Calon presiden nomor urut satu, Anies Baswedan ketika bermalam di rumah Jusuf "JK" Kalla di Makassar pada Selasa, 16 Januari 2024. (Dokumentasi tim media JK)
Dukungan kalangan pengusaha kepada Anies-Muhaimin yang selama ini diklaim Timnas AMIN diwarnai ketakutan, menurut Sudirman, belum berdampak langsung pada AMIN.
Kendati, komunikasi antara Timnas AMIN dengan kalangan pengusaha terjalin dengan baik. Sudah menjadi hal biasa kalangan pengusaha mendekat dengan paslon saat pemilu. Namun, Timnas AMIN mengklaim pemilu kali ini kalangan pengusaha merasakan ketakutan untuk mendukung Anies-Cak Imin.
"Tahun ini betul-betul mereka takutnya luar biasa. Walaupun sekarang kita mulai membaik, kita juga terus berkomuniasi dengan mereka tetapi tetap 'tiarap'. Apakah pada putaran kedua akan berubah? Gak tahu juga. Jangan-jangan malah makin ketat kan?" kata Sudirman.
Di balik minimnya dukungan dari kalangan pengusaha, Timnas AMIN merasakan hikmahnya. Pendukung Anies-Cak Imin semakin terlatih dan militan, karena selama pemilu mereka berjalan di tengah keterbatasan logistik.
"Yang menyenangkan buat kita, kita dilatih untuk survive terus-menerus, ini kalau 1,5 tahun disuruh pahit terus-menerus tetap hidup, artinya kan...(kuat). Yaudah seadanya, ada ya jalan, gak ada ya udah. Itu sudah biasa, ada rencana terus gak jadi, itu hal biasa," ujar Sudirman.
Selain militan, pendukung AMIN juga menjadi kreatif lantaran minimnya dukungan finansial. Alih-alih mandek kegiatan kampanye, mereka mencari cara lain sebagai alternatif, seperti alat peraga kampanye yang terbuat dari karung.
"Kita itu bersyukur. Kemarin saya bilang pada warga di Makassar, kita ini diem-diem uangnya terbatas. Kenapa bersyukur? Karena kalau uangnya banyak kita ribut-ribut siapa yang dapat paling banyak, kan? Ide gak keluar. Tapi ini ide-ide, kreativitas semua keluar. Cahaya matanya itu penuh dengan semangat berjuang. Mungkin itu keadilan dari Tuhan ya. Alhamdulillah. Apakah ini akan baik di ujung? Kita gak bisa mengklaim. Tapi itu menjadi sumber optimisme kami," ujar Sudirman.
Timnas AMIN pun berterima kasih kepada kalangan pengusaha yang sudah bernai mendukung dan menyumbang logistik pada Anies-Cak Imin.
"Kita apresiasi, mereka berani mengambil risiko, tapi memang tetap dalam jumlah yang terbatas," ujar Sudirman.
Timnas AMIN juga mulai merasakan dampak dukungan moril, ide, hingga finansial dari mantan Wakil Presiden yang juga konglomerat, Jusuf Kalla. Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu banyak menyumbang kepada Anies-Muhaimin.
"Pak JK bantu macem-macem ya, logistik, pikiran, segala macam ya, natura, beliau bantu baliho di daerahnya," ucap Sudirman.
Bahkan, dampak dukungan JK kini semakin terlihat. Gelombang dukungan dari civitas akademika juga disebutnya bagian dari efek pernyataan terbuka dukungan dari tokoh asal Sulawesi Selatan itu.
Sebagai tokoh nasional yang punya pengaruh besar, sikap politik JK sudah barang tentu diikuti banyak orang. Kiprah JK baik di bidang kemanusiaan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) maupun bidang keumatan di Dewan Masjid Indonesia (DMI) secara tak langsung berdampak pada dukungan politik.
"Ya, ada dampaknya. Dulu orang timur mengatakan 'ini Pak JK netral maksudnya apa nih?' Begitu beliau menyatakan ada hak pribadi (menyampaikan dukungan), langsung pada mendukung. Beliau kan basisnya Partai Golkar, pasti orang-orang Golkar (mendukung), basis sosialnya keumatan. Punya jaringan kemanusiaan, itu jaringan itu udah pasti (mendukung)," ujar Sudirman.
"Dia pernah di pemerintah, pernah di partai. Saya kira sikap keberanian akademisi karena sikap Pak JK yang makin terus terang, bahwa ini ada ini itu dan sebagainya, dihargai banyak orang," tandas Sudirman.
Baca berita terbaru terkait Pemilu 2024, Pilpres 2024, Pilkada 2024, Pileg 2024 di Gen Z Memilih IDN Times. Jangan lupa sampaikan pertanyaanmu di kanal Tanya Jawab, ada hadiah uang tunai tiap bulan untuk 10 pemenang.