Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hujan Diprediksi Pertengahan November, Menhut Minta Tetap Waspada Karhutla
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menjatuhkan sanksi administratif kepada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) setelah hasil pengawasan menemukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada areal yang mereka kelola dengan total luas mencapai 1.511,55 hektare di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. (Dok. Kemenhut)
  • BMKG memprediksi hujan alami di Kalimantan Selatan baru hadir pada pertengahan November.

  • Raja Antoni meminta pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, dan relawan memperkuat koordinasi penanganan karhutla.

  • Hotspot Kalsel turun menjadi 15 titik, tetapi kewaspadaan tetap diperlukan karena sebagian wilayahnya merupakan kawasan gambut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
10 Oktober

Hotspot di Kalimantan Tengah tercatat 288 titik.

11 Oktober 2026

Data Sipongi Kemenhut dengan cut off pukul 23.59 WIB mencatat 519 hotspot di enam provinsi prioritas.

Senin (12/10/2026)

Raja Antoni meninjau penanganan karhutla di Hutan Lindung Liang Anggang, Kota Banjarbaru.

pertengahan November

BMKG memprediksi hujan alami hadir di Kalimantan Selatan.

dasarian kedua November

Hujan alami di Kalimantan Selatan diperkirakan hadir pada periode ini.

kini

Hotspot di Kalimantan Selatan disebut menjadi yang terendah di Kalimantan, dengan jumlah 15 titik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Menteri Kehutanan meminta kewaspadaan dan koordinasi diperkuat untuk menangani potensi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan.
  • Who?
    Menteri Kehutanan Raja Antoni, pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, dan para relawan.
  • Where?
    Hutan Lindung Liang Anggang, Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
  • When?
    Senin (12/10/2026), dengan hujan alami diprediksi hadir pada pertengahan November atau dasarian kedua November.
  • Why?
    Sebagian wilayah Kalimantan Selatan merupakan kawasan gambut dan kebakaran dapat kembali membesar apabila seluruh pihak lengah.
  • How?
    Dengan memperkuat koordinasi lapangan, menjaga kerja sama, dan memastikan penanganan karhutla berjalan maksimal hingga hujan alami tiba.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Raja Antoni meminta semua orang tetap hati-hati karena hujan di Kalimantan Selatan diperkirakan baru datang pada pertengahan November. Pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, dan relawan diminta bekerja bersama untuk menjaga hutan dan lahan. Titik panas di Kalsel sudah turun, tetapi api bisa membesar lagi jika semua lengah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penurunan hotspot di Kalimantan Selatan menjadi 15 titik menunjukkan penanganan terus berjalan. Kondisi ini juga didukung koordinasi pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, dan relawan yang diarahkan tetap kompak. Kewaspadaan yang dipertahankan memberi ruang bagi seluruh unsur untuk menjaga kondisi hingga hujan alami diprediksi tiba.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, mengingatkan seluruh pihak untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel). Hal ini menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa hujan alami di Kalsel akan terjadi pada pertengahan November.

Menhut Raja Antoni menyampaikan hal tersebut saat meninjau penanganan karhutla di Hutan Lindung Liang Anggang, Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Senin (12/10/2026).

“Karena seperti yang disampaikan oleh BMKG, hujan alami itu baru akan hadir di Kalimantan Selatan ini pada pertengahan November atau dasarian kedua November,” ujar dia dalam keterangan tertulis.

1. Menhut minta seluruh pihak memperkuat koordinasi lapangan

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat melakukan peninjauan karhutla di Berau, Rabu (26/8/2026). (dok. Kemenhut)

Menurut dia, kondisi tersebut membuat seluruh pihak masih memiliki waktu sekitar satu bulan untuk terus menjaga kewaspadaan dan memastikan penanganan karhutla berjalan maksimal. Dia meminta jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, hingga para relawan terus memperkuat koordinasi di lapangan.

“Oleh karena itu, masih ada sekitar satu bulan lagi, ya, di mana saya berharap di bawah pimpinan Pak Gubernur, Kapolda, Pak Pangdam, dengan Manggala Agni, dengan relawan, semuanya untuk tetap waspada,” kata dia.

2. Kewaspadaan perlu ditingkatkan di kawasan gambut

Menhut Raja Juli Antoni saat meninjau lokasi karhutla di Guntung Damar, Kalimantan Selatan, Minggu (23/8/2026). (dok. Kemenhut)

Dia mengatakan, kewaspadaan penting dijaga mengingat sebagian wilayah Kalsel merupakan kawasan gambut. Dia mengingatkan, kebakaran dapat kembali membesar apabila seluruh pihak lengah.

“Karena apabila kita lengah, Anda tahu di basisnya gambut, maka kebakaran ini satu waktu akan bisa meledak kembali,” ujar dia.

Menhut pun optimistis koordinasi seluruh unsur dapat menjaga kondisi hingga hujan alami tiba.

“Insyaallah saya percaya ya dengan koordinasi yang sangat baik,” kata Raja.

3. Menhut sebut karhutla di Kalsel terendah di Kalimantan

Menhut Raja Antoni saat meninjau lokasi karhutla di Kabupaten Banjar, Kalsel, Minggu (23/8/2026). (dok.Kemenhut)

Menhut mengatakan, hotspot atau titik panas kebakaran karhutla di Kalimantan Selatan (Kalsel) kini terendah di Kalimantan.

Meski demikian, dia mengingatkan bahwa kondisi tersebut tidak membuat pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla menjadi terlena.

“Kita masih punya tantangan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, namun hal itu tidak membuat kita terlena,” kata dia.

Berdasarkan data Sipongi Kemenhut dengan cut off 11 Oktober 2026 pukul 23.59 WIB, jumlah hotspot di enam provinsi prioritas tercatat 519 titik. Di Kalimantan, Kalimantan Tengah masih menjadi provinsi dengan hotspot tertinggi, yakni 199 titik, meski turun dari 288 titik pada 10 Oktober.

Kalimantan Selatan juga mengalami penurunan dari 28 menjadi 15 titik, selanjutnya Kalimantan Barat meningkat dari 44 menjadi 68 titik.

Sementara itu, Sumatra Selatan tercatat 223 hotspot, Riau 14 titik, dan Jambi nol titik. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk terus menjaga kewaspadaan dan memperkuat koordinasi penanganan karhutla, khususnya di wilayah yang masih menghadapi tantangan kebakaran.

“Saya minta seluruh pihak terus menjaga kerja sama dan kekompakan di lapangan. Kita bekerja maksimal untuk memastikan karhutla dapat ditangani dengan baik,” ujar dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article