Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Demokrat Yakin Anies Menang Meski hanya Didukung 3 Parpol
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kantor DPP Demokrat, Jakarta Pusat (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Jakarta, IDN Times -- Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra optimistis Anies Baswedan bakal menang dalam Pilpres 2024 meski hanya didukung tiga parpol dalam Koalisi Perubahan dan Perbaikan (KPP).

Hal itu dia sampaikan merespons kemunculan Koalisi Besar gabungan dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). Meski melawan gabungan partai besar seperti Golkar-Gerindra, Anies diyakini bisa menjadi pemenang kontestasi. 

"Demokrat tetap yakin Anies Baswedan dan Koalisi Perubahan berpeluang memenangkan Pilpres meskipun nantinya menghadapi Koalisi Besar," ujar Herzaky, Rabu (19/4/2023).

1. Demokrat yakin rakyat pilih Anies

Momen Anies Baswedan bertemu dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat, Jakarta Pusat (instagram.com/Agusyudhoyono)

Optimisme ini didasarkan pada tiga hal. Salah satunya adalah sistem pemilu Indonesia secara langsung, bukan berdasarkan pada perwakilan partai politik.

"Yang memilih adalah rakyat langsung, bukan parpol-parpol di parlemen," ujar Herzaky.

Dia menjelaskan jika pemilu dilakukan di parlemen, maka memang diperlukan dukungan partai politik lebih banyak. Dukungan yang signifikan sangat relevan dalam peluang kemenangan bagi setiap pasangan calon presiden (capres) dan wakil presiden (wapres).

"Sedangkan di Pilpres secara langsung, dukungan parpol jelas berdampak positif, tapi tidak ada jaminan suara ketika memilih parpol tertentu terkonversi menjadi suara ke paslon capres-cawapres yang diusung," katanya.

2. Optimisme berkaca pada kemenangan SBY

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketika berpasangan dengan Jusuf "JK" Kalla dalam pemilu 2004 (ANTARA FOTO)

Keyakinan itu juga muncul berkaca pada zaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2004 yang hanya diusung tiga parpol. Namun pada Pilpres itu, pasangan SBY dan Jusuf Kalla (JK) bisa meraih total suara hingga 11 persen. 

"Ternyata, beliau merupakan capres yang terbanyak dipilih rakyat, baik di putaran pertama maupun putaran kedua Pilpres 2004. Pak SBY pun terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia ke-6," ucapnya. 

3. Demokrat yakini banyak rakyat ingin perubahan

Bakal capres Anies Baswedan ketika melakukan safari politik di Aceh pada 2 Desember 2022. (www.instagram.com/@aniesbaswedan)

Terakhir, optimisme Demokrat berasal dari keyakinan bahwa rakyat menginginkan perubahan dalam hal ekonomi dan kesejahteraan sosial. Menurut Herzaky, keinginan rakyat itu sejalan dengan visi misi Partai Demokrat dalam Koalisi Perubahan. 

"Rakyat menginginkan perubahan dan perbaikan di tiga bidang ini. Semangat inilah yang mendorong terbentuknya Koalisi Perubahan," pungkasnya. 

Editorial Team

Related Article