai Rp1 miliar.
Diketahui, ini adalah OTT ke-23 KPK sepanjang 2026. Sebelumnya, ada 13 kepala daerah dan sembilan non-kepala daerah yang kena OTT di tahun 2026.
