Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ini Tiga Strategi Pemprov DKI Tangani Banjir

Ini Tiga Strategi Pemprov DKI Tangani Banjir
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung pengerukan Kali Cakung Lama Rawa Indah di Jalan Lestari VII, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, pada Selasa (27/1). (dok. Pemprov DKI Jakarta).
Intinya Sih
5W1H
  • Pemprov DKI Jakarta memperkuat sistem pengendalian banjir lewat pembangunan rumah pompa, normalisasi sungai, dan peningkatan kesiapsiagaan agar kota lebih tangguh menghadapi curah hujan ekstrem.
  • Pembangunan Sistem Tata Air Rumah Pompa Ancol menjadi bagian dari JakTirta Project 2025–2027 dengan target 20 rumah pompa berkapasitas total 148 meter kubik per detik untuk mempercepat pembuangan air.
  • Normalisasi sungai seperti Kali Cakung Lama dan pengerukan badan air dilakukan bersamaan dengan kesiapsiagaan ribuan perangkat pompa serta Satgas SDA guna memastikan respons cepat saat banjir terjadi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Banjir masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi Jakarta setiap musim hujan. Tingginya curah hujan, kondisi geografis yang dialiri 13 sungai, penurunan muka tanah di sejumlah wilayah, hingga ancaman banjir rob di kawasan pesisir membuat penanganan banjir membutuhkan strategi menyeluruh.

Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat sistem pengendalian banjir melalui pembangunan infrastruktur, normalisasi sungai, serta peningkatan kesiapsiagaan bencana.

Berbagai langkah tersebut dilakukan secara terintegrasi agar pengendalian banjir tidak hanya mampu merespons kondisi darurat, tetapi juga memperkuat ketahanan Jakarta dalam menghadapi cuaca ekstrem di masa mendatang.

1. Memperkuat rumah pompa dan sistem polder

siaranpers_pemprov_dki-20260407180934_jy2d7x_587.jpg
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau pembangunan Sistem Tata Air Rumah Pompa Ancol di Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (7/4). (dok. Pemprov DKI Jakarta)

Salah satu langkah yang menjadi prioritas adalah meningkatkan kapasitas rumah pompa dan sistem tata air di berbagai wilayah. Infrastruktur ini berperan penting untuk mempercepat aliran air menuju sungai atau laut ketika saluran drainase tidak lagi mampu mengalirkan air secara gravitasi.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan pembangunan Sistem Tata Air Rumah Pompa Ancol merupakan bagian dari JakTirta Project, program strategis yang dimulai pada 2025 dan ditargetkan rampung pada 2027.

“Secara keseluruhan, proyek ini mencakup pembangunan 20 rumah pompa dengan 61 unit pompa berkapasitas total mencapai 148 meter kubik per detik. Kami ingin memastikan pembangunan ini berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Pramono saat meninjau pembangunan Rumah Pompa Ancol.

Menurut dia, kapasitas Rumah Pompa Ancol akan meningkat dari 15 meter kubik per detik menjadi 40 meter kubik per detik. Penambahan kapasitas tersebut diharapkan mampu mempercepat pembuangan air menuju laut sekaligus mengurangi tinggi dan durasi genangan, terutama di kawasan pesisir utara Jakarta.

Selain membangun rumah pompa permanen, Pemprov DKI Jakarta juga memperkuat armada pompa mobile. Sepanjang 2025 telah ditambahkan 29 unit pompa mobile baru dengan kapasitas total 9,175 meter kubik per detik. Sementara pada 2026 direncanakan penambahan 14 unit lagi dengan kapasitas 9,3 meter kubik per detik.

2. Mempercepat normalisasi sungai dan pengerukan badan air

siaranpers_pemprov_dki-20260127105932_v724f2_957.jpeg
Suasana saat pengerukan Kali Cakung Lama Rawa Indah di Jalan Lestari VII, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, pada Selasa (27/1). (dok. Pemprov DKI Jakarta)

Penguatan rumah pompa perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas sungai, kali, dan waduk. Tanpa normalisasi serta pengerukan sedimentasi, aliran air berpotensi terhambat sehingga meningkatkan risiko genangan saat hujan deras.

Salah satu pekerjaan yang menjadi prioritas adalah pengerukan Kali Cakung Lama Rawa Indah di Cilincing, Jakarta Utara. Kali sepanjang 8,5 kilometer tersebut memiliki peran penting dalam mengendalikan banjir di sejumlah wilayah, seperti Kelapa Gading, Koja, Cilincing, Sukapura, hingga Semper Barat.

“Kami akan melanjutkan normalisasi Kali Cakung Lama ini dan mudah-mudahan dapat selesai hingga akhir tahun 2027,” kata Pramono.

Hingga awal 2026, progres pengerukan Kali Cakung Lama telah mencapai sekitar 13 ribu meter kubik dari target 45 ribu meter kubik sedimentasi.

Pengerukan juga dilakukan di Kali Sepak Kembangan atau Uwungan di Jakarta Barat untuk menjaga kelancaran aliran air menuju Cengkareng Drain sekaligus meningkatkan kapasitas tampung kali.

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta terus mempercepat pengerukan sungai, kali, waduk, situ, dan embung di berbagai wilayah. Hingga 13 Maret 2026, volume pengerukan telah mencapai 123.393 meter kubik dengan dukungan 260 unit excavator dan 465 unit dump truck yang disiagakan di berbagai lokasi.

3. Memperkuat kesiapsiagaan dan sistem respons banjir

siaranpers_pemprov_dki-20260326130817_drdyrb_609.jpg
Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum. (dok. Pemprov DKI Jakarta)

Selain pembangunan infrastruktur, kesiapsiagaan menjadi bagian penting dalam pengendalian banjir. Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat sistem respons cepat agar penanganan dapat dilakukan segera ketika terjadi hujan berintensitas tinggi maupun cuaca ekstrem.

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, mengatakan seluruh jajaran Dinas SDA berada dalam kondisi siaga untuk memastikan seluruh perangkat pengendalian banjir dapat berfungsi secara optimal.

“Kami memastikan seluruh perangkat pengendalian banjir dapat berfungsi optimal, baik sebelum, saat, maupun setelah terjadi hujan intensitas tinggi. Mitigasi banjir adalah kerja kolaboratif yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan kesiapan infrastruktur,” tandasnya.

Saat ini, Dinas SDA menyiagakan 668 unit pompa stasioner yang tersebar di 243 lokasi serta 537 unit pompa mobile di lima wilayah administrasi Jakarta. Selain itu, Satuan Tugas (Satgas) SDA atau Pasukan Biru juga disiagakan untuk mengoperasikan pompa, membersihkan saluran air, dan menangani genangan secara cepat.

Melalui kombinasi pembangunan rumah pompa, normalisasi sungai, pengerukan badan air, serta penguatan kesiapsiagaan, Pemprov DKI Jakarta berupaya meningkatkan kapasitas sistem pengendalian banjir secara menyeluruh. Dengan pendekatan tersebut, penanganan banjir diharapkan tidak hanya lebih cepat saat terjadi genangan, tetapi juga mampu mengurangi risiko banjir dan memperkuat ketahanan Jakarta menghadapi cuaca ekstrem pada masa mendatang.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ridho Fauzan
EditorRidho Fauzan

Related Articles

See More