Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
CEK FAKTA: Muncul Fenomena Kawah Anak Krakatau Ada Telur Ceplok
Fenomena kawah telur ceplok di Gunung Anak Krakatau (dok. Istimewa)
  • Foto dan video kawah Anak Krakatau yang tampak seperti telur ceplok dikonfirmasi asli oleh anggota IAIB, bukan hasil editan.
  • Warna kuning berasal dari sulfur dan mineral terlarut, sementara warna putih terbentuk dari batuan serta mineral yang teralterasi fluida dan gas panas.
  • Fenomena tersebut merupakan proses geokimia alami di kawah vulkanik aktif, yang dapat berubah setelah erupsi dan bukan pertanda bahaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Beredar foto dan video di media sosial yang menampilkan kawah Gunung Anak Krakatau terlihat berwarna putih dan ada lubang warna kuning di tengahnya, mirip seperti telur ceplok. Lalu, apa betul itu gambar asli atau hanya editan?

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IAIB) membenarkan ada fenonema kawah Gunung Anak Krakatau mirip seperti telur cepluk. Mantan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG itu menjelaskan, "telur ceplok" di kawah Gunung Anak Krakatau muncul karena adanya sejumlah unsur kimia, air dan gas saling bercampur.

"Fenomena kawah Anak Krakatau yg tampak seperti “telur ceplok” trjadi karena interaksi antara air yang menggenang di dasar kawah dengan gas vulkanik, terutama senyawa sulfur/belerang, serta batuan dan mineral hasil alterasi hidrotermal," ujar Daryono dalam keterangannya, Minggu (20/9/2026).

1. Dari mana warna kuning dan putih itu dihasilkan?

Ilustrasi Cek Fakta General. (IDN Times/Anjani Asra)

Daryono menjelaskan, warna kuning pada bagian tengah dihasilkan dari sulfur dan material mineral yang terlarut akibat akibat aktivitas vulkanik.

"Sedangkan bagian putih di sekelilingnya, merupakan batuan dan mineral yang mengalami alterasi oleh fluida serta gas panas. Genangan air menempati bagian terendah kawah, sementara proses kimia dan pengendapan mineral di sekitarnya menciptakan kontras warna yang dari udara terlihat sangat menyerupai kuning telur dgn putih telur," ucap dia.

2. Munculnya fenomena telur ceplok bukan hal yang aneh

Mantan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono (YouTube/BMKG)

Daryono menyampaikan, munculnya fenomena telur ceplok di kawah Gunung Anak Krakatau bukan merupakan hal yang aneh. Dia juga membantah fenomena tersebut bukan merupakan pertanda bahaya.

"Jadi, fenomena ini merupakan proses geokimia alami di lingkungan kawah vulkanik aktif, bukan sesuatu yang aneh, misterius atau pertanda bahaya," kata dia.

3. Apa sebutan yang pas untuk fenomena itu?

Mantan Direktur Gempa dan Tsunami BMKG Daryono (YouTube/BMKG)

Lebih lanjut, Daryono mengatakan, biasa menyebut fenomena itu dengan istilah "genangan kawah yang mengalami perubahan geokimia akibat interaksi air, gas vulkanik, batuan (acid-sulfate alteration)".

Fenomena ini dapat muncul atau berubah setelah episode erupsi, karena sistem hidrotermal dan suplai gas di dalam kawah mengalami perubahan. Kesimpulannya, benar ada fenomena telur ceplok di kawah Gunung Anak Krakatau. Tapi, istilah itu bukan telur ceplok itu bukan yang biasa kita makan, yaa!!!

Curated For You

Editorial Team

Related Article