Bantuan pangan dari Presiden Prabowo Subianto. (IDN Times/Larasati Rey)
Alex mengatakan, bantuan pangan tersebut sedianya telah diputuskan dalam rapat High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (HLM TPIP) tanggal 29 Januari 2026 lalu, di Jakarta. Namun, hingga hari ini belum cair.
Rapat yang dipimpin Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian disepakati, penyaluran Bapang beras dan minyak goreng dilakukan sekali salur untuk alokasi 2 bulan, yakni Februari dan Maret 2026.
Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diperbanyak dengan menyasar masyarakat desil I sampai IV, seperti halnya pada penerima program Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra).
Adapun, jumlah KPM Bapang tahun 2026 ini diperbanyak hingga 81,9 persen dari jumlah KPM program serupa sebelumnya, yang berada di angka 18,2 KPM setiap bulannya.
Secara kuantitas, untuk penyaluran 2 bulan sekaligus tersebut, Bulog sebagai pihak yang mendapat tugas untuk menyalurkan, akan mengeluarkan stok beras sebanyak 664,8 ribu ton dan minyak goreng 132,9 ribu kiloliter.
Demi pelaksanaan program pro-rakyat tersebut, anggaran yang disiapkan pemerintah mencapai Rp11,92 triliun.
“Beras seberat 10 kg beserta minyak goreng 2 liter per bulan itu, tentunya akan mampu meredam gejolak harga di bulan Ramadan, terlebih hari raya Idul Fitri 1447 H/2026 M makin dekat. Bapang ini tentunya sangat ditunggu calon penerima. Jangan biarkan KPM menunggu janji pemerintah dalam waktu lama,” kata Ketua DPD PDIP Sumatra Barat itu.