Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno mendorong penurunan ambang batas parlemen serendah-rendahnya. PAN bersikukuh ambang batas parlemen harus diturunkan hingga 0 persen meski mayoritas fraksi di parlemen menolak usulan itu.
PDIP, PKS, Golkar hingga PKB menilai ambang batas parlemen masih dibutuhkan sebagai alat menjaga stabilitas politik sehingga tidak terjadi bottleneck dalam pengambilan keputusan di DPR RI.
Menurut Eddy, ketentuan ambang batas parlemen empat persen pada Pemilu 2024 telah membuat 16 juta suara masyarakat terbuang sia-sia karena partai yang dipilih tidak lolos ambang batas.
"Tentu kita dari awal sudah berpandangan bahwa ambang batas parlemen itu serendah-rendahnya syukur-syukur ditiadakan, karena kita lihat di tahun 2024 saja pada pemilu itu ada sekitar 16 juta suara yang akhirnya tidak terwakili," kata Eddy di Gedung DPR, Jakarta, dikutip Jumat (5/2/2026).
