Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ijtima Ulama Tuntut Muktamar PBNU Jombang Hasilkan Pemimpin Baru
Ijtima Ulama Indonesia menutut kepemimpinan baru di PBNU pada Muktamar Jombang. (IDN Times/Amir Faisol).
  • Ijtima Ulama Indonesia menghasilkan empat keputusan strategis, termasuk dorongan agar Muktamar PBNU ke-35 di Jombang berlangsung tanpa praktik transaksional dan memberi ruang bagi generasi muda.
  • Ijtima Ulama menuntut Muktamar PBNU melahirkan pemimpin baru yang amanah, profesional, serta visioner untuk membawa arah perubahan dan pembaruan kepemimpinan di tubuh PBNU.
  • Selain isu kepemimpinan, Ijtima Ulama juga merekomendasikan penguatan Ekonomi Konstitusi serta pemerataan anggaran pendidikan pesantren guna menghapus stigma negatif terhadap lembaga tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ada banyak ulama kumpul di Jakarta. Mereka mau nanti waktu Muktamar PBNU di Jombang ada pemimpin baru yang jujur dan pintar. Mereka bilang jangan ada jual-beli jabatan. Mereka juga mau anak muda bisa ikut bantu. Sekarang semua orang nunggu Muktamar itu biar NU punya pemimpin baru yang baik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ijtima Ulama Indonesia yang digelar Partai Kebangkitan Bangsa (PB) menghasilkan empat keputusan strategis. Salah satunya terkait pelaksanaan Muktamar PBNU ke-35 di Jombang pada 27-31 Agustus 2026.

Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, Maman Imanulhaq mendorong agar Muktamar PBNU di Jombang menghindari praktik transaksional.

Muktamar juga dituntut memberikan peluang bagi anak-anak muda, profesionalisme, serta merumuskan kembal peran Nahdlatul Ulama menjadi kembali lokomotif masyarakat sipil.

"Ijtima Ulama meminta agar Muktamar di Jombang besok, itu Muktamar yang betul-betul jauh dari praktek-praktek transaksional, jauh dari praktek-praktek yang hanya memanfaatkan PCNU," kata Maman di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

1. Pemimpin baru PBNU dituntut visioner

Ijtima Ulama Indonesia menutut kepemimpinan baru di PBNU pada Muktamar Jombang. (IDN Times/Amir Faisol).

Ijtima Ulama juga mendorong agar Muktamar menghasilkan pemimpin PBNU yang amanah, profesional, dan visioner. Menurut dia, PBNU harus memilih pepimpin yang paham ke mana membawa arah Indonesia ke depan.

"Sehingga Muktamar NU ke depan betul-betul harus dipimpin oleh pemimpin yang amanah, profesional, alim, alamah, dan juga visioner ke depan," kata dia.

Selain itu, Ijtima Ulama mendorong agar Muktamar ke-35 menghasilkan ketua umum PBNU yang baru. Supaya terjadi perubahan menyeluruh dari kepemimpinan PBNU.

"NU baru, pemimpin baru," tutur Maman.

2. Perubahan pemimpin baru di PBNU mendesak

Muktamar PBNU pada Selasa (9/12/2025), menetapkan Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketua Umum mengisi pos Gus Yahya (IDN Times / Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Sekretaris Dewan Syuro PKB Saifullah Mashum turut mendukung agar terjadi perubahan kepemimpinan di internal PBNU.

"Saya ingin menambahkan soal Muktamar ya. Jadi poinnya bahwa Muktamar nanti harus terjadi perubahan kepemimpinan di PBNU. Itu aja poinnya. Dari seluruh narasi tadi itu, harus ada perubahan pimpinan di dalam tubuh PBNU," ujar Mashum.

3. Ijtima Ulama dukung ekonomi konstitusi

Ijtima Ulama Indonesia menutut kepemimpinan baru di PBNU pada Muktamar Jombang. (IDN Times/Amir Faisol).

Sementara, rekomendasi Ijtima Ulama Indonesia lainnya adalah, mengenai arah pembangunan, ekonomi, politik, demokrasi dan pemerintah. Ijtima ulama mendukung gagasan Ekonomi Konstitusi untuk mendorong kebijakan presiden dan pemerintah sesuai dengan konstitusi.

Terakhir, isu pendidikan khususnya pesantren. Menurut ijtima' pesantren akhir-akhir ini mendapatkan stigma negatif sehingga membuat turunnya animo masyarakat mendaftarkan anak-anaknya ke pesantren. Ijtima juga mendorong anggaran pendidikan yang adil untuk pesantren.

Curated For You

Editorial Team

Related Article