Jakarta, IDN Times - Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menanggapi wacana Presiden Prabowo Subianto terkait instruksi agar sekolah wajib mempelajari bahasa Prancis. Kebijakan ini membuat guru dan siswa keheranan.
Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim, mengatakan instruksi ini tidak jelas dan tidak terencana. Kebijakan ini juga terkesan terburu-buru dan belum menjadi kebutuhan prioritas, serta dirasa sebagai basa-basi diplomatik saja.
"Tak ada angin atau hujan, tiba-tiba Pak Presiden memerintahkan sekolah di semua tingkatan mengajarkan bahasa Prancis kepada murid," kata Satriawan kepada IDN Times, Sabtu (30/5/2026).
