Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gerakan Pemuda Al Washliyah Jakarta Tolak Provokasi Jelang Demo 27 Agustus
Jumpa pers Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) DKI Jakarta (23/8/2026) (dok. PW GPA DKI Jakarta)
  • PW Gerakan Pemuda Al Washliyah DKI Jakarta mengajak semua pihak menjaga kedamaian dan persatuan menjelang aksi di Gedung DPR.
  • Dedi Siregar menghormati unjuk rasa sebagai bagian demokrasi, tetapi menolak provokasi, hasutan, perpecahan, dan perusakan fasilitas umum.
  • AMPB menggelar aksi harian di depan Gedung DPR RI hingga 27 Agustus 2026 sambil membawa dua tuntutan utama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jumat (21/8/2026)

AMPB mulai menggelar aksi di depan Gedung DPR RI, Jakarta. Rombongan dari Pati tiba di depan Gedung DPR RI pada siang hari dan membuka posko aksi.

Sabtu (22/8/2026)

Supriyono alias Botok menyatakan AMPB menggelar aksi dari pukul 08.00 sampai pukul 17.00 atau paling lambat pukul 18.00.

Minggu (23/8/2026)

Dedi Siregar menyampaikan penolakan GPA DKI Jakarta terhadap aksi yang membawa provokasi, hasutan, perpecahan, atau percobaan perusakan fasilitas umum.

27 Agustus 2026

AMPB berencana menggelar aksi di Gedung DPR RI dengan dua tuntutan utama, yakni pengesahan RUU Perampasan Aset Koruptor dan hukum mati koruptor.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    PW Gerakan Pemuda Al Washliyah DKI Jakarta menolak aksi yang mengandung provokasi, hasutan, perpecahan, atau percobaan perusakan fasilitas umum.
  • Who?
    Ketua PW GPA DKI Jakarta Dedi Siregar, Gerakan Pemuda Al Washliyah DKI Jakarta, dan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu terlibat dalam pernyataan serta aksi tersebut.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Rawamangun, Jakarta Timur. Aksi AMPB berlangsung di depan Gedung DPR RI, Jakarta.
  • When?
    Dedi menyampaikan pernyataan pada Minggu (23/8/2026). AMPB mulai menggelar aksi pada Jumat (21/8/2026) hingga 27 Agustus 2026.
  • Why?
    GPA DKI Jakarta menilai persatuan lebih penting daripada kepentingan kelompok sesaat dan menolak penggunaan label rakyat untuk kepentingan kelompok.
  • How?
    Dedi menyampaikan penolakan dalam jumpa pers. AMPB menggelar aksi harian, membuka posko, serta membawa tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset Koruptor dan hukum mati koruptor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pak Dedi dari Gerakan Pemuda Al Washliyah DKI Jakarta mengajak semua orang tetap damai dan rukun. Ia tidak mau ada ajakan marah, hasutan, atau merusak tempat umum saat aksi di Jakarta. AMPB juga datang ke Gedung DPR RI dan akan mengadakan aksi sampai 27 Agustus 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernyataan GPA DKI Jakarta menempatkan penyampaian pendapat sebagai bagian penting dari demokrasi, sekaligus menekankan pentingnya kedamaian dan persatuan. Sikap ini memberi ruang bagi aksi unjuk rasa untuk tetap berjalan dengan batas yang diperbolehkan, tanpa menggunakan provokasi, hasutan, perpecahan, atau perusakan fasilitas umum.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) DKI Jakarta mengimbau semua pihak menjaga kedamaian dan persatuan. Ketua PW GPA DKI Jakarta, Dedi Siregar, mengingatkan persatuan lebih penting daripada kepentingan kelompok sesaat.

Dia pun menolak aksi yang mengandung provokasi, hasutan atau percobaan perusakan fasilitas umum semata.

“Kami Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah DKI Jakarta menyatakan tegas menolak rencana aksi unjuk rasa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Masyarakat Pati Bersatu dan Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu, serta Aliansi Rakyat Peduli Indonesia atau ARPI di Gedung DPR pada 27 Agustus 2026 apabila aksi tersebut membawa narasi yang berpotensi memprovokasi masyarakat, mengandung hasutan atau mengandung perpecahan, apalagi kalau mencoba merusak fasilitas umum di Jakarta,” kata dia dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (23/8/2026)

Dedi mengatakan, pihaknya menghormati aksi unjuk rasa sebagai bagian dari demokrasi. Namun, kata dia, kebebasan tersebut harus juga dibarengi dengan batas yang diperbolehkan.

“Kami menegaskan bahwa kebebasan penyampaian pendapat merupakan bagian penting dari demokrasi. Namun kebebasan tersebut tidak boleh dimaknai sebagai kebebasan tanpa batas yang kemudian digunakan untuk membangun provokasi, menyebarkan narasi yang tidak bertanggung jawab, ataupun mengadu domba masyarakat,” ujar dia.

1. Imbau tak mengklaim gerakan atas nama seluruh rakyat Indonesia

Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Botok (IDN Times/Fauzan)

Dedi mengingatkan, kepada kelompok yang mengadakan aksi agar tidak mengklaim jika mereka merepresentasikan seluruh rakyat Indonesia. Pihaknya menolak segala bentuk upaya provokasi mengatasnamakan rakyat.

“PW GP Al Washliyah DKI menolak segala bentuk upaya provokasi yang menggunakan label rakyat sebagai legitimasi untuk menyampaikan kepentingan kelompok. Tidak boleh ada satu kelompok aliansi yang secara sepihak mengklaim dirinya sebagai representasi bahwa seluruh rakyat Indonesia itu bagian dalam gerakan aksi tersebut,” kata dia.

2. Ajak seluruh pihak jaga Jakarta

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) kembali menggelar demo di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2026).(IDN Times/Yosafat)

Lebih lanjut, Dedi mengingatkan, seluruh masyarakat agar ikut menjaga Jakarta. Dia menegaskan, Jakarta adalah rumah bersama.

“Kami menyerukan jaga Jakarta, jaga persatuan. Mengingatkan bahwa Jakarta adalah rumah bersama. Perbedaan pandangan dan sikap maupun pilihan tidak boleh menjadi alasan untuk mempertentangkan sesama anak bangsa. Namun terlalu besar untuk dipertaruhkan oleh kepentingan kelompok. Persatuan bangsa jauh lebih penting dari kepentingan sesaat,” ujar dia.

3. AMPB bakal demo saban hari di DPR hingga 27 Agustus

Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Botok (IDN Times/Fauzan)

Sebelumnya, Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok memastikan, pihaknya setiap hari akan menggelar demo di depan Gedung DPR RI, Jakarta hingga 27 Agustus 2026. Adapun demo itu mulai digelar pada Jumat (21/8/2026).

AMPB sempat mendirikan posko aksi hingga malam hari. Namun, mereka memutuskan untuk berpindah menginap ke kantor milik Aliansi Jurnalis Independen (AJI).

"Kita aksi mulai jam 8 sampai jam 5 sore atau jam 6 sore lah paling lambat, sesuai dengan undang-undang penyampaian pendapat," kata dia kepada IDN Times saat menggelar aksi di Gedung DPR RI, Sabtu (22/8/2026).

AMPB sempat membuka posko di depan Gedung DPR RI. Ini dilakukan jelang aksi yang rencananya akan digelar pada 27 Agustus 2026 mendatang. Rombongan diketahui tiba di Depan Gedung DPR RI pada Jumat (21/8/2026) siang.

Botok mengatakan, rombongan dari Pati datang ke Jakarta untuk mendukung gerakan yang sebelumnya diinisiasi masyarakat dari Jakarta dan Bogor. Selain memberi dukungan secara langsung, AMPB juga datang membawa aspirasi dan tuntutan.

Botok mengatakan, AMPB membuka posko untuk mengakomodasi masyarakat dari berbagai daerah yang akan datang ke Jakarta. Posko juga dipersiapkan untuk menjadi tempat berkumpul dan berdiskusi sebelum aksi digelar.

Botok menyebut ada dua tuntutan utama yang akan dibawa massa dalam aksi 27 Agustus.

"Kita datang ke sini kan pasca aksi demo teman-teman AMPB di DPRD Kabupaten Pati ya. Karena teman-teman di Bogor dan Jakarta aspirasinya sama, ya, dengan kami, yaitu, satu, segera sahkan RUU Perampasan Aset Koruptor; Dua, hukum mati koruptor,” kata Botok.

Menurut Botok, bukan tanpa alasan kedua hal tersebut yang menjadi tuntutan.

“Karena korupsi ini merusak bangsa ini, ya. Korupsi ini penjajah di bangsa ini. Karena korupsi juga masyarakat Indonesia menderita ya, terjadi kesenjangan sosial yang sangat luar biasa,” kata Botok.

Curated For You

Editorial Team

Related Article