Comscore Tracker

11 Keluarga Korban Sriwijaya Air Terima Kompensasi Rp1,25 Miliar

47 keluarga korban lainnya masih mengurus dokumen

Jakarta, IDN Times - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut manajemen Sriwijaya Air telah memberikan kompensasi senilai Rp1,25 miliar kepada keluarga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJY 182. Menurut dia, proses pencairan dana masih berlangsung hingga saat ini.

“Sriwijaya sudah dan akan memberikan kompensasi Rp1,25 miliar per penumpang dari polis asuransi. Itu sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011,” ujar Budi Karya dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR, Rabu (3/2/2021).

1. 47 keluarga korban masih mengurus kelengkapan dokumen

11 Keluarga Korban Sriwijaya Air Terima Kompensasi Rp1,25 MiliarIDN Times/Muhammad Athif Aiman

Budi Karya mengatakan, sebanyak sebelas keluarga korban telah menerima uang kompensasi. Sementara, 47 keluarga korban lainnya masih mengurus dokumen administrasi.

“Memang ini ada persoalan hal ahli waris yang harus diselesaikan,” kata Budi.

Baca Juga: AirNav: Sebelum Hilang Kontak, ATC Panggil Pilot Sriwijaya Air 11 Kali

2. Keluarga korban juga akan mendapat uang santunan dari PT Jasa Raharja

11 Keluarga Korban Sriwijaya Air Terima Kompensasi Rp1,25 MiliarPolres Bandara Memberikan Trauma Healing oleh Pihak Keluarga Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ182 (IDN Times/Maya Aulia)

Selain kompensasi dari maskapai, kata Menhub, keluarga korban juga akan mendapatkan uang santunan dari PT Jasa Raharja sebesar Rp 50 juta. Santunan tersebut dikirim langsung melalui rekening ahli waris. Budi juga memastikan pihaknya akan mendampingi para keluarga korban agar memperoleh hak sesuai dengan ketentuan undang-undang.

“Kita akan maksimalkan atau mendampingi para keluarga korban untuk mendapatkan hak sesuai ketentuan undang-undang,” katanya.

3. Evakuasi Sriwijaya Air telah dihentikan

11 Keluarga Korban Sriwijaya Air Terima Kompensasi Rp1,25 MiliarSriwijaya Air (Instagram.com/sriwijayaair)

Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJY 182 yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Tangerang menuju Bandara Supadio Pontianak hilang kontak pada Sabtu, 9 Januari 2021 sekitar pukul 14.40 WIB. Diduga, pesawat yang membawa 62 orang itu jatuh di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

Tim SAR telah menghentikan evakuasi terhadap korban dan puing-puing pesawat Sriwijaya Air setelah 13 hari pencarian. Operasi dilanjutkan oleh KNKT untuk mencari memori kotak hitam berupa CVR untuk keperluan investigasi. KNKT akan menyelesaikan laporan awal investigasinya dalam 30 hari setelah kecelakaan terjadi.

Baca Juga: KNKT: Sriwijaya Air SJY 182 Tidak Meledak Sebelum Jatuh ke Laut 

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya