Prabowo juga meminta kepada Bank BUMN atau Himpunan Bank negara (Himbara) agar menetapkan bunga kredit maksimal 5 persen per tahun. Tujuannya, agar masyarakat berpenghasilan rendah bisa mudah mendapat akses kredit.
Hal itu Prabowo sampaikan dalam menjawab keluhan buruh yang kesulitan dalam membayar cicilan rumah. Sebab, 30 persen penghasilan buruh, habis untuk membayar sewa kontrakan rumah.
"Tadi kalian mengatakan, penghasilan kalian 30 persen untuk kontrakan, berapa? Nanti kita akan yakinkan saudara nanti akan miliki rumah tersebut. Jadi yang tadi 30 persen untuk kontrak kita kurangi, Itu adalah untuk kau cicil rumahmu sendiri. Cicilnya 20 tahun, kalau enggak bisa 25 tahun," kata Prabowo.
Prabowo mengatakan, apabila belum bisa mencicil rumah dengan tenor 25 tahun, membuka opsi hingga 40 tahun.
"Kalau belum lunas 25 tahun, cicil 30 tahun. Kalau tidak bisa 35 tahun, 40 tahun karena buruh tidak mungkin lari ke mana mana. Petani dan nelayan enggak mungkin lari ke mana mana," ucap dia.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyebut, rakyat kecil selama ini tercekik dan kesulitan membayar kredit bunga bank. Bahkan, Prabowo mengatakan, ada bunga bank hingga 70 persen dalam setahun.
"Selama ini rakyat kecil kalau pinjem uang, bunganya luar biasa gilanya. Betul? Orang kecil pinjam uang, bunganya bisa 70 persen setahun, betul? Saya sudah perintahkan bank-bank milik Indonesia, sebentar lagi kita akan kucurkan kredit untuk rakyat maksimal 5 persen satu tahun," imbuhnya.