Jakarta, IDN Times - Utusan Khusus Presiden bidang iklim dan energi, Hashim Djojohadikusumo memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap dilanjutkan meski diliputi banyak kontroversi. Pemberian makan gratis, kata Hashim, sudah menjadi janji kampanye Prabowo sejak 2009 lalu. Lagipula, kata Hashim, niat awal pemberian makan gratis mulia karena ingin menghilangkan stunting.
"Program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu ide Pak Prabowo sejak tahun 2006, 20 tahun lalu. Waktu itu dia bicara sama saya cita-cita untuk memperbaiki kesehatan anak-anak, 30 persen dari anak balita di Indonesia terdapat kondisi fisik yang namanya stunting," ungkap Hashim di Jakarta Pusat pada Jumat malam, 3 Juli 2026.
Beberapa tahun kemudian, jumlah anak yang menderita stunting bertambah hingga 38 persen. "So, ini janji kampanye Pak Prabowo Subianto sejak 2009, waktu dia masih calon wakil presiden, dilanjutkan tahun 2014, calon presiden, dilanjutkan tahun 2019 dan berlanjut tahun 2024. Itu janji kampanye Prabowo Subianto bahwa anak-anak Indonesia yang menghendaki akan mendapat MBG," tutur dia.
Di sisi lain, Hashim mengakui implementasi program mulia itu tak berjalan mulus. Kini terkuak terjadi penyelewengan dan korupsi dalam jumlah besar.
"Tapi, program mulia jangan dihentikan dan dirusak karena ada segelintir orang yang kurang baik mengurusnya. Maka program MBG tidak akan berhenti dan akan dilanjutkan!" katanya.
