Comscore Tracker

Binte Biluhuta, Sup Jagung Gorontalo dengan Gurihnya Milu Pulo 

Tambah ciamik ketika disantap bersama ikan lajang dabu-dabu

Jakarta, IDN Times - Sunarti sibuk menghidangkan Binte Biluhuta dan ikan lajang bakar dari dalam bilik pojokan warung. Puluhan porsi ia suguhkan bersama tujuh pegawainya di Rumah Makan Sakinah, Telaga Biru, Gorontalo, Sabtu (27/11/2021).

Para pegawai wara-wiri antar jemput makanan di warung yang menyatu dengan rumah, dengan luas bangunan 100 meter persegi itu. Pemandangan ini terjadi hampir tiap akhir pekan.

“Alhamdulillah ramai begini setelah pandemik, untung kita toh. Kemarin-kemarin kita sepi saat wabah menerjang,” ujar perempuan berusia 40 tahun itu seraya menyeka keringat di keningnya.

Baca Juga: Pemprov DKI Jalin Kerja Sama dengan Gorontalo dan Blitar, Bidang Apa?

1. Gurih, asam, dan pedas menyatu dalam semangkuk Binte Biluhuta

Binte Biluhuta, Sup Jagung Gorontalo dengan Gurihnya Milu Pulo Binte biluhuta (instagram.com/linayusrida)

Semangkuk Binte Biluhuta tiba di meja makan, harumnya didominasi daun kemangi yang ikut digodok dalam kuah sup. Sementara jagungnya tak seperti pada umumnya, berwarna putih susu dan lebih padat saat dikunyah.

Campuran cukuran kelapa, membuat kuah jadi berwarna putih. Dua potong terong dan daun bawang ikut bercampur di dalamnya.

Air irisan jeruk nipis dituang bersama seujung sendok cabai super pedas Gorontalo. Rasa gurih mengoyak lidah dalam suapan pertama, pedas dan asam ikut menyatu di dalam mulut.

2. Ikan lajang dabu-dabu cocok disantap bersama Binte Biluhuta

Binte Biluhuta, Sup Jagung Gorontalo dengan Gurihnya Milu Pulo Ikan lajang di Rumah Makan Sakinah si Gorontalo. (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Bagaikan sayur tanpa garam, ada yang kurang jika Binte Biluhuta disuguhkan sendirian. Tibalah giliran seekor ikan lajang diguyur bumbu dabu-dabu mendarat di meja makan.

Dagingnya empuk dengan sedikit tulang memudahkan jika makan dengan sendok. Sebenarnya, ikan lajang disuguhkan dengan nasi, tapi rasanya semakin ciamik ketika dimakan bersama Binte Biluhuta.

Kuah Binte Biluhuta menyatu dengan daging ikan lajang menambah rasa gurih. Porsi yang pas dari keduanya cukup membuat makan siang jadi kenyang.

3. Milu pulo mulai sulit didapat

Binte Biluhuta, Sup Jagung Gorontalo dengan Gurihnya Milu Pulo ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Lezat sudah pasti, namun ada rasa khawatir Sunarti. Jagung pulut atau masyarakat lokal biasa menyebut dengan nama milu pulo ternyata didapat dengan susah payah.

Jagung ini memiliki ukuran kecil, bijinya berwana putih dan dikenal sebagai jagung rebus yang memiliki cita rasa manis gurih. Saking memikatnya jagung ini, hingga banyak pedagang yang berebut memperoleh pasokan dari petani.

“Mahal, susah juga didapat. Sekarang kita ambil dari petani Rp15 ribu per kilo, kalau dulu masih Rp7 ribu. Kita harus ambil di Kabupaten Pahuwatu,” ujar Sunarti.

Bahkan, Sunarti sempat memesan milu pulo dari Sulawesi Tengah karena sudah tidak ada di Gorontalo.

“Permasalahannya memang petani jarang yang mau menanam jagung ini. Karena habis terus oleh hewan liar di gunung, dari 1 petak lahan paling seperempat yang bisa sampai dipanen,” ujarnya.

4. Tak ada bumbu rahasia di dapur Sakinah

Binte Biluhuta, Sup Jagung Gorontalo dengan Gurihnya Milu Pulo Pemilik Rumah Makan Sakinah, Sunarti. (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Kelangkaan milu pulo tak membuat harga semangkuk Binte Biluhuta juga ikut naik. Sunarti tetap mematok harga Rp10 ribu. Sementara itu, harga seporsi ikan lajang hanya dipatok Rp17 ribu.

Kembang kempis usaha sudah pasti menemani perjalanan warung dua generasi tersebut. Namun, rasa yang khas buatan sang ibu sejak 1986 itu tak mengubahnya.

Bumbu rahasia tak berlaku di dapur Sakinah, begitu Sunarti menuturkan. Binte Biluhuta yang dibuat bisa berbeda dengan masakan rumah makan lainnya karena cara mengolah kelapa sebelum dicampur ke kuah sup.

“Kuncinya di kelapa, kelapa itu kita cukur bukan kita serut. Karena kalau diserut itu hasilnya tebal, gak enak buat kuah sup itu toh,” ujar dia.

Makan siang kami selesai ditutup cerita Sunarti. Segelas es teh manis mencuci bersih rasa yang tak akan terlupakan. Terimakasih Gorontalo atas kelapa dan gurihnya milu pulo.

Baca Juga: Ada Sate Tuna, Ini 9 Kuliner Khas Gorontalo yang Terkenal Lezat

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya