Comscore Tracker

Berkat Komitmennya, Madiun Raih Penghargaan Kota Layak Anak Nindya

Ini membuktikan bahwa Madiun ramah dan layak untuk anak

Jakarta, IDN Times - Sederet program dan inovasi Pemkot Madiun dalam melindungi hak anak diganjar penghargaan bergengsi. Tahun ini, Kota Madiun sukses menyabet predikat Kota Layak Anak (KLA) Nindya. Naik kelas dari kategori Madya yang disandang sejak 2019.

"Ini membuktikan bahwa Kota Madiun ramah dan layak untuk anak," ungkap Wali Kota Madiun Maidi.

Kota Madiun pertama kali menyabet KLA Pratama pada 2017. Kategori tersebut sukses dipertahankan hingga pada 2019 Kota Pendekar mampu meraih KLA Madya. Wali Kota Maidi menyebut, pihaknya terus menelurkan sederet program dan kebijakan yang ramah anak.

Salah satu contohnya, pemenuhan fasilitas ramah anak seperti taman baca di alun-alun dan ruang terbuka hijau (RTH) lain. "Kami juga programkan sudut baca dan tempat bermain bagi anak-anak di rumah sakit atau mal. Semua gratis," sebutnya.

1. Pembangunan berkelanjutan di Kota Madiun selalu bertujuan melindungi hak anak

Berkat Komitmennya, Madiun Raih Penghargaan Kota Layak Anak NindyaWali Kota Madiun Maidi menghadiri pelaksanaan penilaian Kota Layak Anak tingkat Nasional kembali bergulir (31/5) (Instagram/pemkotmadiun_)

Orang nomor satu di Kota Pendekar itu menegaskan, pembangunan berkelanjutan di Kota Madiun selalu bertujuan melindungi hak anak. Untuk hidup dengan sehat, serta bertumbuh dan berkembang dengan baik.

"Kita terus kebut. 2019 dapat Madya, lalu tahun ini Nindya. Saya kira tidak sulit menuju KLA Utama," kata Maidi.

Salah satu tantangan untuk bisa menyabet KLA Utama, yakni mensterilkan Kota Madiun dari paparan asap rokok. Seluruh area terbuka di Kota Pendekar juga wajib steril dari reklame rokok. Wali Kota optimistis Kota Madiun mampu naik kelas menggapai kategori puncak dari predikat KLA tersebut.

"Kami akan koordinasikan. Memang konsekuensinya, pendapatan dari reklame akan turun. Namun, ini penting agar Kota Madiun semakin ramah anak," pungkasnya.

Baca Juga: Atasi Pandemik COVID-19, Pemkot Madiun Jalankan Rangkaian Kebijakan 

2. Wali Kota Maidi: Kota Madiun sudah komitmen untuk menjadi Kota Layak Anak

Berkat Komitmennya, Madiun Raih Penghargaan Kota Layak Anak NindyaWali Kota Madiun Maidi beserta jajaran menggelar rapat koordinasi (Instagram/@pemkotmadiun_)

Sebelumnya, Wali Kota Madiun sempat memaparkan berbagai inovasi yang telah dilakukan untuk mendukung program Kota Layak Anak pada pelaksanaan  penilaian Kota Layak Anak tingkat Nasional kembali bergulir, di Gedung GCIO Diskominfo Kota Madiun, Senin (31/5).

“Saya sampaikan ke dewan juri, ada atau tidak ada penilaian, Kota Madiun sudah komitmen untuk menjadi Kota Layak Anak. Maka, semua kebutuhan anak mulai dari kandungan, sampai lahir, hingga menjelang dewasa kami penuhi,” tuturnya saat diwawancarai setelah acara.

3. Program dan inovasi Pemkot Madiun mendukung tumbuh kembang anak

Berkat Komitmennya, Madiun Raih Penghargaan Kota Layak Anak NindyaHadiri Konferensi PGRI, Wali Kota Maidi ajak guru tingkatkan kemajuan pendidikan Kota Madiun (Instagram/@pemkotmadiun_)

Sejumlah inovasi yang dilaksanakan Pemkot Madiun untuk mendukung tumbuh kembang anak, di antaranya mengurangi angka stunting dan hamil risiko tinggi melalui program Pendekar Hati. Kemudian, pemenuhan sarana prasarana anak di fasilitas umum, Wi-Fi dan laptop gratis untuk menunjang pembelajaran, hingga edukasi orang tua jadi guru untuk membantu siswa menjalankan sekolah daring.

Lebih lanjut, Wali Kota Maidi mengatakan, berdasarkan piramida penduduk Kota Madiun saat ini angka usia produktif lebih banyak dibandingkan usia pengganti. Persentase anak-anak di Kota Madiun hanya 34 persen. Karena itu, generasi penerus ini harus unggul.

“Generasi yang sedikit ini harus cerdas. Maka, semua fasilitas di kota ini mengarah ke Kota Layak Anak. Supaya semua kebutuhannya terpenuhi,” jelasnya.

Wali kota pun optimis Kota Madiun tetap dapat mempertahankan predikat Kota Layak Anak. Apalagi, para juri juga memberikan apresiasi terhadap seluruh inovasi yang telah dilaksanakan oleh Pemkot Madiun. 

“Evaluasi tetap ada, akan kami benahi. Tapi, komitmen Kota Madiun sebagai Kota Layak Anak tetap kuat,” tandasnya. (WEB)

Baca Juga: Begini Strategi Pemkot Madiun Kurangi Beban Warga Terdampak COVID-19

Topic:

  • Ezri T Suro

Berita Terkini Lainnya