Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 9 Pengungsi Suriah

Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 9 Pengungsi Suriah
dampak serangan Israel di Lebanon (User Mema435 on en.wikipedia, CC BY-SA 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0>, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Sembilan pengungsi Suriah, termasuk enam anak, tewas akibat serangan udara Israel di Adloun, Lebanon selatan, yang menargetkan rumah warga sipil.
  • Militer Israel memperluas operasi ke wilayah utara Sungai Litani untuk menghadapi Hizbullah, sementara kelompok tersebut meningkatkan serangan drone yang sulit dideteksi radar.
  • Israel dan Lebanon menjalani perundingan damai di Washington DC dengan mediasi AS, namun prosesnya terhambat oleh ketegangan politik dan penolakan Hizbullah terhadap negosiasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sembilan pengungsi Suriah tewas dalam serangan udara Israel di Lebanon selatan pada Sabtu (30/5/2026). Di antara korban terdapat enam anak-anak.

Menurut kantor berita NNA, serangan Israel tersebut menargetkan sebuah rumah yang dihuni warga sipil di kota Adloun, dekat kota Sidon. Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan bahwa jenazah yang ditemukan di bawah reruntuhan berasal dari satu keluarga yang sama.

1. Israel perluas serangan di Lebanon selatan

operasi militer Israel di Lebanon selama perang 2023-2024
operasi militer Israel di Lebanon selama perang 2023-2024 ( / IDF Spokesperson's Unit)

Israel terus menyerang Lebanon meskipun gencatan senjata telah diberlakukan sejak 17 April lalu. Pada Minggu (31/5/2026), militer Israel mengumumkan telah melancarkan serangan berskala besar di wilayah Beaufort Ridge dan Wadi al-Salouqi di Lebanon selatan. Mereka mengklaim operasi tersebut bertujuan menghancurkan infrastruktur teroris dan melenyapkan militan.

"Tentara Israel telah menyeberangi Sungai Litani dan memperluas serangan mereka terhadap Hizbullah di di wilayah utara sungai tersebut," tulis juru bicara militer Israel, Ella Waweya, di akun media sosial X. Ia menambahkan bahwa operasi juga diperluas ke wilayah lainnya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengklaim bahwa militer telah melintasi Sungai Litani dan merebut Beaufort Ridge dalam operasi tersebut. Lebanon hingga kini belum memberikan tanggapan terkait klaim tersebut. Namun, pada Sabtu, seorang pejabat militer senior Lebanon mengatakan bahwa militer Israel telah memasuki sejumlah desa di utara Sungai Litani dan mencapai wilayah pinggiran Nabatieh di Lebanon selatan, dilansir dari Anadolu.

2. Hizbullah dinilai semakin kuat

Pasukan Hizbullah melakukan latihan di desa Aaramta di distrik Jezzine, Lebanon selatan, pada Mei 2023ps://commons.wikimedia.org/wiki/File:2023_Hezbollah_drill_in_Aaramta_03.jpg
Pasukan Hizbullah melakukan latihan di desa Aaramta di distrik Jezzine, Lebanon selatan, pada Mei 2023 (Tasnim News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Kelompok Hizbullah sendiri terus melanjutkan serangan terhadap pasukan Israel. Pada Minggu, Israel mengonfirmasi bahwa satu tentaranya tewas akibat serangan drone Hizbullah sehari sebelumnya, sehingga jumlah tentara Israel yang tewas sejak eskalasi terbaru konflik pada 2 Maret 2026 bertambah menjadi 25 orang.

Koresponden Al Jazeera, Nida Ibrahim, mengatakan pemerintah Israel meyakini Hizbullah semakin kuat dalam beberapa bulan terakhir dan kini menunjukkan perlawanan yang lebih besar, terutama melalui penggunaan drone.

Sekutu Iran itu disebut menggunakan drone serat optik yang tahan terhadap gangguan elektronik dan hampir mustahil dideteksi radar. Drone berbiaya rendah itu mampu menembus sistem pertahanan udara berlapis milik Israel yang bernilai miliaran dolar AS.

3. Perundingan damai Lebanon-Israel terus berlanjut

Gedung Putih di Amerika Serikat
Gedung Putih di Amerika Serikat (unsplash.com/René DeAnda)

Sementara itu, Israel dan Lebanon saat ini tengah menjalani perundingan damai yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS). Para pejabat dari kedua negara bertemu di Washington DC pada Jumat (29/5/2026) untuk membahas implementasi gencatan senjata. Negosiasi diperkirakan akan dilanjutkan pekan depan.

Filippo Dionigi, dosen senior hubungan internasional di Universitas Bristol, mengatakan bahwa pemerintah Lebanon berada dalam posisi yang sangat sulit karena Israel dinilai tidak tertarik pada perdamaian. Penolakan Hizbullah terhadap perundingan damai juga semakin menambah tekanan.

“Di satu sisi, mereka harus bernegosiasi dengan Israel, sementara Israel pada dasarnya menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki rencana politik signifikan untuk Lebanon dan saat ini hanya menjalankan strategi militer. Di sisi lain, mereka juga menghadapi tekanan dari dinamika politik domestik,” ujar Dionigi kepada Al Jazeera.

Baik Lebanon maupun Israel sama-sama ingin senjata Hizbullah dilucuti. Namun, Beirut kesulitan mewujudkan hal tersebut. Hizbullah, yang dinilai lebih kuat dibanding militer resmi negara, berpendapat bahwa mereka merupakan satu-satunya pertahanan Lebanon terhadap Israel.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More