Comscore Tracker

Awas! Konsumsi Junk Food Bisa Buat Remaja Terkena Stunting, Lho!

Mencegah lebih baik daripada mengobati, kan?

Jakarta, IDN Times - Gaya hidup remaja saat ini sangat mengkhawatirkan. Tak sedikit remaja yang memilih untuk mengonsumsi makanan instan atau yang junk food.

Junk food dipilih karena dinilai lebih praktis daripada harus membuat makanan sendiri. Konsumsi junk food yang berlebihan tidak baik bagi kesehatan tubuh.

Parahnya lagi jika tidak diimbangi dengan pola makan yang benar maka akan mengakibatkan kekurangan nutrisi. Maka dari itu, remaja perlu diedukasi mengenai pemenuhan nutrisi yang seimbang, serta cara-cara untuk merencanakan investasi pangan untuk sekarang dan masa depan, demi menjaga kesehatan tubuh agar tidak terkena penyakit.

1. Tidak hanya anak-anak, remaja juga bisa kena stunting akibat tidak memperhatikan asupan makanannya

Awas! Konsumsi Junk Food Bisa Buat Remaja Terkena Stunting, Lho!dailypioneer.com

Stunting tidak hanya terjadi pada bayi dan anak-anak saja. Tetapi juga bisa terjadi pada remaja akibat pola hidup yang salah. Jika tidak memperhatikan asupan nutrisi dari apa yang dikonsumsi maka remaja juga rentan terkena stunting.

"1 dari 5 remaja perempuan usia produktif mengalami anemia. Kalau sampai mengandung anemia tidak diatasi, maka kemungkinan besar akan akan mengalami stunting dan diturunkan kepada anak yang dikandungnya, maka dari itu remaja juga perlu memperhatikan kebutuhan nutrisinya," ungkap dokter gizi, dr. Juwalita Surapsari saat menghadiri acara Grid Health Talk di Jakarta Pusat (14/2) lalu.

Baca Juga: Mendagri: Ada 160 Wilayah Kategori Merah Stunting

2. Masalah kekurangan gizi bisa diatasi dengan pembenahan asupan dan jadwal makan

Awas! Konsumsi Junk Food Bisa Buat Remaja Terkena Stunting, Lho!www.google.co.id

Permasalahan gizi di Indonesia masih banyak. gizi buruk, gizi kurang, atau pun stunting terjadi akibat defisiensi, kekurangan kalori, dan protein.

Gizi buruk dan gizi kurang berhubungan dengan berat badan, sesuai atau tidak dengan usianya. Sedangkan stunting terkait dengan tinggi badan. Makanan yang kurang nutrisinya akan berpengaruh terhadap pertumbuhan.

"Kurangi makan cemilan-cemilan atau junk food, karena akan mengakibatkan kenyang terus dan merusak jadwal makan. Maka dari itu untuk memperbaiki gizi maka harus membenahi jadwal makan dan memperhatikan kandungan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi", kata dr. Juwalita kepada audiens yang hadir saat itu.

Dokter Juwalita juga menambahkan, kalau ingin diet harus memperhatikan dengan benar pola makan. Jangan sampai terkena maag karena menghindari karbohidrat dan tidak makan pagi, siang, atau pun malam. Bagi yang sedang diet, masih bisa makan tetapi harus memperhatikan asupan makanan dan pola makan yang benar.

3. Perlu adanya perhitungan yang matang untuk investasi pangan demi kesehatan di masa depan

Awas! Konsumsi Junk Food Bisa Buat Remaja Terkena Stunting, Lho!IDN Times - Cindi Nopitasari

Makanan dan minuman yang kita konsumsi saat ini tentunya ada current cost, biaya yang harus kita bayar untuk sekarang. Selain itu juga ada future cost, yaitu biaya yang harus direncanakan untuk ke depannya.

"Untuk menghindari pengeluaran uang untuk yang tidak terlalu penting, bisa disiasati dengan belanja lebih cerdas, memprioritaskan kebutuhan terlebih dahulu daripada keinginan," ujar Perencana Keuangan, Erlina Juwita.

Current cost dan future cost sangatlah penting, untuk mengatasi kekurangan nutrisi. Tidak hanya anak-anak saja, remaja juga harus memperhatikan kebutuhan nutrisinya dengan menyiasati pola makan sehari-hari. Perlu perhitungan yang matang untuk merencanakan kesehatan di masa depan.

Baca Juga: Cegah Stunting, Kemensos akan Beri Dana Rp3 Juta/Tahun untuk Ibu Hamil

Topic:

  • Cindi Nopitasari
  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Berita Terkini Lainnya