Comscore Tracker

Buntut Kerumunan, GPI Polisikan Jokowi dan Gubernur NTT

GPI: Jika spontanitas seharusnya tak ada sovenir

Jakarta, IDN Times - Setelah Koalisi Masyarakat Anti-Ketidakadilan, kini giliran Gerakan Pemuda Islam (GPI) melaporkan Presiden Joko “Jokowi” Widodo dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat, ke Badan Reserse Kriminal Polri, terkait kerumunan yang terjadi saat kunjungan kepresidenan di Maumere, Selasa (23/2/2021).

Fery Dermawan, Ketua Bidang HAM GPI, mengatakan, Presiden Jokowi dan Gubernur NTT telah melanggar protokol kesehatan.

"Kami hadir di Bareskrim Polri untuk melaporkan dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan dua pejabat negara. Pertama Presiden RI, kedua Gubernur NTT," kata Fery di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/2/2021).

Baca Juga: Munarman soal Kerumunan Jokowi: Tegakan Hukum Seperti Kasus Rizieq

1. GPI membawa bukti berupa video kerumunan

Buntut Kerumunan, GPI Polisikan Jokowi dan Gubernur NTTPresiden Jokowi saat berkunjung ke NTT (Dok. IDN Times/Istimewa)

Fery mengatakan, pihaknya sudah membawa barang bukti berupa video kerumunan di NTT saat kunjungan Presiden Jokowi dan tangkapan layar berita media mainstream.

"Kami berharap masih ada keadilan di Republik Indonesia. Sebab, kami berpegang pada asas equality before the law, setiap warga negara sama statusnya di hadapan hukum,” ujarnya.

Kedatangan GPI ke Bareskrim Polri, dilanjutkannya, menagih janji Kapolri Listyo Sigit yang akan menegakkan hukum agar tidak tajam ke bawah dan tumpul di atas.

"Kami hadir di sini, berarti menaruh harapan besar kepada kepolisian RI untuk berlaku adil dan memperlakukan semua warga negara dengan seadil-adilnya. Apa pun hasilnya kami ikhtiar. Kami mencoba setidaknya masih ada warga yang peduli dengan keadilan di negara ini," kata Fery.

2. GPI tak terima alasan spontanitas keramaian

Buntut Kerumunan, GPI Polisikan Jokowi dan Gubernur NTTPresiden Jokowi saat berkunjung ke NTT (Dok. IDN Times/Istimewa)

Sementara itu, Eko Saputra, Ketua Bidang Politik dan Kebijakan Publik GPI, menyayangkan jawaban Istana soal kerumunan adalah spontanitas. Dia juga mempertanyakan kasus-kasus sebelumnya yang dinilainya juga karena spontanitas.

"Karena bentuk antusiasme atau spontanitas, maka masyarakat yang di sana tidak harus manunggu dan tidak ada suvenir untuk dibagikan," terang Eko.

"Kalau seperti itu, negara ini diganti saja, tidak harus berlandaskan hukum, berdasarkan sesuka hati presiden,” sambungnya.

3. Viral video kunjungan Jokowi di NTT yang berkerumun

Buntut Kerumunan, GPI Polisikan Jokowi dan Gubernur NTTPresiden Jokowi saat berkunjung ke NTT (Dok. IDN Times/Istimewa)

Sebelumnya, beredar sebuah video kunjungan kerja Presiden Jokowi di NTT yang menyebabkan kerumunan. Dalam video berdurasi 30 detik itu, tampak Presiden tengah berdiri di mobil yang atapnya terbuka. Lalu, dia melambai-lambaikan tangannya kepada masyarakat.

Di video tersebut juga terlihat kerumunan massa yang tengah mengerubungi Jokowi. Padahal, presiden dan pemerintah sendiri yang sering mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga jarak dan tidak berkerumun di tengah pandemik COVID-19.

4. Istana sebut masyarakat spontan mendatangi Jokowi

Buntut Kerumunan, GPI Polisikan Jokowi dan Gubernur NTTIDN Times/Teatrika Handiko Putri

Menanggapi video yang beredar itu, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media, Bey Machmudin, menjelaskan video tersebut memang saat Jokowi berada di Maumere, NTT. Itu terjadi saat Jokowi hendak meresmikan Bendungan Napun Gete.

"Saat dalam perjalanan, masyarakat sudah menunggu rangkaian di pinggir jalan. Ketika rangkaian melambat masyarakat maju ke tengah jalan sehingga membuat iring-iringan berhenti," kata Bey dalam keterangannya, Selasa, 23 Februari 2021.

Menurut Bey, adanya kerumunan tersebut bukan disengaja, melainkan spontanitas masyarakat karena antusias bertemu Jokowi. Sehingga mereka menyambut kedatangan Jokowi.

"Dan kebetulan mobil yang digunakan Presiden atapnya dapat dibuka, sehingga Presiden dapat menyapa masyarakat, sekaligus mengingatkan penggunaan masker," ujar dia.

"Karena kalau diperhatikan, dalam video tampak saat menyapa pun Presiden mengingatkan warga untuk menggunakan masker dengan menunjukkan yang sedang digunakannya," lanjut Bey.

Baca Juga: Jokowi Picu Kerumunan, Anggota DPR: Jangan Salahkan Warga Abai Prokes

Topic:

  • Satria Permana

Berita Terkini Lainnya