Jakarta, IDN Times – Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Heroik Pratama menilai, minimnya bantuan keuangan negara kepada partai politik menjadi salah satu faktor yang mendorong kader partai mencari sumber pendanaan secara ilegal. Kondisi tersebut dinilai berkontribusi terhadap tingginya praktik korupsi politik di Indonesia.
Menurut Heroik, partai politik memiliki peran strategis dalam demokrasi, mulai dari melakukan rekrutmen politik, menyalurkan aspirasi masyarakat, hingga melahirkan kebijakan publik. Namun, seluruh fungsi tersebut membutuhkan dukungan pendanaan yang memadai.
