Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dedi Mulyadi Salip Pramono Jadi Gubernur Terpopuler, Konten Jadi Kunci
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Rakor KPK Jakarta Utara (YouTube.com/KPK)
  • Dedi Mulyadi dinobatkan sebagai gubernur paling menarik perhatian publik selama setahun pertama masa jabatan, unggul dalam publikasi media dan engagement media sosial menurut riset Deep Intelligence Research (DIR).
  • Riset berbasis AI itu menganalisis lebih dari 1,8 juta pemberitaan dan jutaan percakapan di berbagai platform, menempatkan Dedi di atas Pramono Anung dan Khofifah Indar Parawansa.
  • DIR menekankan pentingnya kepemimpinan berbasis data dan algoritma agar gubernur mampu membaca emosi publik serta mengomunikasikan kebijakan secara transparan dan akuntabel di era digital.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Lembaga Deep Intelligence Research (DIR) merilis hasil riset tahunan yang menempatkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai gubernur paling banyak mendapat perhatian publik selama satu tahun pertama masa jabatannya.
  • Who?
    Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat; Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta; Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur; serta Neni Nur Hayati selaku Direktur Komunikasi DIR.
  • Where?
    Analisis dilakukan secara nasional oleh lembaga berbasis di Jakarta dengan cakupan data dari berbagai media dan platform media sosial di seluruh Indonesia.
  • When?
    Riset mencakup periode 20 Februari 2025 hingga 19 Februari 2026 dan diumumkan pada Minggu, 22 Februari 2026.
  • Why?
    Dedi Mulyadi unggul karena konsistensi membuat konten humanis, kebijakan kerakyatan, serta interaksi aktif dengan masyarakat melalui berbagai platform digital yang meningkatkan engagement publik.
  • How?
    DIR menggunakan metodologi Media Intelligence berbasis Artificial Intelligence untuk menganalisis lebih dari satu juta pemberitaan dan jutaan percakapan publik di media massa serta media sosial seluruh Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times — Laporan tahunan Deep Intelligence Research (DIR) menempatkan Dedi Mulyadi sebagai gubernur paling menyedot perhatian publik sepanjang satu tahun pertama masa jabatan.

Dalam riset bertajuk “Rapor Setahun Pemerintah Daerah Provinsi 2026”, Dedi memuncaki kategori publikasi media sekaligus engagement media sosial, mengungguli sejumlah kepala daerah lain di Indonesia.

Lembaga riset media dan digital berbasis Artificial Intelligence (AI) itu menganalisis pemberitaan dan percakapan publik di media sosial selama periode 20 Februari 2025 hingga 19 Februari 2026.

"Total pemberitaan kepala daerah tingkat provinsi mencapai 1.887.196 berita di media siber, cetak, dan elektronik," ucap Direktur Komunikasi Deep Intelligence Research (DIR) Neni Nur Hayati dalam keterangan, Minggu (22/2/2026).

1. Dedi Mulyadi menempati posisi teratas

KDM Saat Menyampaikan Informasi Secara Langsung kepada Masyarakat (Jabarprov.go.id, 2025)

Dalam kategori Highest Publication, Dedi Mulyadi menempati posisi teratas. Gubernur Jawa Barat itu mencatat 194,4 ribu pemberitaan media online, 16,1 ribu pemberitaan cetak, dan 4,6 ribu pemberitaan elektronik.

Narasi kebijakan kerakyatan, isu sosial, serta konsolidasi wilayah menjadi penopang utama stabilitas eksposurnya.

2. Pramono Anung di posisi kedua

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan orentasi penerima baru KJMU di Balai Kota, Kamis (19/2/2026). (IDNTimes/Dini Suciatiningrum)

Di bawahnya, Pramono Anung di DKI Jakarta membukukan 153 ribu pemberitaan media online, 8,9 ribu cetak, dan 8,3 ribu elektronik. Sementara Khofifah Indar Parawansa di Jawa Timur mencatat 82,7 ribu pemberitaan online, 8,3 ribu cetak, dan 1,5 ribu elektronik, dengan fokus pada ekonomi syariah dan perlindungan sosial.

Dominasi Dedi semakin terlihat pada kategori Highest Engagement. Ia membukukan total engagement 4.256.465.957 dengan audience 25.570.049.700. Konten humanis dan pendekatan kepada warga akar rumput menjadi magnet utama di TikTok, Instagram, dan Youtube.

"Konsistensinya mengisi konten, termasuk mensosialisasikan kebijakan yang memicu perdebatan publik, justru memperkuat posisinya sebagai pusat perhatian," katanya.

Sementara Pramono Anung mencatat total engagement 959.157.202 dengan audience 5.764.849.476, sementara Muzakir Manaf dari Aceh meraih 337.185.381 engagement dan audience 1.693.330.015, terutama terdorong isu kearifan lokal dan respons terhadap bencana.

3. Gubernur memberikan kebijakan solutif

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan Grondbreaking Revitalisasi Taman Semanggi, Jumat (20/2/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Merujuk penelitian Mike Walsh (2019), DIR menekankan pentingnya kepemimpinan berbasis data dan algoritma.

“Gubernur ke depan tidak bisa hanya bekerja secara administratif. Mereka harus memberikan kebijakan solutif atas permasalahan yang terjadi dan mampu membaca emosi publik di media sosial serta mampu mengomunikasikan kebijakan secara massif, transparan dan akuntabel," katanya.

4. Lebih dari 5 Miliar total engagement

Dedi Mulyadi di Gedung KPK pada Senin (19/5/2025). (dok. Humas KPK)

Neni mencatat dari keseluruhan pemberitaan itu, total engagement 5.624.353.582 dengan audience 33.798.508.877. Sementara di media sosial, terdapat 4.573.206 percakapan, meliputi 112.442 percakapan di X, 204.337 di Facebook, 854.473 di Instagram, 2.063.710 di Tiktok, 27.468 di Threads, dan 1.309.974 di Youtube.

Jumlah media yang dianalisis terdiri dari 11 ribu media online, 200 media cetak, dan 40 media elektronik. Sementara untuk media sosial, DIR meng-cvrawling semua platform yang ada dan digunakan oleh Masyarakat di Indonesia.

Neni menegaskan bahwa satu tahun pertama adalah fase krusial. Pihaknya menggunakan metodologi Media Intelligence yang menggabungkan analisis media massa dan digital listening untuk melihat sejauh mana legitimasi publik terbentuk di era keterbukaan informasi ini.

"Mesin aritifical intelligence kami bekerja meng-crawling data untuk menarik seluruh data pemberitaan dan percakapan public di media sosial dari para gubernur, tentang gubernur dan yang mempercakapkan gubernur,” ujar Neni.

Editorial Team