Jakarta, IDN Times - Komandan Satuan Pendidikan Kesehatan Pusat Kesehatan TNI AD, Letnan Kolonel Ckm Said Jauhari mengakui ada penyesuaian di dalam materi kurikulum dan jadwal para peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) atau calon manajer Koperasi Desa Merah Putih. Kebijakan itu ditempuh oleh Kementerian Pertahanan usai lima calon manajer meninggal saat mengikuti latihan dasar militer.
Said mengatakan, kegiatan bagi peserta SPPI di Pusat Pendidikan Kesehatan Puskes TNI AD dimulai pukul 04.30 WIB. Jam itu lebih siang dibandingkan sebelum ada evaluasi kegiatan. Mengacu kepada kegiatan di Brigif I Marinir, Cilandak, kegiatan peserta sebelum adanya evaluasi sudah dimulai sejak pukul 03.30 WIB.
Agenda selanjutnya yakni melakukan ibadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Di Pusat Pendidikan Kesehatan Puskes TNI AD tersedia masjid dan pura.
"Setelah itu, mereka kembali ke barak untuk melakukan bersih-bersih hingga persiapan mandi hingga pukul 05.30 WIB. Mereka kemudian menuju ke ruang makan untuk melaksanakan makan pagi. Selesai makan pagi, pukul 06.00 kami kumpulkan lagi di lapangan untuk mengikuti kegiatan senam pagi," ujar Said menjawab pertanyaan IDN Times, Selasa (30/6/2026).
Perwira menengah di TNI Angkatan Darat (AD) itu menilai, senam pagi penting dilakukan agar tubuh bugar dan menambah kesiapan mereka belajar.
Lalu, agenda dilanjutkan pada pukul 06.30 WIB dengan melakukan apel pagi. Berdasarkan pantauan IDN Times di Satuan Pendidikan Kesehatan Pusat Kesehatan TNI AD, para peserta masih melakukan aktivitas mengenakan pakaian dinas lapangan (PDL) loreng motif hijau sage.
Para peserta kemudian masuk ke dalam kelas untuk melaksanakan kegiatan belajar hingga pukul 17.00 WIB.
