Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tak Hanya Infrastruktur, Jakarta Perkuat Pembangunan Keluarga
Kegiatan Promosi Program Pembangunan Keluarga di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Planet Senen, Jakarta Pusat, pada Senin (4/5) (jakarta.go.id)
  • Pemprov DKI Jakarta menegaskan pembangunan tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga penguatan keluarga sebagai fondasi sosial melalui kebijakan berkelanjutan dan regulasi yang terarah.
  • Ranperda Pembangunan Keluarga disusun untuk memperkuat ketahanan keluarga, dengan dukungan fasilitas seperti 324 RPTRA, layanan lansia, daycare, aplikasi JAKI, serta pemberdayaan ekonomi warga.
  • Pemprov DKI Jakarta menilai keluarga sejahtera menjadi kunci menuju kota global yang inklusif dan berkualitas, dengan lebih dari 2,4 juta keluarga tercatat dalam Pendataan Keluarga 2025.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah memperkuat pembangunan keluarga melalui penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pembangunan Keluarga dan berbagai program sosial yang mendukung kesejahteraan warga.
  • Who?
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno memimpin inisiatif ini dengan dukungan DPRD DKI Jakarta serta partisipasi masyarakat ibu kota.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di wilayah DKI Jakarta, termasuk pemanfaatan 324 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang tersebar di seluruh kota, seperti RPTRA Planet Senen di Jakarta Pusat.
  • When?
    Nota pengantar Ranperda disampaikan pada Senin, 2 Maret, sementara program-program penguatan keluarga berjalan secara berkelanjutan sepanjang tahun ini.
  • Why?
    Pemprov DKI menilai keluarga sebagai fondasi utama ketahanan sosial dan pembangunan manusia, sehingga perlu kebijakan jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup warga Jakarta.
  • How?
    Penguatan dilakukan melalui regulasi Ranperda, penyediaan RPTRA, layanan bagi lansia dan anak, digitalisasi layanan publik lewat aplikasi JAKI, serta pemberdayaan ekonomi warga melalui program Jakpreneur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur yang semakin baik, transportasi publik yang kian terintegrasi, atau menjamurnya gedung-gedung tinggi di kawasan bisnis. Lebih dari itu, pembangunan juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga sebagai fondasi utama masyarakat.

Keluarga merupakan lingkungan pertama tempat seseorang belajar membangun karakter, menghargai sesama, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.

Karena itu, di tengah upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global melalui pembangunan berbagai infrastruktur, Pemprov DKI Jakarta juga memperkuat pembangunan keluarga sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia. 

1. Membangun keluarga lewat kebijakan yang berkelanjutan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Senin (2/3). (jakarta.go.id)

Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pembangunan Keluarga disusun sebagai dasar hukum agar berbagai program penguatan keluarga dapat berjalan lebih terarah dan berkesinambungan. Regulasi ini diharapkan mampu menjawab tantangan yang dihadapi keluarga di Jakarta, mulai dari pengasuhan anak, ketahanan keluarga, pemberdayaan masyarakat, hingga peningkatan kualitas hidup warga.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun kehidupan sosial masyarakat. Menurutnya, pembangunan keluarga tidak cukup dilakukan melalui program jangka pendek, tetapi memerlukan kebijakan yang mampu memberikan arah pembangunan secara menyeluruh.

“Keluarga bukan hanya unit terkecil dalam struktur sosial, tetapi juga aktor utama dalam membangun ketahanan sosial dan keberlanjutan pembangunan,” ujar Pramono saat menyampaikan nota pengantar Ranperda di DPRD DKI Jakarta, Senin (2/3).

2. RPTRA menjadi ruang tumbuh bagi keluarga

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam kegiatan Promosi Program Pembangunan Keluarga di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Planet Senen, Jakarta Pusat, pada Senin (4/5) (jakarta.go.id) (jakarta.go.id)

Upaya memperkuat keluarga juga diwujudkan melalui penyediaan ruang publik yang dapat dimanfaatkan bersama oleh masyarakat. Saat ini terdapat 324 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang tersebar di seluruh Jakarta, termasuk 50 lokasi di Jakarta Pusat.

Salah satunya adalah RPTRA Planet Senen yang berdiri di atas lahan sekitar 951 meter persegi. Kehadiran RPTRA tidak hanya menjadi tempat bermain bagi anak-anak, tetapi juga ruang belajar, berinteraksi, hingga berkumpul bagi warga. Di tempat seperti inilah hubungan antarkeluarga dan masyarakat tumbuh melalui berbagai aktivitas komunitas.

Penguatan keluarga juga didukung melalui sejumlah program lain, seperti layanan home service bagi lansia melalui Pasukan Putih, penyediaan daycare di lingkungan perkantoran pemerintah, penguatan layanan digital melalui aplikasi JAKI, pemutakhiran data KJP dan KJMU, pemasangan CCTV di kawasan permukiman, serta pemberdayaan pelaku usaha melalui Jakpreneur.

3. Kota global dimulai dari keluarga yang kuat

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam kegiatan Promosi Program Pembangunan Keluarga di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Planet Senen, Jakarta Pusat, pada Senin (4/5) (jakarta.go.id) (jakarta.go.id)

Bagi Pemprov DKI Jakarta, menjadi kota global harus menghadirkan lingkungan yang sehat, inklusif, dan mampu mendukung tumbuhnya keluarga yang berkualitas.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menilai keluarga yang sejahtera dan berketahanan menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan visi tersebut.

Data Pendataan Keluarga 2025 melalui Carik Jakarta mencatat terdapat 2.448.379 keluarga dengan 7.162.445 individu yang berdomisili di Jakarta. Angka tersebut menunjukkan pembangunan keluarga merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup jutaan warga ibu kota.

Melalui penguatan regulasi, penyediaan ruang publik yang ramah keluarga, serta berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, Pemprov DKI Jakarta terus berupaya membangun fondasi sosial yang lebih kokoh. Sebab, kota yang maju tidak hanya ditandai dengan banyaknya gedung-gedung tinggi dan infrastruktur modern, tetapi juga oleh keluarga-keluarga yang tumbuh sehat, mandiri, dan saling menguatkan. (WEB)

Curated For You

Editorial Team

Related Article