Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Era AI, Mendikdasmen Tekankan Guru sebagai Agen Peradaban
Mendikdasmen Abdul Mu'ti bicara mengenai sistem pembelajaran di daerah terdampak Karhutla Kalimantan. (IDN Times/Amir Faisol)
  • Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan guru bukan sekadar agen pembelajaran, melainkan agen peradaban yang membangun karakter dan komitmen saling memuliakan.

  • Kemendikasmen berkomitmen membangun budaya sekolah aman dan nyaman, dengan nilai toleransi, keterbukaan, penerimaan perbedaan, serta keterampilan sosial untuk hidup bersama.

  • Di tengah kemajuan AI, guru dinilai tetap tak tergantikan sebagai teladan hubungan antarmanusia, terutama dalam masyarakat majemuk yang membutuhkan kerja sama lintas perbedaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2025

UNESCO dalam Digital Learning Week di Paris menyimpulkan peran guru dalam hubungan antarmanusia tidak akan tergantikan oleh AI.

2 Oktober 2026

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menekankan guru sebagai agen peradaban dalam webinar LKLB. Ia menyatakan pendidikan perlu membekali murid dengan keterampilan sosial dan budaya sekolah yang aman serta nyaman.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Mendikdasmen Abdul Mu’ti menekankan guru berperan sebagai agen peradaban, bukan sekadar agen pembelajaran, dalam membangun karakter serta budaya sekolah aman dan nyaman.
  • Who?
    Abdul Mu’ti, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktur Eksekutif Institut Leimena Matius Ho, guru, dan peserta didik menjadi pihak yang disebut dalam kegiatan tersebut.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan dalam Webinar Internasional Seri Literasi Keagamaan Lintas Budaya bertema pendidikan bermutu, yang dilaporkan berlangsung dari Jakarta.
  • When?
    Abdul Mu’ti menyampaikan pernyataan itu pada Jumat malam, 2 Oktober 2026.
  • Why?
    Peran guru ditekankan untuk membangun peradaban, karakter, toleransi, keterbukaan, kerja sama, dan hubungan antarmanusia di tengah kemajuan kecerdasan buatan.
  • How?
    Kemendikdasmen berkomitmen membangun budaya sekolah aman dan nyaman; guru didorong menjadikan sekolah ruang pertemuan murid berlatar belakang berbeda serta membekali mereka keterampilan sosial.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pak Abdul Mu’ti bilang guru itu sangat penting di sekolah. Guru mengajari anak-anak supaya baik, rukun, dan mau berteman dengan yang berbeda. Pemerintah ingin sekolah aman dan nyaman. Walau ada AI yang pintar, guru tetap tidak bisa diganti karena guru memberi contoh cara manusia saling menghargai dan bekerja sama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah kemajuan AI, penekanan pada guru sebagai teladan hubungan antarmanusia menempatkan pendidikan pada fondasi yang tetap relevan: pembentukan karakter. Upaya membangun budaya sekolah yang aman, terbuka, dan menerima perbedaan memberi ruang bagi murid untuk mengasah toleransi, keterampilan sosial, serta kemampuan bekerja sama secara alami.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan guru adalah figur sentral yang menjadi teladan bagi murid-muridnya. Untuk mendukung peran guru, Kemendikasmen sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen membangun budaya sekolah aman dan nyaman.

Penyebutan istilah “budaya” dipakai secara sengaja, menunjukkan di dalam sekolah terdapat nilai dan perilaku yang mencerminkan sikap toleran, terbuka, dan penerimaan terhadap mereka yang berbeda.

"Guru punya peran yang lebih tinggi dari sekadar agent of learning, tapi menjadi agent of civilization, menjadi agen dalam membangun peradaban. Substansi pendidikan itu adalah membangun peradaban, membangun karakter, sehingga yang utama manusia memiliki sikap dan kepribadian, serta memiliki komitmen saling memuliakan antara satu dengan lainnya,” kata Mu'ti dalam Webinar Internasional Seri Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) bertema “Pendidikan Bermutu untuk Semua: Peran Guru dalam Mewujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman”, Jumat, 2 Oktober 2026 malam.

1. Pendidikan perlu melengkapi peserta didik keterampilan sosial

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, dalam Webinar Internasional Seri Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) dalam rangka menyambut Hari Guru Nasional dan Hari Guru Sedunia yang diadakan oleh Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen RI dan Institut Leimena, Jumat (2/10/2026) malam.

Menurut Mendikdasmen, guru dapat menciptakan lingkungan sekolah sebagai meeting point dan melting point, yaitu tempat murid dari latar belakang berbeda bertemu dan dibentuk secara edukatif dan alamiah, untuk bersikap toleran, terbuka, serta siap bekerja sama.

"Pendidikan perlu melengkapi peserta didik dengan keterampilan sosial agar mampu berinteraksi dengan mereka yang berbeda, seperti gagasan UNESCO, selaku badan PBB untuk pendidikan, tentang 'learning to live together'," katanya.

2. Sikap terbuka adalah wujud toleransi otentik

Siswa dan Guru SMP Negeri 2 Marioriwawo menyambut bantuan sumur bor dari TJSL PLN UID Sulselrabar yang kini memenuhi kebutuhan air bersih dan mendukung kenyamanan aktivitas di sekolah. (Dok. PLN UID Sulselrabar)

Selain itu, sikap terbuka adalah wujud toleransi otentik yang memiliki lima dimensi; meyakini kebenaran agama sendiri, menyadari perbedaan agama di lingkungannya, penerimaan terhadap perbedaan, sikap toleransi, dan kerja sama antaragama berdasarkan kesamaan nilai, ajaran, dan visi untuk kehidupan aman, damai, dan sejahtera.

“Ini sejalan dengan apa yang selama ini dilakukan LKLB (Literasi Keagamaan Lintas Budaya) dan Kementerian,” kata Mendikdasmen.

3. Guru tidak akan tergantikan oleh AI

ilustrasi teknologi artificial intelligence (AI) (pixabay.com/sujins)

Senada dengan itu, Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho, mengatakan di tengah kekhawatiran banyak pekerjaan akan digantikan kecerdasan buatan, peran guru semakin dibutuhkan sebagai teladan dalam hubungan antarmanusia di tengah masyarakat majemuk.

UNESCO dalam Digital Learning Week 2025 di Paris, menyimpulkan salah satu peran guru yang tidak akan tergantikan AI adalah dalam hal hubungan antarmanusia.

“Dimensi hubungan antar manusia ini menjadi semakin penting di tengah kemajuan AI, karena pengetahuan yang bertambah pesat tidak berarti dengan sendirinya hubungan antarmanusia juga akan bertambah baik dengan pesat,” kata Matius.

Curated For You

Editorial Team

Related Article