Comscore Tracker

Lima Kasus Kontroversial Abu Janda yang Berujung Laporan Polisi

Abu Janda menghina bendera Tauhid hingga menista agama

Jakarta, IDN Times - Nama Permadi Arya alias Abu Janda dikenal sebagai pegiat media sosial yang cukup kontroversi di Indonesia. Lewat pernyataannya, Abu Janda kerap berurusan dengan hukum.

Teranyar, kasus yang sedang menjeratnya adalah melakukan rasisme terhadap Natalius Pigai dan melakukan tindakan SARA dengan menyebut Islam agama arogan lewat cuitannya di Twitter.

Sebelum cuitan Abu Janda memicu masalah, ia juga pernah membuat kehebohan lain. Lalu, kasus-kasus kontroversial apa saja yang pernah menjerat Abu Janda? 

1. Menghina bendera Tauhid

Lima Kasus Kontroversial Abu Janda yang Berujung Laporan PolisiPermadi Arya atau Abu Janda (ANTARA/Anita Permata Dewi)

Pada 2018, Abu Janda sempat dilaporkan dengan dugaan penghinaan terhadap bendera Tauhid. Abu Janda dipolisikan lantaran postingan di akun Facebook-nya soal 'bendera teroris bukan panji nabi'.

Laporan itu dibuat oleh Anggota Majelis Taklim Al-Munawwir Bekasi, Alwi Muhammad Alatas. Alwi menilai, pernyataan Abu Janda itu telah melukai hati umat Islam. Pasalnya, Abu Janda menuliskan kata-kata bahwa 'bendera tauhid' adalah bendera teroris.

Dalam pelaporannya, Alwi menyerahkan sejumlah barang bukti berupa video dan screenshoot postingan Abu Janda di Facebook. Laporan Alwi teregister dengan nomor TBL/6215/XI/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus.

Perkara yang dilaporkan adalah ujaran kebencian dan penodaan agama sebagaimana pasal 28 ayat (2) Jo pasal 45 ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Baca Juga: Diperiksa Terkait Kasus Rasisme, Abu Janda Janji Akan Kooperatif

2. Sebut Aksi Bela Tauhid sebagai aksi politik terselubung

Lima Kasus Kontroversial Abu Janda yang Berujung Laporan PolisiPermadi Arya atau Abu Janda (Instagram.com/permadiaktivis2)

Di tahun yang sama, Abu Janda memantik amarah PA 212 dengan menyebut Aksi Bela Tauhid sebagai aksi politik terselubung melalui media sosialnya.

Abu Janda dilaporkan seorang guru asal Jakarta bernama Mintaredja ke Bareskrim Polri, gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis (1/11/2018).

Pelaporan itu tercatat dalam surat laporan polisi nomor: LP/B/1417/XI/2018/Bareskrim tertanggal 1 November 2018. Abu Janda dilaporkan atas dugaan tindak pidana penyebaran berita hoaks.

3. Sebut teroris beragama Islam

Lima Kasus Kontroversial Abu Janda yang Berujung Laporan PolisiArya Permadi atau Abu Janda (Instagram.com/permadiaktivis2)

Pada 2019, Abu Janda kembali melontarkan pernyataan kontroversialnya. Kali ini ia sebut teroris memiliki agama, agamanya Islam.

Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI) menilai Abu Janda melontarkan ujaran kebencian di media sosial. Abu Janda pun dilaporkan keBareskrim Polri pada Desember 2019. Laporan diterima dengan nomor STTL/572/XII/2019.

Pada Jumat (29/5/2020), Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan Bareskrim menjadwalkan pemeriksaan terhadap Permadi Arya alias Abu Janda terkait laporan ujaran kebencian. Ahmad menuturkan Abu Janda diperiksa sebagai saksi saat itu.

4. Rasisme terhadap Natalius Pigai

Lima Kasus Kontroversial Abu Janda yang Berujung Laporan PolisiANTARA FOTO/Dhoni Setiawan

Tak kapok menghadapi laporan terhadapnya, Abu Janda kini menghadapi laporan atas pernyataan rasisme terhadap eks Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.

