Percepat Langkah Masuk Top 50 Global City 2030, Ini Strategi Pemprov

- Pemprov DKI Jakarta mempercepat transformasi menuju kota global dengan fokus pada penguatan ekonomi, pembangunan infrastruktur modern, serta peningkatan kualitas SDM melalui berbagai program pelatihan dan penciptaan lapangan kerja.
- Jakarta aktif memperluas kolaborasi internasional dengan kota-kota dunia seperti Shenzhen, Seoul, Tokyo, Milan, dan Kopenhagen untuk mendorong investasi, inovasi hijau, serta pengembangan transportasi publik dan industri kreatif.
- Pengembangan transportasi publik ramah lingkungan dan revitalisasi kawasan Kota Tua menjadi strategi utama Pemprov DKI Jakarta dalam menciptakan kota yang berkelanjutan, inklusif, serta memiliki identitas budaya kuat.
Jakarta, IDN Times - Jakarta terus menata arah pembangunan menuju kota global yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan. Tak hanya berfokus pada pembangunan ekonomi dan infrastruktur, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menguatkan sumber daya manusia (SDM), hingga memperluas kerja sama internasional. Langkah ini diharapkan dapat mewujudkan target Jakarta masuk Top 50 Global City pada 2030.
1. Perkuat Ekonomi, Infrastruktur, dan SDM

Pemprov DKI Jakarta menilai transformasi menuju kota global tidak dapat dilepaskan dari kesiapan infrastruktur dan kualitas SDM. Karena itu, pembangunan fisik kota kini beriringan dengan pengembangan kapasitas masyarakat.
Rano Karno mengatakan Jakarta memiliki modal ekonomi yang cukup kuat untuk bersaing di tingkat global. Pertumbuhan ekonomi ibu kota tercatat tetap tumbuh positif dan masih menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap perekonomian nasional.
“Jakarta memiliki potensi besar untuk menjadi kota global yang kompetitif dan berkelanjutan,” ujar Rano saat membuka Forum Bisnis Daerah 2026 yang diinisiasi HIPMI Jaya di kawasan Pondok Indah Golf.
Selain penguatan ekonomi, Pemprov DKI Jakarta juga terus memperluas berbagai program pengembangan SDM dan penciptaan lapangan kerja. Mulai dari pelatihan kewirausahaan melalui Jakarta Entrepreneur, job fair, mobile training unit, hingga pengembangan kompetensi transportasi publik melalui Transjakarta Academy.
2. Perluas Kolaborasi dengan Kota-Kota Dunia

Selain fokus membangun ekonomi, infrastruktur, dan SDM, Pemprov DKI Jakarta juga aktif memperkuat jejaring internasional dengan berbagai kota dunia. Langkah ini untuk membuka peluang investasi, pertukaran pengetahuan, hingga pengembangan teknologi perkotaan.
Pramono Anung belum lama ini melakukan kunjungan kerja ke Shenzhen, Seoul, Tokyo, dan Kyoto untuk memperluas kerja sama internasional. Kolaborasi yang dijajaki antara lain pengembangan transportasi publik bersama Shenzhen Metro, penguatan layanan kesehatan, hingga kerja sama inovasi hijau dan diplomasi generasi muda.
“Jakarta adalah laboratorium hidup transformasi perkotaan di Asia Tenggara,” kata Pramono.
Peran Jakarta di forum global semakin aktif, salah satunya melalui keterlibatan Pramono sebagai Wakil Ketua Steering Committee C40 Cities, yaitu jaringan kota-kota besar dunia yang fokus pada isu perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.
Di sisi lain, Rano Karno, pertengahan Mei lalu, memimpin delegasi Pemprov DKI Jakarta memperluas kolaborasi internasional dengan Milan, Cannes, dan Koppenhagen. Fokus utamanya adalah transformasi Jakarta menuju kota global melalui pengembangan industri kreatif, tata ruang, olah raga, ketahanan pangan, pariwisata, hingga pengelolaan sampah.
3. Transportasi Publik dan Ruang Kota Terintegrasi

Transformasi Jakarta menuju kota global juga ditopang pengembangan transportasi publik dan ruang kota yang lebih terintegrasi. Pemprov DKI Jakarta terus mempercepat mobilitas hijau melalui elektrifikasi armada TransJakarta serta penguatan jaringan transportasi rel.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi emisi sekaligus mengatasi kemacetan.
Tak hanya itu, revitalisasi kawasan Kota Tua Jakarta juga menjadi bagian dari strategi memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global berbudaya. Kawasan tersebut kini terus dikembangkan menjadi ruang publik yang lebih hidup, inklusif, dan ramah bagi masyarakat maupun wisatawan.
Menurut Rano, Jakarta tidak hanya ingin tumbuh sebagai pusat ekonomi, tetapi juga menjadi kota yang aman dan nyaman dengan kualitas hidup yang baik.
“Jakarta sedang memperkuat transformasi menuju kota global yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga nyaman dihuni dan tetap memiliki identitas kuat yang berpihak pada kualitas hidup masyarakat,” ujarnya. (WEB)
















