Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sudah Pulang, Apa Alasan Prabowo Kunjungi Prancis?

Sudah Pulang, Apa Alasan Prabowo Kunjungi Prancis?
Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma usai menyelesaikan kunjungan kenegaraan ke Prancis. (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
Intinya Sih
  • Kunjungan ke Prancis dilakukan atas undangan langsung Presiden Emmanuel Macron sebagai bagian dari komunikasi diplomatik tingkat tinggi antara Indonesia dan Prancis yang terus berkembang.
  • Prabowo memperkuat hubungan strategis dengan Prancis di bidang pertahanan, investasi, teknologi, energi, dan industri untuk meningkatkan posisi tawar serta kepentingan nasional Indonesia di kancah global.
  • Kunjungan berulang mencerminkan politik luar negeri bebas aktif Indonesia sekaligus upaya membangun kepercayaan guna memperoleh akses teknologi militer dan memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times Presiden Prabowo Subianto sudah kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan kunjungan kenegaraannya di Prancis. Ia tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Sabtu (30/05/2026) sekitar pukul 10.20 WIB.

Kunjungan ini merupakan kunjungan keempat Prabowo ke Prancis. Sebelumnya, Prabowo sudah tiga kali ke Prancis selama menjabat sebagai Presiden RI.

Pertama, Prabowo ke Prancis pada 13-15 Juli 2025 untuk menghadiri parade militer Hari Bastille sebagai tamu kehormatan. TNI juga mengirimkan kontingennya dalam parade militer itu untuk ikut serta.

Kedua, pada 23-24 Januari 2026, Prabowo ke Prancis dalam jamuan makan malam privat sebagai agenda pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Ketiga, Prabowo kembali bertemu Macron di Istana Élysée, Paris pada 14 April 2026.

Lalu, mengapa Prabowo sering melakukan kunjungan ke Prancis?

1. Kunjungan ke Prancis merupakan undangan langsung dari Macron

Alasan Dibalik Kunjungan Berulang Prabowo Ke Prancis dan Negara Lain
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono (IDN Times/M. Ilman Nafi'an)

Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, mengatakan, kunjungan Prabowo ke Prancis dilakukan atas undangan Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Undangan tersebut sebenarnya sudah disampaikan sejak April lalu, tetapi sempat tertunda karena penyesuaian jadwal kedua kepala negara.  

“Ini adalah undangan dari Presiden Macron yang sebenarnya sempat tertunda," ujar Sugiono. 

Menurut Sugiono, lawatan tersebut juga menjadi bagian dari komunikasi diplomatik tingkat tinggi antara Indonesia dan Prancis yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. 


2. Prancis dinilai sebagai mitra strategis Indonesia

Alasan Dibalik Kunjungan Berulang Prabowo Ke Prancis dan Negara Lain
Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron di Istana Élysée, Prancis, Kamis (28/5/2026) (dok. Sekretariat Presiden)

Juru Bicara (Jubir) Partai Gerindra sekaligus Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, mengatakan, Prancis merupakan mitra penting Indonesia di bidang pertahanan, investasi, teknologi, energi, dan industri strategis.

Oleh karena itu, Bahtra menilai, Prabowo tengah memperjuangkan kepentingan nasional melalui penguatan hubungan strategis Indonesia dengan negara-negara besar dunia. 

“Yang harus dilihat publik adalah manfaat konkret untuk bangsa, mulai dari peluang investasi, penguatan ekonomi, transfer teknologi, hingga peningkatan posisi tawar Indonesia di tingkat global. Jangan agenda negara dipersempit menjadi framing simbolik yang bernuansa politis,” kata Bahtra.

3. Bangun kepercayaan untuk akses teknologi militer

Alasan Dibalik Kunjungan Berulang Prabowo Ke Prancis dan Negara Lain
Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Istana Élysée, Paris, Prancis, Kamis (28/5/2026).

Selain itu, Jubir Partai Gerindra, Sugiat Santoso, mengatakan, Prancis memiliki kekuatan militer dan teknologi terbesar di Eropa Barat. 

Dengan demikian, kunjungan berulang adalah cara Prabowo untuk membangun kepercayaan tinggi dengan Macron agar diberi akses teknologi militer yang tidak bisa sembarangan dibeli oleh negara lain.

"Kedekatan politik yang dibangun bertahap melalui kunjungan berulang adalah syarat mutlak dalam bekerja sama dengan Macron," kata dia. 


4. Bukti politik bebas aktif Indonesia

Alasan Dibalik Kunjungan Berulang Prabowo Ke Prancis dan Negara Lain
Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Istana Élysée, Paris, Prancis, Kamis (28/5/2026)/ (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Selain itu, Sugiat menilai, kunjungan Prabowo ke Prancis menunjukkan implementasi politik luar negeri bebas aktif Indonesia. 

Menurut dia, Indonesia tetap menjalin hubungan dengan berbagai negara tanpa berpihak pada kekuatan besar tertentu, termasuk Amerika Serikat maupun China, serta tetap menjalin komunikasi dengan Rusia untuk mengamankan kepentingan nasional. 

“Kunjungan ke Prancis ini bukti nyata politik bebas-aktif yang berwibawa. Indonesia tidak mengekor ke Amerika, tidak tunduk ke China, dan tidak takut pada tekanan NATO saat berhubungan dengan Rusia demi mengamankan pasokan minyak dan LPG murah untuk rakyat," kata dia.


5. Diplomasi luar negeri disebut membuat Indonesia makin diperhitungkan

Alasan Dibalik Kunjungan Berulang Prabowo Ke Prancis dan Negara Lain
Presiden Prabowo Subianto bertolak ke sejumlah negara untuk melakukan kunjungan luar negeri perdananya dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Jumat, 8 September 2024. Foto: BPMI Setpres/Rusman

Bahtra mengatakan, semakin sering Prabowo diterima dalam berbagai forum dan pertemuan internasional menunjukkan posisi Indonesia semakin diperhitungkan di dunia. 

"Semakin aktif Presiden Prabowo diterima dalam forum internasional, menunjukkan bahwa Indonesia semakin dihormati dan diperhitungkan dalam percaturan global," ujar dia.

Sejalan dengan Bahtra, Sugiat juga menilai kunjungan luar negeri yang dilakukan Prabowo tidak hanya sebagai diplomasi seremonial, tetapi juga sedang bertarung di panggung dunia untuk menaikkan kelas Indonesia dari negara berkembang menjadi kekuatan global yang mandiri secara ekonomi dan tangguh secara militer. 

"Indonesia sedang dipimpin oleh seorang patriot yang tahu persis bagaimana cara memenangkan kepentingan nasional di luar negeri. Menilai keberhasilan diplomasi internasional dari hasil beberapa minggu atau bulan adalah cara berpikir yang tidak logis," kata Sugiat. 

Setelah Prancis, Prabowo melanjutkan kunjungan ke Austria dan Hungaria. Menurut Sugiat, kedua negara itu dipilih karena memiliki peran penting dalam industri manufaktur dan pengembangan baterai kendaraan listrik di Eropa. 

Austria dikenal sebagai pusat manufaktur presisi Eropa Tengah, sedangkan Hungaria menjadi lokasi berbagai proyek gigafactory baterai kendaraan listrik yang memasok pasar Eropa.

Share Article
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari

Related Articles

See More