Ilustrasi seseorang berdoa (pexels.com/Zeynep Sude Emek)
Persiapan terbaik menyambut Ramadan dimulai dari doa. Sejak bulan Rajab dan Sya’ban, umat Muslim dianjurkan memohon agar diberi umur panjang, kesehatan, dan kesempatan beribadah dengan maksimal.
Salah satu doa yang kerap diamalkan adalah:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Allâhumma bârik lanâ fî Rajaba wa Sya’bâna wa ballighnâ Ramadhâna.
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadan.”
Selain itu, para ulama terdahulu juga memanjatkan doa agar Ramadan dijalani dengan baik dan amalnya diterima. Doa ini dinukil dalam kitab Lathaif Al-Ma’arif karya Ibnu Rajab Al-Hanbali:
اللَّهُمَّ سَلِّمْنِيْ لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِيْ وَتَسَلَّمْهُ مِنِّيْ مُتَقَبَّلًا
Artinya: “Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadan, antarkanlah Ramadan kepadaku, dan terimalah seluruh amal ibadahku di bulan Ramadan.”
Ketika hilal terlihat, Rasulullah SAW juga membaca doa:
اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ
Artinya: “Ya Allah, terbitkanlah bulan sabit itu kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan dan Islam. Rabbku dan Rabbmu adalah Allah.” (HR. Tirmidzi).
Tak kalah penting, doa memohon ampunan yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Memaafkan dan mencintai permohonan maaf, maka maafkanlah aku.”
Doa-doa ini menjadi fondasi spiritual agar hati benar-benar siap menyambut bulan penuh rahmat.