Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago mengaku, pernah menolak tawaran gelar Datuk Minangkabau.
Menurut Djamari, tawaran gelar kehormatan adat itu datang dari sejumlah tetua adat Sumatra Barat setelah ia dilantik menjadi menteri pada 2025.
"Begitu saya dilantik menjadi Menko Polkam datanglah yang namanya Tetua Adat dari Sumatra Barat. Mereka datang ke kantor dan menawarkan saya untuk dijadikan Datuk," ujarnya dalam potongan video yang viral di media sosial, dikutip pada Rabu (11/3/22026).
Namun Djamari merasa kecewa. Ia menilai para tetua adat baru mengenalnya sebagai orang Minang setelah ia menjabat sebagai menteri.
"Saya ini orang Minang dari dulu. Bahkan, saya pasang nama Chaniago sejak taruna. Kenapa baru sekarang orang Minang kenal saya?" katanya sambil menyindir para tetua.
Lebih mengejutkan, Djamari menyinggung pemberian gelar datuk kepada seorang jenderal polisi yang kemudian terjerat kasus narkoba. Meski tidak menyebut nama, sosok itu adalah mantan Kapolda Sumatra Barat Irjen Teddy Minahasa, yang kini divonis penjara seumur hidup.
