Comscore Tracker

Sukses Turunkan Emisi Karbon, Indonesia Dapat Rp784 Miliar

Dana tersebut berasal dari Norwegia

Jakarta, IDN Times - Indonesia mendapat dana prestasi sebesar 56 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp784 miliar dari Norwegia setelah berhasil penurunan emisi gas rumah kaca (GRK). Dana ini akan digunakan untuk pemulihan lingkungan.

"Atas prestasi itu, disepakati 11 juta ton atau senilai dana 56 juta dolar itu yang terkait pembayaran prestasi komitmen Indonesia terhadap GRK," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar, dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/2020).

1. Dana akan digunakan untuk pemulihan lingkungan pembibitan mangrove

Sukses Turunkan Emisi Karbon, Indonesia Dapat Rp784 MiliarKawasan wisata hutan mangrove PPU (IDN Times/Ervan Masbanjar)

Menteri Siti mengatakan dana tersebut akan disalurkan ke Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Kementerian Keuangan. Saat ini rencana investasi sedang disusun dan akan digunakan untuk pemulihan lingkungan pembibitan mangrove pemulihan gambut, atau penyelesaian lahan kritis.

2. Penurunan emisi di Indonesia

Sukses Turunkan Emisi Karbon, Indonesia Dapat Rp784 Miliarunsplash.com/@worldsbetweenlines

Siti Nurbaya mengklaim pada 2017 Indonesia berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 24,7 persen. Begitu juga di tahun-tahun berikutnya meski ada kesulitan karena terjadi kebakaran hutan.

"2020 kita kerja keras, jadi saya 2020 (bisa mengurangi) 26 persen (emisi gas rumah kaca) cukup optimis," katanya.

3. Target penurunan emisi GRK hingga 10 tahun ke depan

Sukses Turunkan Emisi Karbon, Indonesia Dapat Rp784 MiliarDok. Biro Pers Kepresidenan

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen pada tahun ini. "Saya kira sudah sejak 2010 dan Indonesia terus berkomitmen untuk terus menurunkan gas rumah kaca sebanyak 26 persen pada 2020 dan meningkat 29 persen di tahun 2030," kata Jokowi.

Untuk mencapai target tersebut, Jokowi meminta para pembantunya konsisten dalam menjalankan program pemulihan lingkungan untuk menurunkan gas rumah kaca. Termasuk percepatan perlindungan gambut dan percepatan rehabilitas hutan dan lahan.

"Ini juga harus kita lihat dan kita harus memastikan pengaturan karbon ini betul-betul punya dampak signifikan bagi penurunan gas rumah kaca sebesar 26 persen pada 2020 dan 29 persen pada 2030," ucapnya menambahkan.

Baca Juga: Uji Emisi Dicanangkan, Ini Cara Mengecek Emisi Gas Buang Kendaraan

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya