Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Detail Kegiatan Latihan Militer Calon Manajer Kopdes, Dimulai Pukul 04.30
Kegiatan pemberian materi di dalam kelas bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di Pusat Pendidikan Kesehatan Puskesad, Kramat Jati, Jakarta Timur. (IDN Times/Santi Dewi)
  • Kementerian Pertahanan menyesuaikan kurikulum dan jadwal peserta SPPI setelah lima calon manajer Koperasi Desa meninggal saat latihan dasar militer.
  • Jadwal harian kini dimulai pukul 04.30 WIB dengan kegiatan ibadah, senam pagi, belajar di kelas hingga sore, serta apel malam sebelum istirahat.
  • Latihan militer dan taktis dihapus, fokus pada baris-berbaris serta kedisiplinan; kesehatan peserta menjadi prioritas dengan pendampingan medis ketat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
sebelum ada evaluasi kegiatan

Kegiatan peserta SPPI di Brigif I Marinir Cilandak dimulai pukul 03.30 WIB sebelum adanya evaluasi.

usai lima calon manajer meninggal

Kementerian Pertahanan menyesuaikan materi kurikulum dan jadwal peserta SPPI setelah lima calon manajer meninggal saat latihan dasar militer.

Selasa (30/6/2026)

Letkol Ckm Said Jauhari menjelaskan jadwal harian baru peserta SPPI di Pusat Pendidikan Kesehatan TNI AD, termasuk perubahan waktu mulai kegiatan menjadi pukul 04.30 WIB dan penghapusan latihan fisik siang hari.

kini

Latihan militer dan taktis telah dihapus, kegiatan lapangan hanya meliputi baris-berbaris dan penghormatan militer, serta pengawasan kesehatan peserta diperketat di dekat fasilitas rumah sakit.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kegiatan harian peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) atau calon manajer Koperasi Desa Merah Putih disesuaikan setelah evaluasi latihan dasar militer yang menewaskan lima peserta.
  • Who?
    Komandan Satuan Pendidikan Kesehatan Pusat Kesehatan TNI AD Letnan Kolonel Ckm Said Jauhari bersama para peserta SPPI dan pelatih di lingkungan pendidikan tersebut.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Satuan Pendidikan Kesehatan Pusat Kesehatan TNI Angkatan Darat, Jakarta, dengan sebagian aktivitas dilakukan di barak, ruang makan, dan ruang kelas.
  • When?
    Penyesuaian jadwal diterapkan setelah evaluasi program Latsar, dengan kegiatan harian dimulai pukul 04.30 WIB hingga malam hari pada Selasa, 30 Juni 2026.
  • Why?
    Perubahan dilakukan untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan peserta setelah insiden meninggalnya lima calon manajer serta untuk menghindari risiko akibat cuaca panas saat latihan fisik.
  • How?
    Pihak penyelenggara menghapus latihan militer dan taktis, memindahkan teori ke dalam kelas, menyesuaikan jam kegiatan lebih siang, serta memperketat pengawasan kesehatan setiap peserta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada lima orang calon manajer koperasi yang meninggal waktu latihan, jadi sekarang jadwal mereka diubah. Mereka bangun jam setengah lima pagi, lalu ibadah, mandi, sarapan, terus senam dan belajar di kelas sampai sore. Latihan berat dan senjata dihapus supaya aman. Kalau ada yang sakit bisa cepat dibawa ke rumah sakit dekat sana.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penyesuaian kurikulum dan jadwal bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih menunjukkan perhatian serius terhadap keseimbangan antara pembelajaran dan kesejahteraan peserta. Dengan dimulainya kegiatan lebih siang, penghapusan latihan berat di bawah terik matahari, serta pendampingan kesehatan yang ketat, program ini kini menekankan kedisiplinan dan kebersamaan dalam suasana yang lebih manusiawi dan aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Komandan Satuan Pendidikan Kesehatan Pusat Kesehatan TNI AD, Letnan Kolonel Ckm Said Jauhari mengakui ada penyesuaian di dalam materi kurikulum dan jadwal para peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) atau calon manajer Koperasi Desa Merah Putih. Kebijakan itu ditempuh oleh Kementerian Pertahanan usai lima calon manajer meninggal saat mengikuti latihan dasar militer.

Said mengatakan, kegiatan bagi peserta SPPI di Pusat Pendidikan Kesehatan Puskes TNI AD dimulai pukul 04.30 WIB. Jam itu lebih siang dibandingkan sebelum ada evaluasi kegiatan. Mengacu kepada kegiatan di Brigif I Marinir, Cilandak, kegiatan peserta sebelum adanya evaluasi sudah dimulai sejak pukul 03.30 WIB.

Agenda selanjutnya yakni melakukan ibadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Di Pusat Pendidikan Kesehatan Puskes TNI AD tersedia masjid dan pura.

"Setelah itu, mereka kembali ke barak untuk melakukan bersih-bersih hingga persiapan mandi hingga pukul 05.30 WIB. Mereka kemudian menuju ke ruang makan untuk melaksanakan makan pagi. Selesai makan pagi, pukul 06.00 kami kumpulkan lagi di lapangan untuk mengikuti kegiatan senam pagi," ujar Said menjawab pertanyaan IDN Times, Selasa (30/6/2026).

Perwira menengah di TNI Angkatan Darat (AD) itu menilai, senam pagi penting dilakukan agar tubuh bugar dan menambah kesiapan mereka belajar.

