Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mensos Gus Ipul: Asesmen Jadi Dasar Penanganan Siswa Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan hal tersebut saat memberikan arahan kepada jajaran Kemensos, para Kepala Sentra, Kepala Balai, dan Kepala Sekolah Rakyat. (dok. Kemensos)
  • Mensos Saifullah Yusuf menegaskan asesmen awal siswa Sekolah Rakyat menentukan dukungan belajar, pengasuhan, dan rehabilitasi sosial sesuai kondisi fisik, akademik, mental, serta psikososial mereka.

  • Hasil asesmen menjadi dasar rencana perkembangan individual, dengan pendampingan sekolah bagi kerentanan ringan-sedang dan rujukan ke Sentra Kemensos untuk kasus yang membutuhkan penanganan khusus.

  • Sekolah Rakyat menargetkan akademik, karakter, dan keterampilan siswa, sambil menyiapkan jalur kuliah, kerja, atau wirausaha melalui koordinasi terpadu dan data siswa yang sama.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Menteri Sosial menegaskan asesmen awal menjadi dasar penentuan dukungan belajar, pengasuhan, dan rehabilitasi sosial bagi siswa Sekolah Rakyat sesuai kondisi masing-masing.
  • Who?
    Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, jajaran Kementerian Sosial, kepala Sentra, kepala balai, kepala Sekolah Rakyat, guru, wali asuh, wali asrama, serta siswa Sekolah Rakyat.
  • Where?
    Arahan disampaikan di Jakarta, dengan kepala Sentra dan kepala Sekolah Rakyat dari seluruh Indonesia mengikuti kegiatan secara daring.
  • When?
    Waktu pelaksanaan arahan per saat ini masih belum diketahui secara rinci.
  • Why?
    Asesmen diperlukan karena siswa berasal dari latar belakang beragam, dijangkau melalui DTSEN Desil 1 dan 2 tanpa seleksi akademik, serta memiliki kondisi fisik, akademik, mental, dan psikososial berbeda.
  • How?
    Hasil asesmen digunakan untuk rencana perkembangan individual, pembelajaran, pengasuhan, rehabilitasi, rujukan kerentanan tinggi ke Sentra Kemensos, serta koordinasi case management dengan data siswa yang sama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Siswa Sekolah Rakyat merupakan anak-anak istimewa lantaran berasal dari latar belakang beragam. Untuk itu, asesmen menjadi dasar dalam menentukan dukungan belajar, pengasuhan, hingga layanan rehabilitasi sosial yang dibutuhkan sesuai kondisi masing-masing.

1. Menteri Sosial tegaskan pentingnya asesmen awal siswa

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat memberikan arahan dalam kegiatan Dialog Orang Tua dan Siswa Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026). (dok. Kementerian Sosial)

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan hal tersebut saat memberikan arahan kepada jajaran Kemensos, para Kepala Sentra, Kepala Balai, dan Kepala Sekolah Rakyat. Kegiatan tersebut diikuti secara daring oleh para Kepala Sentra dan Kepala Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.

"Di sekolah rakyat, ingat, asesmen bukan formalitas administratif. Asesmen adalah yang menentukan dukungan belajar seperti apa yang diberikan, pengasuhan seperti apa yang dibutuhkan, dan rehabilitasi sosial seperti apa yang harus dijalankan untuk setiap anak," kata Gus Ipul.

Menurutnya, siswa Sekolah Rakyat memiliki latar belakang dan kondisi yang beragam. Karena siswa dijangkau berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya Desil 1 dan 2, mereka tidak melalui seleksi akademik. Kondisi tersebut membuat asesmen awal menjadi penting untuk mengetahui kondisi fisik, kemampuan akademik dasar, kondisi mental, serta kerentanan psikososial siswa.

"Tanpa asesmen yang benar, guru bisa salah mengajar, wali asuh bisa salah mendampingi. Maka seluruh proses yang akan saya jelaskan ini sesungguhnya berputar pada satu poros, data dan asesmen yang akurat tentang setiap anak," ujarnya.

Gus Ipul menjelaskan, hasil asesmen menjadi dasar penyusunan rencana perkembangan individual siswa. Proses pendidikan dan rehabilitasi berjalan beriringan melalui pembelajaran akademik yang dipandu guru serta pengasuhan dan rehabilitasi yang melibatkan wali asuh, wali asrama, dan Sentra Kemensos.

Siswa dengan kerentanan ringan hingga sedang dapat memperoleh pendampingan di lingkungan sekolah melalui penguatan karakter dan pembiasaan sehari-hari. Sementara siswa dengan kerentanan tinggi dapat dirujuk ke Sentra Kemensos untuk mendapatkan penanganan yang membutuhkan keahlian lebih khusus.

"Guru, wali asuh, wali asrama, kepala sekolah, dan sentra harus duduk dalam satu mekanisme case management yang sama. Kalau salah satu roda goyang atau berjalan tanpa koordinasi dengan roda yang lain, yang dirugikan adalah anaknya," tegas Gus Ipul.

2. Tiga kompetensi dasar dan kesiapan masa depan siswa

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan hal tersebut saat memberikan arahan kepada jajaran Kemensos, para Kepala Sentra, Kepala Balai, dan Kepala Sekolah Rakyat. (dok. Kemensos)

Ia menambahkan, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari kenaikan kelas. Ada tiga kompetensi dasar yang ditargetkan, yakni siswa memiliki kemampuan akademik yang kuat, berkarakter yang mencakup disiplin, tangguh dan beretika, serta terampil, termasuk kemampuan berbahasa asing dan cakap teknologi.

Selain itu, kesiapan siswa untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja mulai disiapkan sejak kelas dua SMA. Peminatan disesuaikan dengan arah yang dituju, baik jalur akademik, dunia kerja, maupun kewirausahaan.

"Lulus di Sekolah Rakyat bukan garis akhir. Itu pintu masuk ke dua jalur, jalur akademik ke perguruan tinggi dan jalur karier sebagai pekerja terampil maupun wirausahawan," katanya.

3. Koordinasi terpadu dan pemanfaatan data tunggal

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan hal tersebut saat memberikan arahan kepada jajaran Kemensos, para Kepala Sentra, Kepala Balai, dan Kepala Sekolah Rakyat. (dok. Kemensos)

Untuk memastikan seluruh proses berjalan terpadu, Gus Ipul menekankan perlunya koordinasi antara sekolah, Sentra, dan seluruh pihak yang terlibat. Ia juga meminta agar siswa yang membutuhkan layanan psikososial segera ditindaklanjuti dan tidak menunggu terlalu lama.

"Kepala Sentra harus setiap saat menerima rujukan kasus psikososial tinggi. Jangan sampai ada yang butuh pertolongan justru menunggu lama karena koordinasi yang lambat atau ada yang tidak peduli," ujarnya.

Gus Ipul juga meminta seluruh pihak menggunakan data yang sama mengenai setiap siswa sehingga perkembangan anak dapat dipantau secara menyeluruh. Menurutnya, proses bisnis Sekolah Rakyat bukan sekadar untuk memenuhi dokumen, melainkan memastikan mobilitas sosial siswa meningkat dan transmisi kemiskinan antargenerasi dapat diputus.

"Ini dibuat untuk memastikan mobilitas sosial siswa meningkat dan transmisi kemiskinan antargenerasi benar-benar bisa diputus. Bukan sekadar wacana, tapi kerja yang bisa kita ukur, kita pantau, dan kita bertanggung jawabkan," pungkasnya. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Editorial Team

Related Article