Setahun Menjabat, Pramono Akui Banjir, Macet dan Polusi Masih Jadi PR

- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merayakan satu tahun masa jabatannya sambil mengakui masalah banjir, kemacetan, dan polusi masih menjadi tantangan utama yang belum terselesaikan.
- Ia berkomitmen melanjutkan program normalisasi sungai besar-besaran di 2026 untuk Sungai Ciliwung, Cakung Lama, Krukut, serta beberapa wilayah di Jakarta Barat guna mengurangi risiko banjir.
- Pramono juga menyoroti janji insentif RT/RW dan pengadaan CCTV yang belum optimal, namun optimistis keduanya dapat terealisasi dengan dukungan teknologi integrasi kamera yang sudah ada.
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, bersama Wakil Gubernur Rano Karno menggelar acara syukuran satu tahun masa pemerintahan mereka di Taman Bendera Pusaka, Jumat (20/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Pramono melakukan refleksi atas kinerjanya dan mengakui sejumlah persoalan mendasar di Ibu Kota, seperti kemacetan dan banjir masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
"Memang persoalan-persoalan dasar masih ada, kemacetan masih ada, banjir masih ada, kemudian persoalan polusi masih ada. Dan itulah yang secara khusus ingin minimal bisa dikurangi dari apa yang terjadi saat ini," ucap Pramono.
1. Normalisasi sungai besar-besaran

Untuk mengatasi banjir, Pramono berjanji akan melanjutkan program normalisasi sungai secara besar-besaran pada tahun 2026.
"Di tahun 2026 ini program normalisasi sungai secara masif akan kami lanjutkan untuk Sungai Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut. Termasuk kemudian beberapa pengerukan atau normalisasi di Jakarta Barat," jelasnya.
2. Janji insentif RT/RW belum terealisasi

Di sisi lain, Pramono secara terbuka mengakui ada beberapa janji yang belum terealisasi sepenuhnya, salah satunya adalah pemberian insentif untuk Ketua RT dan RW.
"Yang belum adalah yang saya janjikan pada waktu itu adalah insentif untuk RT/RW," kata Pramono.
3. Pengadaan CCTV belum optimal

Selain insentif RT/RW, program pengadaan CCTV juga disebut belum optimal. Namun menurutnya, realisasi CCTV bukan hal yang sulit karena dapat memanfaatkan teknologi untuk mengintegrasikan kamera-kamera yang sudah ada di berbagai gedung perkantoran.
"Mudah-mudahan dalam tahun ini Jakarta akan mempunyai CCTV yang lebih lengkap, terutama sebenarnya untuk transportasi. Jadi secara keseluruhan sebenarnya hampir semuanya terealisasikan, tapi memang minor bangetlah ada," katanya.
