Atas kasus ini, Ketua Bidang Hukum DPP KNPI, Medya Rischa Lubis melaporkan Abu Janda ke Bareskrim Polri. Mereka menilai Abu Janda melakukan tindakan rasisme terhadap Natalius Pigai.

"Bahwa kami hari ini telah melaporkan akun Twitter @Permadiaktivis1 yang diduga dimiliki oleh saudara Permadi Arya alias Abu Janda," kata Medya di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (28/1/2021).

Medya mengatakan Abu Janda dinilai melakukan ujaran kebencian lewat cuitannya di Twitter pada Sabtu (2/1/2021). Dalam cuitannya, Abu Janda menyebut kata evolusi yang diduga ditujukan kepada Natalius Pigai.

"Beliau (Natalius) berasal dari Papua, dengan adanya kata-kata evolusi tersebut, sudah jelas maksud dan tujuannya bukan sembarang ngetwit. Tapi tujuannya adalah menghina bentuk fisik dari adik-adik kita ini yang satu wilayah dengan Natalius Pigai," ujar dia.

Dalam laporannya, Abu Janda disangkakan melanggar Pasal 45 ayat (3) juncto Pasal 27 ayat (3) dan/atau Pasal 45 A ayat (2) juncto Pasal 25 ayat (2) dan/atau Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Kebencian atau Permusuhan Individu dan/atau Antar Golongan (SARA), Pasal 310 dan/atau Pasal 311 KUHP.

Kasus ini diawali ketika Abu Janda mengomentari perdebatan antara Natalius Pigai dengan mantan Kepala BIN, Abdullah Mahmud Hendropriyono. Namun, cuitan itu kini sudah dihapus.

Meski cuitan tersebut sudah dihapus, Medya beranggapan tidak ada masalah. Menurutnya, masyarakat banyak yang tersinggung atas cuitan Abu Janda.

"Kami sudah dapatkan screen capture-nya lebih dulu ya, dan itu sudah diterima sebagai bukti awal, bukti permulaan dalam mengajukan laporan ini," tuturnya.

"Dalam tweetnya tanggal 2 Januari 2021 yang menyebut kau @NataliusPigai2 apa kapasitas kau, sudah selesai evolusi kau," sambungnya membacakan cuitaan Abu Janda tersebut.

5. Sebut Islam agama arogan

Lima Kasus Kontroversial Abu Janda yang Berujung Laporan PolisiLogo Twitter (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Beriringan dengan kasus rasisme, Abu Janda juga dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait cuitannya yang diduga melakukan penistaan agama oleh seorang pengacara bernama Medya Rischa pada Jumat 29 Januari 2021.

Polri menerima pelaporan yang tertuang dalam surat tanda terima terima laporan Nomor : STTL/033/I/BARESKRIM tertanggal 29 Januari 2021.

Abu Janda dilaporkan karena melanggar UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 28 ayat (2), Penistaan Agama UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 156A.

Abu Janda sempat berdebat di Twitter dengan Tengku Zulkarnaen pada Minggu 24 Januari 2021. Perang cuitan itu bermula ketika Tengku lewat akun Twitter @ustadztengkuzul, membahas arogansi minoritas terhadap mayoritas di Afrika.

Cuitan Tengku menyebut tidak boleh ada arogansi, baik dari golongan mayoritas ke minoritas maupun sebaliknya.

"Dulu minoritas arogan terhadap mayoritas di Afrika Selatan selama ratusan tahun, apertheid. Akhirnya tumbang juga. Di mana-mana negara normal tidak boleh mayoritas arogan terhadap minoritas. Apalagi jika yang arogan minoritas. Ngeri melihat betapa kini Ulama dan Islam dihina di NKRI," kata Tengku Zulkarnain.

Menanggapi hal itu, Abu Janda membalas cuitan Tengku Zulkarnain. Dia menyebut ada Islam yang arogan karena mengharamkan kearifan lokal di Indonesia.

"Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam sebagai agama pendatang dari Arab kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan ritual sedekah laut, sampai kebaya diharamkan dengan alasan aurat," tutur Abu Janda lewat akun @permadiaktivis1.

Baca Juga: Usai Diperiksa Bareskrim, Abu Janda Klaim Bela Hendropriyono

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya