Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
CEK FAKTA: Benarkah Kapolri Sebut Barang Bukti 30 Kg Sabu Meleleh?
Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • Polri menegaskan kabar Kapolri menyebut 30 kilogram sabu meleleh karena cuaca panas adalah hoaks dan tidak pernah disampaikan oleh Jenderal Listyo Sigit.
  • Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir meminta masyarakat lebih kritis serta memverifikasi kebenaran informasi sebelum membagikannya di media sosial.
  • Akun resmi @DivHumas_Polri menegaskan seluruh barang bukti narkotika dijaga ketat sesuai prosedur hukum, dan unggahan yang mengatasnamakan Kapolri tersebut menyesatkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Media sosial X diramaikan dengan unggahan di akun @tanyakanrl, yang menyebut Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit mengatakan ada barang bukti 30 kilogram sabu meleleh akibat cuaca panas.

Akun tersebut mengunggah ilustrasi sabu-sabu meleleh dengan foto Kapolri. "Polri klarifikasi barang bukti sabu hilang 30 kg meleleh karena cuaca panas".

“Emang daerah mana yang panas? Tiap hari hujan dan mendung gini, ngibul mulu kerjanya,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Lalu, benarkah Kapolri pernah menyatakan adanya barang bukti sabu yang hilang karena meleleh? Berikut cek faktanya.

1. Polri pastikan informasi 30 kg sabu meleleh hoaks

Barang bukti kasus peredaran sabu jaringan Malaysia-Indonesia di Bengkalis, Riau pada Kamis (4/12/2025). (dok. Bareskrim Polri)

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir memastikan informasi yang dimuat dalam unggahan @tanyakanrl adalah tidak benar. Ia memastikan Kapolri Sigit tak pernah mengeluarkan pernyataan soal hilangnya barang bukti sabu, karena meleleh akibat cuaca panas.

“Ini berita hoaks,” kata Johnny saat dihubungi, Rabu (4/3/2026).

2. Polri imbau masyarakat cek kebenaran informasi

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Polri pun menghimbau kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama meningkatkan literasi digital, nalar kritis melalui proses pengecekan setiap informasi. Hal ini agar dapat menyikapi melimpahnya informasi di ruang digital, termasuk informasi yang masuk kategori hoaks, disinformasi, maupun informasi yang belum lengkap.

“Apakah benar atau tidak? Apakah baik atau buruk? Apakah bermanfaat atau tidak? sebelum sharing. Mari kita menjaga ruang digital yang sehat dan produktif, serta konstruktif bagi kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar dia.

3. Polri buka suara

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Sementara, unggahan @tanyakanrl turut mendapat respons dari akun resmi Polri, X @DivHumas_Polri, dalam kolom balasan pesan.

“Informasi dalam unggahan ini tidak benar dan menyesatkan. Polri tidak pernah menyatakan barang bukti narkotika jenis sabu ‘hilang karena cuaca panas’ atau ‘terurai menjadi udara’”.

“Setiap barang bukti narkotika dicatat, diamankan, diuji secara forensik sesuai prosedur hukum yang ketat, termasuk pengawasan berlapis hingga proses pemusnahan resmi. Pernyataan yang mengatasnamakan Kapolri dalam unggahan ini adalah hoaks dan tidak bersumber dari keterangan resmi Polri," sebut Polri dalam unggahan balasan tersebut.

Editorial Team