Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cerita Ahli Kunci di Balik Pembongkaran 'Bunker' di Rumah Mewah Sentul
Penggeledahan rumah di Parahyangan Golf 2, Sentul, Bogor, Jawa Barat (Dok Polri)
  • Roy, ahli kunci dari Bogor, dipanggil polisi untuk membuka brankas misterius di rumah mewah Sentul yang diduga milik Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah.
  • Brankas berlapis baja ganda bernilai tinggi berhasil dibuka Roy hanya dalam 15 menit menggunakan mesin gerinda tanpa kendala berarti.
  • Setelah terbuka, brankas ternyata menyembunyikan ruang rahasia berisi koper-koper diduga uang dan emas, namun Roy memilih tidak masuk demi menjaga profesionalitas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada Pak Roy yang kerja buka kunci. Suatu malam polisi minta dia bantu buka brankas di rumah besar di Sentul. Katanya rumah itu punya orang penting. Brankasnya kuat banget tapi Pak Roy bisa buka cuma lima belas menit. Setelah dibuka, ternyata ada ruang rahasia berisi banyak koper misterius. Sekarang polisi masih periksa tempat itu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bogor, IDN Times - Pria bernama Roy tidak pernah menyangka profesinya sebagai ahli kunci bakal membawanya masuk ke dalam pusaran kasus besar yang diduga menyeret pejabat tinggi negara. Pada Rabu (8/7/2026) malam, Roy mendadak berperan penting dalam keberhasilan membongkar brankas misterius di sebuah rumah di Sentul, Kabupaten Bogor.

Rumah tersebut dikaitkan kepemilikannya dengan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI, Febrie Adriansyah, karena ada foto keluarga yang bersangkutan di dalamnya. Malam itu, Roy diminta bantuan oleh aparat kepolisian. Ia pun menjadi saksi mata pertama yang melihat isi dari ruang rahasia di dalam rumah mewah yang sudah lama tak dihampiri pemiliknya itu.

Malam itu awalnya berjalan biasa bagi Roy, hingga ponselnya berdering dihubungi langsung oleh pihak Kepolisian Polres Bogor. Tanpa penjelasan panjang lebar, ia diminta segera datang ke sebuah rumah mewah di kawasan Sentul, Bogor.

"Sama Polres Bogor dipanggil, ditelepon suruh datang ke sini. Suruh bantu ini katanya ada kerjaan suruh buka brankas," kata Roy, Kamis (9/7/2026).

Roy baru menyadari skala kasus ini setelah tiba di lokasi.

1. Sebut brankas target adalah 'Barang Sultan' berlapis baja ganda

Tim gabungan Polri membawa barang bukti brankas usai menggeledah salah satu kafe di kawasan Cipete, Jakarta, Rabu (8/7/2026). Tim Kortas Tipidkor Polri dan Polda Metro Jaya menyita barang bukti sejumlah koper dan brankas usai penggeledahan terkait penyidikan dugaan kasus korupsi pasokan batu bara yang melibatkan PT PLN (Persero), PT Asabri (Persero) dan PT Krakatau Steel (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Sebagai mekanik kunci profesional, Roy langsung tahu bahwa brankas yang dihadapinya bukan barang sembarangan yang dijual bebas di pasar loak. Ia menyebutnya sebagai brankas khusus bermerek istimewa dengan taksiran harga pintu saja mencapai Rp20 juta.

"Sistem keamanan bagus, bajanya dua lapis, membukanya harus pake kombinasi kunci manual. Jadi dua kunci, brankas canggih itu, mahal. Memang bukan brankas besi kotak biasa," jelas Roy menilai spesifikasi pengamanan tingkat tinggi tersebut.

2. Tunjukkan skill berkelas, jebol benteng baja hanya dalam 15 menit

Rumah yang kedapatan menyimpan 74 emas batangan di Sentul, Bogor, sudah disegel polisi. IDN Times/Linna Susanti.

Menghadapi brankas premium berlapis baja ganda ternyata tidak membuat mental Roy ciut. Menyadari urgensi dari pihak kepolisian yang sedang melakukan penggeledahan, Roy langsung mengeluarkan senjata andalannya berupa mesin gerinda.

Hebatnya, sistem keamanan berlapis itu tak berkutik di tangan Roy. Tanpa kendala berarti, ia menaklukkan pintu besi tersebut dengan sangat kilat.

"Gak ada kesulitan langsung aja, gerak cepat aja pake gerinda langsung dibuka. Cuma butuh waktu 15 menit," ujarnya.

3. Merinding lihat 'Bunker' di balik tembok tapi pilih tahu diri

Suasana rumah mewah yang dipasangi garis polisi usai penggeledahan di kawasan Sentul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Tim penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri menyita emas batangan, mata uang asing, dan uang tunai senilai sekitar Rp476 miliar dari rumah tersebut sebagai bagian dari penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

Begitu pintu baja terjebol, Roy dikejutkan karena pintu itu bukan menuju kotak besi, melainkan sebuah ruangan (bunker) rahasia yang disembunyikan di balik lemari pakaian. Di dalamnya, bertumpuk koper-koper misterius yang diduga berisi uang tunai dan emas batangan.

Meski menjadi orang pertama yang membuka "harta karun" tersebut, Roy memilih profesional dan tahu diri dengan tidak melangkah masuk ke dalam area steril penyidikan. "Yang saya lihat koper-koper aja, saya gak masuk ke dalam," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article