Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri langsung melayat ke rumah duka adiknya, Guruh Soekarnoputra, setelah tiba dari Manado, Sulawesi Utara. Megawati tiba di rumah duka sekitar 30 menit sebelum Pramono memberikan keterangan kepada wartawan.
"Bu Mega barusan sampai. Beliau dari Manado," kata Pramono di rumah duka Guruh kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (26/9/2026).
Pramono mengatakan, kedatangan Megawati menjadi hal yang ditunggu keluarga sebelum jenazah Guruh diberangkatkan ke tempat pemakaman. Jenazah Guruh akan disalatkan terlebih dahulu sebelum dimakamkan ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta.
"Rencana pemakaman setelah disolatkan langsung berangkat, karena memang keluarga kan menunggu Bu Mega. Bu Mega barusan sampai tadi," ujar Pramono.
Pramono mengaku telah mengenal Guruh dalam waktu lama. Dia mengenang Guruh bukan hanya sebagai seniman dan budayawan, tetapi juga musisi, politikus, serta kreator, yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi.
"Saya mengenal Mas Guruh sudah lama sekali. Mas Guruh ini bukan hanya seniman, budayawan, musisi, tetapi juga politisi, tetapi juga seorang kreator," kata Pramono.
Pramono mengatakan terakhir bertemu Guruh sekitar tiga pekan lalu. Sebelumnya, sekitar sebulan lalu, dia juga sempat menerima Guruh. Menurutnya, kondisi kesehatan Guruh memang menurun dalam beberapa waktu terakhir, tetapi semangatnya untuk berkarya tetap tinggi.
"Memang terakhir-terakhir ini kondisi kesehatannya mulai mengalami penurunan. Tetapi, beliau masih bersemangat untuk bisa berkarya, dan beliau masih berkeinginan untuk GSP itu bisa ditampilkan kembali," ujarnya.
Pramono mengaku cukup intens berinteraksi dengan Guruh, termasuk terkait karya seni. Dia menyebut Guruh juga sempat bekerja sama dengan sejumlah seniman lain dalam rencana menampilkan kembali GSP.
"Saya ikut ke pemakaman," kata Pramono.
