Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
DPR: Rekrutmen Manajer Koperasi Desa Harus Transparan, Jangan Ada Titipan
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto dalam agenda IDN Times Leadership Forum di kantor IDN HQ, Jakarta, Rabu (6/5/2026). (IDN Times/Herka Yanis)
  • Adisatrya Suryo Sulisto menegaskan rekrutmen 30.000 manajer Kopdes Merah Putih harus dilakukan secara transparan dan tidak instruktif dari pusat agar tetap menjunjung semangat kemandirian koperasi.
  • Ia menekankan pentingnya memilih calon manajer yang memiliki passion dalam memajukan ekonomi kerakyatan serta menghindari praktik non-profesional atau titipan politik dalam proses seleksi.
  • Adisatrya mengingatkan perlunya memahami aspek budaya dan sosial lokal agar koperasi benar-benar berfungsi sebagai badan usaha milik warga, bukan sekadar perpanjangan tangan birokrasi pusat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada rencana mau cari tiga puluh ribu orang buat jadi manajer koperasi di desa. Pak Adisatrya bilang carinya jangan dari pusat saja, tapi harus jujur dan terbuka. Katanya orang yang dipilih harus semangat bantu ekonomi rakyat. Ia takut kalau caranya tertutup nanti bisa ada orang pilih teman sendiri. Sekarang ia minta supaya semua daerah ikut pilih biar adil dan cocok sama budaya tempatnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto, berharap rencana rekrutmen 30.000 manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di bawah naungan PT Agrinas Pangan Nusantara, tidak dilakukan secara instruktif dari pusat. Hal ini agar tetap mengedepankan prinsip dasar koperasi yang seharusnya berbasis kemandirian.

Adisatrya menyoroti keterlibatan masyarakat lokal merupakan kunci keberhasilan koperasi di daerah. Menurut anggota Fraksi PDIP itu semangat koperasi sejati adalah pergerakan dari bawah ke atas, bukan sebaliknya.

"Karena ya semangat koperasi itu kan sebenarnya bottom up ya, bukan top down, gak bisa by instruksi," ujar Adisatrya saat ditemui di kantor IDN HQ, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

1. Cari orang dengan gairah majukan ekonomi kerakyatan

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto dalam agenda IDN Times Leadership Forum di kantor IDN HQ, Jakarta, Rabu (6/5/2026). (IDN Times/Herka Yanis)

Adisatrya menyebutkan proses pencarian manajer ini harus melibatkan orang-orang yang memiliki gairah nyata dalam memajukan ekonomi kerakyatan.

"Dipilih juga orang yang memang punya passion menjalankan koperasi," kata dia.

2. Dampak jika rekrutmen dilakukan secara tertutup dan tersentralisasi

Koperasi Desa Merah Putih di Desa Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Lebih lanjut, Adisatrya mengkhawatirkan adanya dampak jika rekrutmen dilakukan secara tertutup dan tersentralisasi. Dia mewaspadai adanya praktik-praktik non-profesional yang dapat merusak kualitas sumber daya manusia di tingkat desa.

Adisatrya juga meminta pemerintah agar tidak ada celah bagi oknum tertentu, untuk memasukkan personel berdasarkan kedekatan politik atau kelompok.

"Ya jadi ini sudah pernah saya sampaikan bahwa rekrutmen ini juga harus jelas, harus transparan, tidak boleh sarat dengan kepentingan kelompok, jangan ada titipan-titipan ya," kata Adisatrya.

3. Pahami aspek budaya dan sosial

Koperasi Desa Merah Putih Metuk, Mojosongo, Boyolali. (IDN Times/Bandot Arywono)

Adisatrya juga mengingatkan pemahaman terhadap kondisi daerah sangat krusial. Jika pusat mendominasi tanpa mempertimbangkan aspek budaya dan sosial setempat, Koperasi Merah Putih berisiko gagal berfungsi sebagai badan usaha milik warga.

"Jangan semuanya dari pusat yang gak memahami aspek, mungkin kulturalnya di situ seperti apa ya kan, ini juga harus diperhatikan," katanya.

Dia menekankan rekrutmen lokal akan memastikan manajer memiliki kontribusi nyata bagi kemajuan wilayahnya sendiri, sehingga koperasi tidak hanya menjadi perpanjangan tangan birokrasi pusat semata.

Editorial Team