Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dua ASN yang Gugur Padamkan Karhutla Bromo Dapat Penghargaan Anumerta
Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh diwawancarai Manajemen Talenta Instansi Pemerintah Daerah se-Wilayah Sulawesi Selatan di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (7/5/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
  • Dua ASN BBTNBTS, Sukaris dan Hendra Rony Wagiyanata, meninggal saat memadamkan karhutla di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pada 15 Oktober 2026.

  • Kebakaran bermula dari lahan masyarakat pada 14 Oktober dan meluas ke taman nasional; angin kencang menghambat pemadaman, sementara Hendra sempat dirawat akibat luka bakar serius.

  • BKN memastikan penghargaan dan hak keluarga, termasuk kenaikan pangkat anumerta, pensiun, santunan, biaya pemakaman, serta beasiswa; BKN juga menekankan perlindungan petugas lapangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
14 Oktober 2026

Kebakaran bermula dari lahan masyarakat dan meluas ke kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Angin kencang menghambat proses pemadaman.

Kamis (15/10/2026)

ASN Sukaris dan Hendra Rony Wagiyanata gugur saat menjalankan tugas pemadaman karhutla di kawasan taman nasional.

Minggu (18/10/2026)

BKN menyampaikan duka cita dan menegaskan negara akan memberikan penghargaan serta memenuhi hak kepegawaian kedua ASN dan keluarga mereka.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BKN menyatakan akan memberikan penghargaan dan memenuhi hak kepegawaian bagi Sukaris dan Hendra Rony Wagiyanata, dua ASN BBTNBTS yang gugur saat menangani kebakaran hutan dan lahan.
  • Who?
    Sukaris dan Hendra Rony Wagiyanata merupakan ASN Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Kepala BKN Zudan menyampaikan komitmen negara terkait penghargaan dan hak keluarga keduanya.
  • Where?
    Keduanya bertugas dalam pemadaman kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur. Kebakaran dilaporkan bermula dari lahan masyarakat sebelum meluas ke taman nasional.
  • When?
    Kebakaran mulai terjadi pada 14 Oktober 2026. Sukaris dan Hendra gugur saat bertugas pada Kamis, 15 Oktober 2026. Pernyataan BKN disampaikan pada Minggu, 18 Oktober 2026.
  • Why?
    Penghargaan dan pemenuhan hak diberikan karena keduanya gugur dalam menjalankan tugas negara menangani karhutla. BKN juga menekankan perlindungan petugas lapangan dalam operasi berisiko tinggi.
  • How?
    Hak yang disebut mencakup kenaikan pangkat anumerta, pensiun janda atau duda sesuai syarat, santunan kecelakaan kerja, uang duka tewas, biaya pemakaman, dan beasiswa ahli waris sesuai ketentuan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sukaris dan Hendra Rony adalah petugas yang membantu memadamkan api di Taman Nasional Bromo. Api dari lahan warga membesar karena angin kencang. Sukaris meninggal saat bekerja. Hendra terluka bakar, dirawat, lalu meninggal. BKN akan memberi penghargaan dan bantuan untuk keluarga mereka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penghargaan anumerta dan pemenuhan hak bagi Sukaris serta Hendra Rony Wagiyanata menunjukkan pengakuan negara terhadap pengabdian ASN di tengah tugas berisiko tinggi. Perhatian pada keluarga yang ditinggalkan, disertai penegasan perlunya mitigasi, peralatan memadai, dan prosedur keselamatan, mencerminkan upaya menghormati jasa mereka sekaligus memperkuat perlindungan petugas lapangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyampaikan duka cita atas gugurnya dua aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), yakni Sukaris dan Hendra Rony Wagiyanata. Keduanya meninggal dunia saat menjalankan tugas pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, pada Kamis (15/10/2026).

Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan, negara akan memberikan penghargaan dan memastikan hak kepegawaian kedua ASN beserta keluarga yang ditinggalkan terpenuhi sesuai ketentuan.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar BKN, saya menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya almarhum Sukaris dan Hendra Rony Wagiyanata dalam menjalankan tugas negara. Pengabdian keduanya merupakan wujud dedikasi aparatur dalam menjaga kelestarian alam Indonesia,” ujar Zudan, dikutip dari siaran pers, Minggu (18/10/2026).

1. Kronologi gugurnya dua ASN

ilustrasi pemadam kebakaran (pexels.com/avid Iloba)

Berdasarkan informasi awal dari BBTNBTS, kebakaran bermula dari lahan masyarakat yang terjadi pada 14 Oktober 2026 dan meluas hingga ke kawasan taman nasional.

Api yang terus menyala disertai hembusan angin kencang, menyebabkan proses pemadaman terhambat dan sulit dilakukan.

“Sukaris meninggal dunia saat bertugas, sedangkan Hendra sempat menjalani perawatan akibat luka bakar serius sebelum akhirnya meninggal dunia,” kata Zudan.

2. Negara beri penghargaan bagi dua ASN yang gugur

Petugas Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT Wirakarya Sakti (WKS) beristirahat di tengah upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Jumat (28/8/2026). (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

Zudan menegaskan, negara berkomitmen untuk memberikan penghargaan serta memenuhi seluruh hak kepegawaian bagi kedua ASN yang gugur saat menjalankan tugas. Komitmen tersebut juga mencakup pemenuhan hak bagi keluarga yang ditinggalkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bentuk penghargaan yang diberikan meliputi kenaikan pangkat anumerta satu tingkat lebih tinggi, hak pensiun janda atau duda bagi yang memenuhi persyaratan sebagai PNS, santunan kematian akibat kecelakaan kerja, uang duka tewas, biaya pemakaman, serta bantuan beasiswa bagi ahli waris sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Pemenuhan hak tersebut merupakan bentuk tanggung jawab negara sekaligus penghargaan atas pengabdian ASN,” ujar dia.

3. Tekankan pentingnya perlindungan bagi petugas

Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh saat ditemui di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Senin (24/8/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Zudan mengatakan, perlindungan terhadap aparatur yang bertugas di lapangan harus menjadi perhatian utama, terutama dalam pelaksanaan operasi penanganan bencana yang memiliki risiko tinggi.

Oleh karena itu, diperlukan penguatan mitigasi risiko, penyediaan peralatan yang memadai, serta penerapan prosedur keselamatan kerja dalam operasi penanganan bencana untuk meminimalkan potensi bahaya dan memastikan keselamatan para petugas.

“Penghormatan setinggi-tingginya atas pengabdian almarhum Sukaris dan Hendra Rony Wagiyanata. Semoga keduanya mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ucap Zudan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article