Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hati-hati Penipuan Bermodus Percepatan Haji, Korban di Bekasi Tertipu Rp600 Juta
ilustrasi haji (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Sepasang suami istri di Bekasi tertipu modus percepatan haji oleh oknum yang mengaku dari Kemenag, hingga saldo rekening mereka terkuras setelah mengikuti arahan pelaku.
  • Korban mengalami kerugian sekitar Rp600 juta dan telah melaporkan kasus ini ke Polres Metro Bekasi Kota untuk ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.
  • Kementerian Haji dan Umrah Bekasi mencatat lebih dari 20 warga hampir jadi korban serupa, dan mengimbau masyarakat agar selalu konfirmasi langsung sebelum menyerahkan data pribadi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
15 April 2025

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bekasi, Rian Fauzi, menyampaikan keterangan mengenai kasus penipuan bermodus percepatan haji yang menimpa sepasang suami istri di Bekasi.

11 April 2026

Sepasang suami istri di Bekasi menjadi korban penipuan online dengan modus percepatan keberangkatan haji. Mereka ditipu setelah menerima telepon dari seseorang yang mengaku dari Kementerian Agama.

April 2026

Korban melaporkan kasus penipuan ke Polres Metro Bekasi Kota dengan nomor laporan LP/B/153/IV/2026/SPKT. Kerugian korban mencapai sekitar Rp600 juta.

Sabtu

Lebih dari 20 orang warga Kota Bekasi melapor ke Kantor Kementerian Haji dan Umrah setelah mengalami percobaan penipuan serupa pada hari Sabtu dan sebelumnya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Sepasang suami istri di Bekasi menjadi korban penipuan online bermodus percepatan keberangkatan haji, dengan kerugian mencapai sekitar Rp600 juta.
  • Who?
    Korban adalah pasangan suami istri penjual pecel lele. Pelaku mengaku sebagai petugas Kementerian Agama. Kasus ditangani Polres Metro Bekasi Kota dan dikonfirmasi oleh Rian Fauzi dari Kementerian Haji dan Umrah Kota Bekasi.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat. Laporan resmi disampaikan ke Polres Metro Bekasi Kota.
  • When?
    Kejadian berlangsung pada Sabtu, 11 April 2026, dan keterangan resmi disampaikan pada Rabu, 15 April 2026.
  • Why?
    Penipuan dilakukan dengan alasan adanya kuota haji sisa yang bisa mempercepat keberangkatan calon jemaah, untuk meyakinkan korban menyerahkan data pribadi dan akses finansialnya.
  • How?
    Pelaku menelepon korban, meminta pembaruan KTP elektronik melalui aplikasi yang dikirim lewat WhatsApp. Setelah mengikuti instruksi, ponsel korban hang dan saldo rekening terkuras hingga tersisa Rp400 ribu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada bapak dan ibu di Bekasi yang mau cepat berangkat haji. Mereka dapat telepon dari orang yang bilang dari kantor agama. Orang itu suruh mereka update KTP lewat HP. Setelah itu HP-nya rusak dan uang di bank hilang banyak, sampai enam ratus juta. Sekarang polisi cari penipunya dan orang-orang disuruh hati-hati kalau ada telepon aneh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun terjadi kasus penipuan yang merugikan pasangan suami istri di Bekasi, respons cepat dari pihak Kementerian Haji dan Umrah menunjukkan kesiapsiagaan lembaga dalam melindungi masyarakat. Lebih dari 20 warga berhasil terhindar dari modus serupa karena memilih mengonfirmasi langsung ke kantor terkait, menandakan meningkatnya kesadaran publik terhadap keamanan data pribadi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bekasi, IDN Times - Sepasang suami istri (Pasutri) menjadi korban penipuan online dengan modus percepatan keberangkatan haji, pada Sabtu (11/4/2026) lalu.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bekasi, Rian Fauzi menyampaikan, korban yang berprofesi sebagai penjual pecel lele ditipu setelah menerima telepon dari seseorang yang mengaku dari Kementerian Agama (Kemenag).

"Mereka mendapatkan informasi ditelepon dari orang yang tidak dikenal, menyampaikan bahwa ada kuota haji yang sisa untuk bisa dilakukan percepatan," kata Rian, dikutip Rabu (15/4/2025).

1. Korban diminta update KTP berujung HP error dan uang di ATM terkuras

ilustrasi penipuan (IDN Times/Aditya Pratama)

Rian menyampaikan, korban saat itu diminta oleh pelaku untuk memperbarui (update) KTP elektroniknya. Beberapa saat kemudian, pelaku mengirimkan file berupa aplikasi melalui whatsapp.

"Modusnya ditelepon, disuruh minta update KTP elektronik, kemudian mengikuti arahan penipu, dan tiba-tiba handphone-nya nge-hang, enggak bisa dibuka sama sekali," kata Rian.

Korban yang curiga, langsung mengecek uangnya melalui mesin ATM terdekat. Setelah dicek, saldo rekening korban menyisakan Rp400 ribu.

"Mereka curiga dan mengecek ke ATM, ternyata saldonya semua sudah terkuras habis, kurang lebih disisakan Rp400 ribu menurut keterangan korban," kata dia.

2. Korban kehilangan uang Rp600 juta

ilustrasi penipuan (IDN Times/Aditya Pratama)

Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian mencapai Rp600 juta. Korban telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Metro Bekasi Kota dengan nomor laporan LP/B/153/IV/2026/SPKT.Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota.

"Kurang lebih kerugian dilihat dari laporan polisinya itu kurang lebih Rp600 juta," jelas dia.

Dari peristiwa ini, Rian mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika mendapatkan telepon yang mengatasnamakan Kemenag ke Kantor Kementerian Haji dan Umrah terdekat.

"Imbauan kepada seluruh masyarakat, khususnya Kota Bekasi, kalau menerima telepon dari orang yang tidak dikenal, menjanjikan percepatan haji atau apa pun itu, diminta dokumen, diminta KTP apa pun, segera konfirmasi ke kami, ke kantor langsung, agar tidak menjadi korban penipuan," jelasnya.

3. Sebanyak 20 orang jadi korban percobaan penipuan

ilustrasi haji (IDN Times/Aditya Pratama)

Selain pasutri tersebut, lanjut Rian, setidaknya terdapat lebih dari 20 orang yang menjadi korban percobaan penipuan. Namun, pelaku gagal melancarkan aksinya setelah para korban mendatangi Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bekasi.

"Kemarin, kurang lebih hari Sabtu dan sebelum-sebelumnya itu, ada sekitar 20 orang lebih masyarakat Kota Bekasi yang konfirmasi ke kami, ke kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bekasi," jelas dia.

Editorial Team