PMI Salurkan Masker untuk Warga Terdampak Bencana Erupsi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAM). (Dok. PMI)
Selama abu vulkanik terdeteksi di Jawa Barat, Pemprov Jabar juga meningkatkan upaya menjaga keselamatan lalu lintas serta kebersihan fasilitas umum dan ruas jalan. Pembersihan abu dilakukan dengan metode yang tidak menyebabkan partikel kembali beterbangan. Masyarakat juga diminta tidak panik, tetapi tetap waspada dan mengikuti informasi resmi pemerintah.
"Saya memerintahkan seluruh Kepala Perangkat Daerah dan pihak terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan, menyampaikan informasi berdasarkan sumber resmi, serta segera melaporkan peningkatan kasus kesehatan, gangguan pelayanan, keterbatasan logistik, dan kebutuhan dukungan kepada pimpinan/posko penanganan," kata KDM.
KDM mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan sebisa mungkin tetap berada di dalam rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak, terutama di wilayah dengan intensitas sebaran abu vulkanik yang tinggi.
Masyarakat juga diminta menggunakan masker, dengan mengutamakan masker jenis KN95 atau masker yang tersedia dan dapat menutup hidung serta mulut dengan baik. Kacamata juga dianjurkan saat berada di luar ruangan untuk melindungi mata dari paparan partikel abu vulkanik.
Apabila terpapar abu, masyarakat diminta segera membersihkan diri. Untuk membersihkan rumah, fasilitas umum, dan lingkungan sekitar, abu vulkanik sebaiknya dibasahi terlebih dahulu agar tidak kembali beterbangan dan terhirup.
"Segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila setelah terpapar abu vulkanik mengalami gangguan pernapasan, sesak napas, nyeri dada, gangguan atau iritasi mata, gangguan kulit, maupun gejala berat lainnya," kata KDM.
Masyarakat juga diminta menutup dan melindungi sumber air serta makanan dari paparan abu vulkanik. Melalui langkah tersebut, Pemprov Jabar berupaya memastikan perlindungan masyarakat tetap berjalan, terutama di wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik dengan intensitas tinggi. (WEB)