Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) periode 2011 hingga 2013, Laksamana Muda (Purn) Soleman B. Ponto meragukan aktivis KontraS, Andrie Yunus dijadikan target operasi BAIS. Sebab, berdasarkan pengalamannya memimpin BAIS, maka target operasi akan dieliminasi. Andrie tak akan bisa kembali dalam keadaan hidup.
"Jadi, kalau BAIS sudah menurunkan operasi khusus untuk Andrie, maka Andrie itu sudah tidak pulang ke rumah, tinggal nama," ujar Ponto ketika berbincang di program 'Ngobrol Seru' by IDN Times dan dikutip dari YouTube IDN Times pada Jumat (3/4/2026).
"Saya pernah pimpin BAIS. Kalau saya menyiapkan operasi khusus untuk Andrie, maka Andrie akan hilang. Tidak begini jadinya," imbuhnya.
Dalam peristiwa yang menimpa Andrie, Ponto meyakini operasi tersebut tak diketahui oleh Kabais Letjen Yudi Abrimantyo. Meskipun belakangan Yudi mundur dari jabatannya sebagai Kabais.
"Ini lebih banyak anak-anak di bawah (prajurit level bawah) yang melakukannya," kata purnawirawan pati dari TNI Angkatan Laut (AL) tersebut.
