Jakarta, IDN Times - Gelombang dukungan publik terus mengalir bagi massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2026). Warga dari berbagai sudut ibu kota berbondong-bondong menyalurkan bantuan logistik guna mendukung aksi menyuarakan aspirasi rakyat tersebut.
Bantuan yang berdatangan didominasi pasokan makanan dasar seperti mi instan dan puluhan karton air mineral. Pengiriman logistik tersebut dilakukan melalui layanan ojek daring hingga diantar langsung oleh warga ke titik aksi.
"Logistik ini dikirim oleh warga dari Mampang, Kota Bambu, hingga Jakarta Timur, bahkan ada yang dari daerah luar Jakarta. Alhamdulillah, dukungan terus mengalir," ungkap salah satu peserta aksi AMPB yang menerima bantuan di lokasi, Sabtu (22/8/2026).
Pantauan IDN Times, massa aksi bersama kendaraan komando terpantau tiba di area unjuk rasa sekitar pukul 11.10 WIB.
Tak jauh dari massa aksi, tampak puluhan aparat kepolisian baik yang berseragam maupun tidak menjaga sekitar lokasi aksi. Sejumlah polisi dengan atribut Brimob juga bersiaga. Mereka memasang blokade di depan Gedung DPR dengan pembatas jalan berwarna oranye.
Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, menjelaskan posko utama aksi di depan Gedung DPR RI telah disiapkan sejak Jumat (21/8) sebagai penopang gerakan menuju aksi puncak pada 27 Agustus 2026. Namun, pihaknya memilih menggeser lokasi posko sementara guna mengantisipasi gesekan dengan kelompok demonstran lain.
"Di lokasi ada massa mahasiswa, pendukung Prabowo, hingga kelompok isu Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat diimbau membubarkan diri oleh petugas mereka menolak karena ingin ikut mendirikan posko seperti AMPB," tutur Supriyono.
Guna menjaga keamanan bersama, AMPB sepakat memindahkan pusat koordinasi ke kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta. Kendati posko bergeser, Supriyono memastikan aksi simpatik akan terus digelar secara konsisten setiap hari mulai pagi hingga pukul 17.00 WIB hingga gelombang aksi puncak mendatang.
Kedatangan rombongan AMPB dari Jawa Tengah ke Jakarta ditujukan untuk memperkuat konsolidasi gerakan yang sebelumnya diinisiasi oleh elemen masyarakat Jakarta dan Bogor. Posko yang didirikan berfungsi sebagai ruang dialog dan titik kumpul massa lintas daerah.
Botok memastikan setiap hari mulai pagi hingga sekitar pukul 17.00 WIB akan rutin menggelar aksi hingga puncaknya pada 27 Augustus 2026 mendatang.
Dalam keterangannya, AMPB menegaskan membawa dua tuntutan utama pasca-aksi mereka di DPRD Kabupaten Pati. Pertama, mendesak DPR RI untuk segera mengesahkan RUU Perampasan Aset Koruptor. Kedua, menuntut pemberlakuan hukuman mati bagi para pelaku tindak pidana korupsi.
“Karena korupsi ini merusak bangsa ini, ya. Korupsi ini penjajah di bangsa ini. Karena korupsi juga masyarakat Indonesia menderita ya, terjadi kesenjangan sosial yang sangat luar biasa,” kata Botok.