Lalu, agenda dilanjutkan pada pukul 06.30 WIB dengan melakukan apel pagi. Berdasarkan pantauan IDN Times di Satuan Pendidikan Kesehatan Pusat Kesehatan TNI AD, para peserta masih melakukan aktivitas mengenakan pakaian dinas lapangan (PDL) loreng motif hijau sage.

Para peserta kemudian masuk ke dalam kelas untuk melaksanakan kegiatan belajar hingga pukul 17.00 WIB.

1. Belajar soal bela negara di ruang kelas

Materi mengenai bela negara yang disampaikan di ruang kelas bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih. (IDN Times/Santi Dewi)

Lebih lanjut, IDN Times menyaksikan di dalam ruang kelas, para calon manajer Koperasi Desa Merah Putih diberikan materi berupa bela negara. Di ruang kelas itu, terpampang slide mengenai makna bela negara.

"Yang dimaksud dengan rasa persatuan adalah adanya rasa senasib sepenanggungan serta ikatan yang kuat di dalam menjalankan tugas. Yang dimaksud dengan rasa disiplin adalah mengutamakan kepentingan tugas di atas kepentingan pribadi yang pada hakikatnya tidak lain daripada keikhlasan penyisihan pilihan hati sendiri. Yang dimaksud dengan menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas adalah mengarahkan pertumbuhan tubuh yang diperlukan oleh tugas pokok, sehingga secara jasmani dapat menjalankan tugas pokok tersebut dengan sempurna," demikian isi slide yang dibacakan oleh pelatih di hadapan puluhan calon manajer di ruang kelas.

Ada pula momen di mana pelatih mengajarkan teori mengenai baris berbaris di dalam kelas kepada para peserta. Said menjelaskan, baris berbaris bukan sengaja dipindahkan ke dalam ruang kelas. Namun, bila materi itu dilakukan pada siang hari maka dihindari untuk dipraktikan di lapangan terbuka.

Said menjelaskan, penghapusan latihan fisik lapangan di siang hari untuk menghindari cuaca panas bagi peserta. "PBB (latihan baris berbaris) ada teori dan praktik. Karena perubahan ini, praktiknya dilakukan pada pagi dan sore hari sehingga menghindari sengatan panas," tutur dia.

2. Makan siang dilakukan bersama dan diwarnai yel-yel

Kegiatan pemberian materi di dalam kelas bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di Pusat Pendidikan Kesehatan Puskesad, Kramat Jati, Jakarta Timur. (IDN Times/Santi Dewi)

Memasuki pukul 12.30 WIB, mereka makan siang bersama. Makan dilakukan di lantai bawah dari barak mereka. Para calon manajer kopdes berjalan kaki dengan berbaris untuk menuju ke barak. Lalu, saat berjalan, para calon manajer kopdes melantunkan yel-yel yang sudah dilatih bersama.

Ketika memasuki ruang makan, para calon manajer kopdes mengucapkan kalimat sandi 'izin masuk, SPPI!' Mereka kemudian duduk dan menunggu aba-aba untuk bisa makan bersama.

Menu makan siang hari itu terlihat menggugah selera. Mulai dari rendang, telur balado, hingga capcay. Sebagai menu makanan penutup, masing-masing peserta diberikan buah jeruk.

Para peserta selesai makan siang pada pukul 12.50 WIB dan melanjutkan materi di dalam kelas. Para peserta SPPI kemudian kembali ke barak pada pukul 17.00 WIB lalu mandi.

Kemudian pukul 19.30 WIB hingga pukul 20.00 WIB, mereka mengikuti apel malam. "Setelah itu, mereka beristirahat," tutur dia.

Meski begitu, sebagian dari mereka memanfaatkan waktu istirahat itu untuk melakukan aktivitas lain seperti mencuci baju. Namun, para pelatih mengecek kembali ke barak pukul 22.00 WIB.

"Kami pastikan mereka sudah beristirahat total dan tak ada aktivitas di barak," katanya.

3. Latihan militer dan taktis dihapuskan

Komandan Satdik Pusdikkes Puskesad, Letnan Kolonel Ckm Said Jauhari (kedua dari kiri) ketika memberikan keterangan. (IDN Times/Santi Dewi)

Komandan Satuan Pendidikan Kesehatan Pusat Kesehatan TNI AD, Letnan Kolonel Ckm Said Jauhari menambahkan, hal lain yang disesuaikan usai kejadian lima calon manajer kopdes meninggal yakni latihan militer dan taktis dihapus. Kegiatan pengenalan senjata pun ditiadakan. Maka, kegiatan yang berlangsung di lapangan hanya baris-berbaris atau penghormatan militer.

"Itu untuk melatih kekompakan dan kedisiplinan mereka," tutur dia.

Selain itu, Pusat Pendidikan Puskes TNI AD dekat dengan fasilitas rumah sakit. Sehingga bagi peserta yang mengeluhkan terjadi penurunan kesehatan bisa langsung dilarikan ke sana.

"Terkait data-data kesehatan, kami sudah cek semua data kesehatannya. Sebagai contoh, ditemukan di sini ada dua orang yang mengeluhkan anemia. Maka itu, kami dampingi secara ketat. Dua orang peserta selalu didampingi personel kami," katanya.

Peserta yang memiliki riwayat penyakit pun tidak diikutkan dalam kegiatan fisik apapun. "Jadi, untuk kesehatan, memang sesuai arahan pimpinan, ini merupakan prioritas kami," imbuhnya.

Editorial Team

Related Article