Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
DPR: Korban Penyekapan di Bandung Harus Dapat Pemulihan Maksimal
Ilustrasi kekerasan perempuan. (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Anggota DPR Netty Prasetiyani menyoroti kasus penyekapan YTR di Bandung dan menegaskan pentingnya pemulihan kesehatan fisik serta mental korban secara menyeluruh dengan dukungan penuh dari negara.
  • Netty mendesak Kementerian Kesehatan menyediakan layanan rehabilitasi lengkap bagi YTR, termasuk pendampingan psikologis berkelanjutan agar korban dapat pulih total tanpa hambatan administratif maupun biaya.
  • Polda Jabar berhasil menangkap Taufik Hidayat, pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR, di wilayah Majalaya setelah sempat kabur dan berpindah tempat selama proses pengejaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada kakak perempuan namanya YTR yang disekap dan disakiti sama pacarnya, Taufik, di Bandung selama lama banget. Sekarang Taufik sudah ditangkap polisi. Kakak YTR sakit badannya dan susah ngomong, matanya juga terganggu. Bu Netty dari DPR bilang YTR harus dirawat baik-baik biar sembuh dan nggak sedih lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani Aher mengaku sangat prihatin atas kasus penyekapan dan penganiayaan yang menimpa YTR di Kabupaten Bandung. Penyekapan yang diikuti tindak kekerasan itu dialami YTR selama tiga tahun. Pelaku merupakan kekasih YTR yang bernama Taufik Hidayat.

Netty menilai kasus penganiayaan yang dialami oleh YTR tak hanya menyisakan persoalan hukum. Peristiwa itu juga menghadirkan tantangan besar dalam pemulihan kesehatan korban yang membutuhkan perhatian penuh dari negara.

Menurut Netty, kecaman terhadap tindak kekerasan yang dilakukan oleh Taufik Hidayat tidak cukup. Fokus pemerintah kini juga harus diarahkan kepada pemulihan YTR.

"Perhatian kita tak boleh berhenti pada proses hukum. Yang tidak kalah penting adalah memastikan korban mendapatkan layanan kesehatan dan rehabilitasi yang optimal," ujar Netty di dalam keterangan pada Rabu (24/6/2026).

YTR ditemukan dalam kondisi memprihatinkan. Perempuan berusia 29 tahun itu mengalami gangguan mobilitas, kesulitan berbicara, gangguan penglihatan dan berbagai luka fisik yang diduga merupakan dampak kekerasan berkepanjangan.

1. Kemkes didesak beri fasilitas layanan kesehatan bagi korban

Ilustrasi kekerasan perempuan dan anak (IDN Times)

Lebih lanjut, politisi perempuan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mendesak Kementerian Kesehatan untuk memberikan layanan kesehatan yang dibutuhkan bagi korban. Dengan begitu, seluruh kebutuhan rehabilitasi korban dapat diberikan secara maksimal tanpa terkendala persoalan administratif maupun pembiayaan.

Netty juga menyoroti pentingnya pendampingan psikolog dan psikiater secara berkelanjutan. Ia menilai pemulihan trauma tak dapat diselesaikan hanya melalui pemeriksaan awal.

"Pemulihan trauma membutuhkan proses yang panjang hingga korban mampu kembali menjalani kehidupan secara normal," tutur dia.

Kesehatan mental korban, kata Netty, harus mendapat perhatian yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Ia mewanti-wanti pendampingan bagi YTR tidak boleh berhenti usai korban keluar dari rumah sakit.

"Pendampingan harus diberikan sampai kondisi korban benar-benar pulih," imbuhnya.

2. Sistem deteksi dini terhadap korban kekerasan harus diperkuat

Anggota komisi IX dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Netty Prasetiyani Aher. (Dokumentasi Istimewa)

Netty juga mengatakan peristiwa penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak untuk memperkuat sistem deteksi dini terhadap korban kekerasan. Terutama perempuan yang berada dalam situasi rentan dan terisolasi.

"Kasus yang baru terungkap setelah bertahun-tahun ini menunjukkan pentingnya jejaring perlindungan sosial dan layanan kesehatan yang lebih responsif terhadap tanda-tanda kekerasan. Jangan sampai korban harus menanggung penderitaan dalam waktu lama sebelum mendapatkan pertolongan," tutur dia.

Ia turut meminta seluruh pihak dapat mengawal proses pemulihan YTR secara serius dan memastikan hak korban atas kesehatan, keamanan dan masa depan yang lebih baik, dipenuhi.

3. Polda Jabar berhasil tangkap Taufik Hidayat di Majalaya

Pelaku penganiayaan perempuan Taufik Hidayat Diringkus di Majalaya dan dibawa ke Polda Jabar. IDN Times/Istimewa

Sebelumnya, polisi akhirnya berhasil menangkap tersangka Taufik Hidayat yang menjadi tersangka penuclikan dan penganiayaan seorang perempuan di Bandung berinisial YTR. Tersangka ditangkap di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung.

Video berisi Taufik sedang berada di dalam mobil pun viral sebelum polisi memberikan keterangan resmi di Polda Jabar. Penangkapan ini menjadi keberhasilan karena Taufik disebut kabur dan berpindah-pindah tempat setelah kasus penganiayaannya menjadi pemberitaan media massa dan publik ikut mengecam.

Awalnya kasus ini tidak begitu menojol karena hanya dianggap kasus penculikan biasa. Namun, setelah beredar video kondisi korban yang alami luka berat bahkan sampai YTR alami kebuataan dan menjalani perawatan di RSHS Bandung, berbagai elemen pemerintah langsung turun tangan termasuk kepolisian.

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan menuturkan, dalam pengejaran ini pelaku memang sering berpindah tempat. Pelarian Taufik berakhir di sebuah kawasan perumahan yang turut dihuni oleh kerabatnya.

Taufik memilih bersembunyi di perumahan itu lantaran ada orang yang ia kenal sehingga dianggap bisa lolos dari anggota kepolisian.

"Berdasarkan pengakuan, rumah di Griya Pesona tadi, Griya Pesona, itu rumah kerabatnya, ya. Dia meyakini bahwa itu tempat yang aman menurut yang bersangkutan, tersangka," ungkap Rudi ketika memberikan keterangan pers di Mapolda Jabar pada Selasa, 23 Juni 2026.

Editorial Team

Related Article