Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Yanuar Prihatin, mencurigai usulan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) soal opsi penundaan Pilkada 2024 masih terkait perpanjangan masa jabatan presiden tiga periode.
Dia juga menduga, usulan Bawaslu itu masih dalam serangkaian kontroversi yang pernah menghebohkan jelang Pemilu 2024, di antaranya aturan dapil, sistem proporsional pemilu, konflik internal parpol, hingga kasus hukum yang menimpa mantan Menkominfo Johnny G Plate.
Hal itu lantaran Bawaslu selama ini tidak pernah mengusulkan tunda pilkada dalam agenda rapat bersama DPR. Namun, secara mengejutkan justru menyampaikan hal itu dalam forum resmi, dalam rapat koordinasi kementerian dan lembaga negara yang diselenggarakan Kantor Staf Presiden (KSP).
"Selama ini kan beberapa kali RDP gak ada usulan itu. Kok tiba-tiba disampaikan di luar. Ini ada apa gitu? Sehingga ya mohon maaf saya menduga, ini gagasan masih dalam rangkaian ide-ide kontroversial yang sebelumnya pernah ada," kata Yanuar saat dihubungi IDN Times, Selasa (18/7/2023).
"Ini kan masih dalam satu rangkaian apa rangkaian kontroversi. Saya menduga ini jangan-jangan masih ada kaitan, nanti habis ini apa lagi?," lanjut dia.
.jpg)