Selain Prancis, Prabowo Juga Minta Bahasa Portugis dan Spanyol Ada di Sekolah

- Presiden Prabowo Subianto bertemu Emmanuel Macron di Paris dan membahas kerja sama Indonesia-Prancis di bidang pertahanan, sains, teknologi, serta pendidikan termasuk rencana wajib belajar bahasa Prancis di sekolah.
- Prabowo sebelumnya juga menetapkan bahasa Portugis dan Spanyol sebagai pelajaran wajib di sekolah Indonesia untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Brasil.
- Kebijakan pengajaran bahasa Portugis diumumkan bersamaan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva ke Jakarta yang berlangsung intensif dan produktif.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Istana Élysée, Prancis, Kamis (28/5/2026). Usai pertemuan, Prabowo menyebut ada sejumlah kerja sama yang dibahas.
Prabowo mengatakan, kerja sama Indonesia dan Prancis terus berkembang di berbagai bidang, mulai dari pertahanan, sains dan teknologi, hingga pendidikan. Bahkan, Prabowo menyebut, akan menginstruksikan sekolah di Indonesia untuk mempelajari bahasa Prancis.
"Sekarang, saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan,” ujar Prabowo dalam pernyataannya yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden.
1. Prabowo juga pernah menyampaikan bahasa Portugis dan Spanyol ada di sekolah Indonesia

Ini bukan kali pertama Prabowo menyebut ingin ada bahasa asing dipelajari di sekolah Indonesia. Saat bertemu Presiden Republik Federasi Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (23/10/2025), Prabowo juga mengaku sudah memutuskan agar sekolah di Indonesia wajib mempelajari bahasa Portugis dan Spanyol.
"Bahasa Portugis menjadi bahasa prioritas bagi kita, Portugis dan Spanyol," kata Prabowo.
2. Upaya meningkatkan kerja sama

Prabowo menjelaskan, keputusan tersebut diambil karena memandang pentingnya hubungan antara Indonesia dan Brasil. Menurutnya, langkah itu merupakan salah satu upaya membuat hubungan kedua negara menjadi lebih baik.
Prabowo merasa Indonesia masih perlu banyak belajar dan ingin terus meningkatkan kualitas hubungan bilateral dengan Brasil. Oleh karena itu, dia menjadikan bahasa Portugis sebagai prioritas di bidang pendidikan.
"Saya sudah putuskan bahwa bahasa Portugis menjadi bahasa prioritas di pendidikan kita. Karena kita ingin hubungan ini lebih baik," ucap dia.
3. Diumumkan saat kunjungan Presiden Brasil

Kebijakan tersebut diumumkan bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Lula. Prabowo menyatakan, pertemuan tersebut sebagai sebuah diskusi yang intensif dan produktif.
Kunjungan itu merupakan yang kedua bagi Presiden Lula ke Indonesia sejak lawatan pertamanya pada 2008. Itu juga menjadi pertemuan ketiga kalinya antara Prabowo dan Lula, setelah sebelumnya Prabowo melakukan kunjungan kenegaraan ke Brasilia pada 9 Juli 2025.
"Kita telah melaksanakan pertemuan yang intensif dan produktif," kata orang nomor satu di Indonesia itu.















