Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Imigrasi Denpasar Buru 2 WNA Diduga Pelatih Motor Ilegal
ilustrasi Imigrasi Indonesia (dok. Ditjen Imigrasi)
  • Imigrasi Denpasar memburu dua WNA yang diduga melatih berkendara sepeda motor secara ilegal di kawasan Serangan.

  • Dua WNA asal Belarus yang diduga mengikuti pelatihan akan dipanggil untuk memberikan keterangan dan membantu penelusuran identitas pelatih.

  • Imigrasi Bali mengingatkan WNA menaati aturan serta menjalankan kegiatan sesuai izin tinggal yang dimiliki.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
25/9/2026

Tim Inteldakim melakukan patroli di kawasan Serangan, Denpasar, Bali. Dua WNA yang diduga menjadi pelatih berkendara kabur dan berhasil melarikan diri saat dikejar petugas.

2/10/2026

Kepala Kantor Imigrasi Denpasar R. Haryo Sakti dikutip mengenai pengejaran terhadap dua WNA yang diduga menjadi pelatih ilegal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Imigrasi Denpasar memburu dua WNA yang diduga menjadi pelatih berkendara sepeda motor secara ilegal untuk sesama WNA.
  • Who?
    Kantor Imigrasi Denpasar, tim Inteldakim, dua WNA yang diduga pelatih, serta RO dan IA sebagai peserta pelatihan.
  • Where?
    Kawasan Serangan dan Jalan Tukad Punggawa, Denpasar, Bali.
  • When?
    Patroli berlangsung pada Jumat (25/9/2026), sedangkan pernyataan Kepala Kantor Imigrasi Denpasar dikutip Jumat (2/10/2026).
  • Why?
    Patroli dilakukan untuk mengawasi keberadaan dan kegiatan WNA agar sesuai dengan izin tinggal yang dimiliki.
  • How?
    Petugas melakukan patroli, memeriksa RO dan IA, serta sempat mengejar dua WNA yang diduga pelatih, tetapi keduanya berhasil melarikan diri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Imigrasi Denpasar mencari dua orang asing yang diduga mengajari orang lain naik motor secara ilegal di Bali. Mereka lari saat petugas datang. Dua orang asing dari Belarus yang diduga ikut belajar diperiksa. Mereka akan dipanggil lagi. Petugas juga mencari tahu siapa dua pelatih yang kabur dan mengawasi kegiatan orang asing.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Patroli Imigrasi Denpasar menunjukkan pengawasan terhadap kegiatan WNA dilakukan melalui pemeriksaan dan penelusuran identitas. Pemeriksaan terhadap RO dan IA juga menjadi bagian dari upaya memperoleh keterangan mengenai pelatih yang kabur. Langkah ini berjalan bersama penguatan pengawasan dan pengingat agar aktivitas orang asing sesuai izin tinggal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kantor Imigrasi Denpasar memburu dua warga negara asing (WNA) yang diduga menjadi pelatih berkendara sepeda motor secara ilegal untuk sesama WNA di kawasan Serangan, Denpasar, Bali. Keduanya kabur saat tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) melakukan patroli pada Jumat (25/9/2026).

Kepala Kantor Imigrasi Denpasar, R. Haryo Sakti, mengatakan petugas sempat melakukan pengejaran, tetapi kedua WNA tersebut berhasil melarikan diri.

"Setibanya di lokasi, tim mendapati dua WNA yang diduga pelatih ilegal tersebut melarikan diri meninggalkan lokasi. Tim sempat melakukan pengejaran, akan tetapi mereka berhasil melarikan diri," kata dia, dikutip Jumat (2/10/2026).

1. Ada dua WNA yang diduga jadi murid

Kapal motor nelayan asal Thailand mengalami kerusakan mesin dan terombang-ambing di perairan Simeulue, Kabupaten Simeulue, Aceh. (Dokumentasi Kanwil Ditjen Imigrasi Aceh untuk IDN Times)

Dalam patroli tersebut, petugas memeriksa dua WNA lain yang diduga mengikuti pelatihan berkendara dari dua WNA yang kabur. Keduanya berinisial RO, laki-laki berusia 20 tahun, dan IA, perempuan berusia 21 tahun.

Keduanya merupakan warga Belarus dan pemegang Izin Tinggal Terbatas (ITAS) Remote Worker. Imigrasi akan memanggil keduanya untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Dari hasil pemeriksaan, diketahui dua peserta pelatihan berkendara tersebut, yaitu RO (laki-laki) berusia 20 tahun dan IA (perempuan) 21 tahun, keduanya asal Belarus dan merupakan pemegang Izin Tinggal Terbatas (ITAS) Remote Worker," kata Sakti.

2. Identitas pelatih masih ditelusuri

ilustrasi Imigrasi Indonesia (dok. Ditjen Imigrasi)

Sakti mengatakan pemeriksaan terhadap RO dan IA akan digunakan untuk menelusuri identitas dua WNA yang diduga menjadi pelatih berkendara tersebut. Hingga patroli berlangsung, keduanya belum berhasil diamankan oleh petugas.

Selain Serangan, patroli juga menyasar Jalan Tukad Punggawa yang menjadi salah satu pusat aktivitas WNA. Kegiatan tersebut merupakan patroli rutin untuk mengawasi keberadaan dan kegiatan WNA agar sesuai dengan izin tinggal yang dimiliki.

"Kami juga akan menelusuri identitas WNA yang melarikan diri dari petugas," kata Sakti.

3. Imigrasi ingatkan WNA patuhi izin tinggal

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi NTT, Saroha Manullang, memeriksa kondisi 16 warga Uzbekistan. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Bali, Ramdhani, mengapresiasi langkah cepat Imigrasi Denpasar dalam menindaklanjuti informasi terkait aktivitas dua WNA tersebut. Dia mengingatkan seluruh WNA di Bali wajib menaati aturan dan menjalankan kegiatan sesuai izin tinggal.

Menurut Ramdhani, pengawasan akan terus diperkuat untuk memastikan aktivitas orang asing tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Setiap orang asing yang berada di Bali wajib menaati aturan dan melakukan kegiatan sesuai dengan izin tinggalnya. Kami akan terus memperkuat pengawasan secara terukur," ujar Ramdhani.

Curated For You

Editorial Team

Related Article