Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ini Cara Daftar Agen Perlinsos, Bantu Tetangga Daftarkan Bansos
Agen Perlinsos Digital di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi saat memasukkan data pendaftar bansos. (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Pemerintah meluncurkan Gerakan Nasional Peduli Tetangga, mengajak masyarakat membantu warga membutuhkan bansos yang belum terdaftar melalui pendaftaran digital.
  • Digitalisasi bansos diuji coba dari Banyuwangi hingga 42 kabupaten/kota untuk memperoleh data real-time, memperbarui data, dan mendorong penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.
  • Masyarakat dapat mendaftar sebagai Agen Perlinsos di agent-perlinsos.kemensos.go.id; agen membantu pendaftaran, sementara kelayakan penerima tetap diverifikasi tanpa pungutan dan dengan perlindungan data.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Pemerintah telah mencanangkan Gerakan Nasional Peduli Tetangga, sebuah kepedulian sosial untuk membantu tetangga atau keluarga yang membutuhkan bantuan sosial (bansos) namun belum terdaftar, melalui pendaftaran bansos secara digital.

Masyarakat yang memenuhi syarat dapat mendaftar menjadi Agen Perlinsos (perlindungan sosial) melalui kanal yang telah disediakan. Nantinya, Agen Perlinsos akan membantu melakukan pendaftaran bansos secara digital.

"Hal ini penting karena tidak semua masyarakat memiliki telepon pintar, literasi digital, dokumen lengkap, atau keberanian untuk mendaftar sendiri," ucap Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Rabu (9/9/2026).

1. Digitalisasi bansos untuk peroleh data secara real time

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf memaparkan penyaluran bansos di Gedung Kemensos, Rabu (5/8/2026)/ IDN Times Dini Suciatiningrum

Dia menjelaskan bahwa digitalisasi bansos merupakan salah satu bagian dari upaya pemerintah untuk memperoleh data secara real-time di lapangan, sekaligus proses pemutakhiran data.

“Untuk pertama kalinya diuji coba di Banyuwangi, kemudian setelah itu diteruskan, sekarang uji cobanya di 42 kabupaten kota seluruh Indonesia. Kita harapkan dengan adanya digitalisasi bansos ini nanti, upaya penyaluran-penyaluran bansos akan lebih tepat sasaran,” kata Gus Ipul.

2. Masyarakat bisa jadi agen perlinsos

Dokumentasi Aplikasi Cek Bansos Kemensos RI / Kemensos RI.

Gus Ipul mengajak semua masyarakat termasuk pendamping, relawan, tokoh masyarakat, ataupun semua yang memiliki kesempatan dapat berpartisipasi dalam perbaikan data ini dengan menjadi Agen Perlinsos, membantu agar seluruh masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh bansos.

“Ketika kita uji coba di Banyuwangi, kita menemukan fakta bahwa memang belum semua masyarakat terbiasa dengan menggunakan smartphone. Tentu perlu sosialisasi, edukasi, bagaimana memanfaatkan dengan baik digitalisasi bansos itu. Makanya kami bersama dengan tim ingin mengajak masyarakat luas untuk bisa menjadi agen-agen daripada digitalisasi bansos ini,” ujarnya.

3. Cara daftar agen perlinsos

Pemerintah Kota Surabaya mengintensifkan pelaksanaan Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital sebagai bagian dari program percontohan nasional. Melalui sistem yang terintegrasi, pemerintah berharap proses validasi penerima bantuan sosial (bansos) menjadi lebih akurat, cepat, dan tepat sasaran. (dok. Pemkot Surabaya)

Bagi masyarakat yang ingin menjadi Agen Perlinsos dapat mendaftar dengan mudah melalui kanal website agent-perlinsos.kemensos.go.id, dengan melakukan verifikasi mengisi data yang diperlukan.

Jika telah terdaftar, maka Agen Perlinsos sudah siap membantu tetangga atau keluarga di sekitarnya. Namun penentuan kelayakan dan penetapan penerima bansos tetap berdasarkan melalui verifikasi, kriteria program, atau ketersediaan kuota. Semua proses dilakukan tanpa pungutan, dan dengan persetujuan warga, serta menjaga kerahasiaan data pribadi.

“Dengan begitu, gerakan ini nanti kalau misalnya bisa berhasil menjadi gerakan dari kita semua untuk lebih peduli daripada tetangga-tetangga kita. Sebab masih banyak di sekitar kita ini yang tentu belum masuk dalam data. Bahkan disebut oleh Presiden itu mereka the invisible people, penderitaannya sendiri kadang-kadang belum nampak oleh kita,” ungkapnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article