Jakarta, IDN Times – Majelis Sinode Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) prihatin dengan kondisi bangsa yang dinilai semakin berat. Gelombang unjuk rasa yang marak di berbagai daerah itu merupakan wujud kekecewaan rakyat terhadap kondisi ekonomi yang kian sulit.
Dalam pernyataannya, GPIB menilai kenaikan harga kebutuhan pokok, penurunan penghasilan masyarakat, dan sempitnya lapangan pekerjaan semakin menambah penderitaan rakyat kecil. Namun di tengah kondisi tersebut, para pemimpin politik justru dianggap kurang peka terhadap aspirasi masyarakat.
“Suara rakyat melalui demonstrasi adalah bagian dari dinamika demokrasi yang harus dihargai dan ditanggapi dengan bijaksana, bukan dengan tindakan yang menimbulkan korban dan memperlebar luka sosial,” demikian pernyataan GPIB, yang diterima IDN Times, Sabtu (30/8/2025).