Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Prabowo Sebut Koperasi Desa Merah Putih Hasilkan Jutaan Lapangan Kerja

Prabowo Sebut Koperasi Desa Merah Putih Hasilkan Jutaan Lapangan Kerja
Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Cilacap, Jawa Tengah, pada Rabu (29/4/2026). (YouTube/Sekretariat Presiden)
Intinya Sih
  • Presiden Prabowo menyebut program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih berpotensi menciptakan jutaan lapangan kerja di seluruh Indonesia.
  • Prabowo menjelaskan, 30 ribu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dapat menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja, sementara 80 ribu koperasi bisa menambah lebih dari 1,4 juta pekerjaan.
  • Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk mengalokasikan dana hasil penghematan dari pemberantasan korupsi langsung kepada rakyat melalui berbagai program ekonomi dan sosial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bisa menghasilkan jutaan lapangan kerja. Prabowo mengatakan, apabila nantinya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah mencapai 30 ribu, bisa menyerap 1,5 juta tenaga kerja.

"Satu dapur menciptakan 50 orang bekerja. Kalau nanti sudah berjalan 30 ribu, dapur (SPPG), artinya 1,5 juta orang bekerja," ujar Prabowo dalam pidatonya saat Groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional tahap II di Cilacap yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (29/4/2026).

Kemudian, Prabowo menargetkan membuat 80 ribu Kooperasi Merah Putih di seluruh Indonesia. Menurutnya, jumlah pekerja di masing-masing koperasi bisa mencapai 18 orang.

Artinya, bila merujuk pada 80 ribu Koperasi Merah Putih yang menjadi target Prabowo, di atas kertas program itu bisa menghasilkan 1,44 juta lapangan pekerjaan.

"Koperasi Merah Putih akan ada 81 ribu, satu koperasi mempekerjakan 18 orang. 80 ribu kali 18, Anda hitung sendiri, 1 juta sekian juga lebih," ucap dia.

Selain itu, ada juga program perumahan rakyat dan desa nelayan. Prabowo ingin pemerintahannya mengeluarkan anggaran yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.

"Apa yang salah kalau Presiden Republik Indonesia dan pemerintah yang dia pimpin ingin menggelontor uang kepada rakyatnya sendiri? Yang salah apa? Uang ini adalah uang yang kita hemat dari korupsi. Uang yang tadinya pasti dikorupsi kita tahan, kita realokasi, kita gelontorkan ke rakyat. Salahnya apa? Saya merasa saya berada di jalan yang benar, kita berada di jalan yang benar, kita berada di pihak rakyat Indonesia," ujar dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta
Follow Us

Related Articles

See More