Sigit mengatakan Polri menargetkan memiliki 1.500 SPPG pada 2026. Hingga akhir Juni, realisasi pembangunan telah mencapai 1.415 unit yang tersebar di berbagai daerah, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
SETARA: Polri Ikut Urus Pangan dan MBG, Jangan Geser Tugas Utama!

- Hendardi menilai pidato Kapolri di Hari Bhayangkara ke-80 menunjukkan Polri makin fokus pada dukungan program pembangunan seperti ketahanan pangan, energi, dan Makan Bergizi Gratis.
- SETARA Institute mengingatkan agar keterlibatan Polri dalam agenda pembangunan tidak menggeser mandat utamanya sebagai penegak hukum dan pelindung hak warga negara.
- Tantangan utama Polri disebut terletak pada penguatan integritas, peningkatan pelayanan publik, serta penyelesaian kasus pelanggaran etik dan penyalahgunaan kekuasaan.
Jakarta, IDN Times - Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, menilai pidato Kapolri Jenderal Listyo Sigit pada Hari Bhayangkara ke-80 menunjukkan semakin kuatnya orientasi Polri dalam mendukung agenda pembangunan pemerintah, terutama di sektor ketahanan pangan, swasembada energi, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Hendardi, dukungan program pemerintah hal yang wajar sebagai bentuk sinergi antarlembaga. Namun, dia mengingatkan agar keterlibatan itu tidak mengaburkan mandat utama Polri sebagai institusi penegak hukum.
"SETARA Institute memandang bahwa penekanan Kapolri dalam pidato Hari Bhayangkara ke-80 terhadap isu ketahanan pangan, ketahanan energi, MBG, pembangunan desa, dan berbagai program strategis pemerintah menunjukkan semakin kuatnya orientasi Polri untuk mendukung agenda pembangunan nasional," kata dia kepada IDN Times, Kamis (2/7/2026).
"Dukungan semacam itu bagus saja. Namun, dukungan itu harus tetap ditempatkan secara proporsional dan tidak menggeser mandat utama Polri sebagai institusi penegak hukum dan pelindung hak-hak warga negara," kata dia.
1. Paparkan capaian di luar fungsi keamanan

Dalam pidato HUT ke-80 Bhayangkara, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan berbagai capaian di luar fungsi keamanan.
Mulai dari pengembangan lahan pertanian jagung dan bawang putih, pembangunan gudang ketahanan pangan, pengembangan pupuk presisi, hingga pembangunan lebih dari 1.400 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program MBG.
Bagi SETARA Institute, dominasi narasi pembangunan tersebut justru memunculkan pertanyaan mengenai prioritas institusi kepolisian.
2. Keberhasilan institusi diukur dari profesionalisme

Hendardi menilai, ukuran keberhasilan Polri semestinya tidak bergeser menjadi seberapa besar kontribusi terhadap program pembangunan, tetapi tetap pada kualitas penegakan hukum dan perlindungan hak warga negara.
"Menurut kami, ukuran keberhasilan Polri tidak seharusnya diukur dari seberapa banyak program pembangunan yang didukung, tetapi dari keberhasilannya menciptakan rasa aman, menegakkan hukum secara adil dan tidak diskriminatif, melindungi kebebasan sipil, serta memastikan setiap warga negara memperoleh perlindungan hukum tanpa pandang bulu," ujar dia.
3. Tantangan utama Polri justru di penguatan integritas

Dia mengatkan, tantangan utama Polri saat ini justru terletak pada penguatan integritas institusi, peningkatan kualitas pelayanan publik, penyelesaian berbagai kasus pelanggaran etik dan penyalahgunaan kekuasaan, serta percepatan reformasi kelembagaan.
Salah satu yang disampaikan Listyo Sigit dalam pidato HUT ke-80 Bhayangkara adalah tentang Polri yang telah membangun 1.415 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga Juni 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari jumlah tersebut, kata dia, ratusan SPPG telah beroperasi dan diklaim mampu mempertahankan standar keamanan pangan dengan capaian zero accident.
"Pada program makan bergizi, Polri menargetkan 1.500 SPPG Polri di tahun 2026. Adapun hingga bulan Juni ini telah terdapat 1.415 SPPG dengan rincian 828 SPPG telah operasi, 227 SPPG dalam tahap operasi, dan 360 SPBG dalam tahap pembangunan, termasuk 33 di antaranya dibangun pada daerah 3T. Seluruh SPPG tersebut diperkirakan dapat melayani 3,5 juta penerima manfaat serta menyerap 70,7 ribu pekerja," kata dia dalam pidato upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).

















