Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengklarifikasi rumor di media sosial mengenai berakhirnya bantuan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Pemerintah Jepang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan pasukan bela diri Jepang mengakhiri misinya pada 29 September 2026 sudah sesuai jadwal awal yang ditetapkan. Sehingga, misi mereka berakhir bukan lantaran disetop sepihak oleh pemerintah Indonesia.
"Karena memang mereka menjadwalkan (terlibat dalam pemadaman karhutla di Kalimantan) dari 9-29 September 2026," ungkap Berton kepada IDN Times lewat pesan pendek, Selasa (13/10/2026).
Berton mengatakan berakhirnya misi bantuan Jepang bukan berarti Indonesia sudah sepenuhnya bebas dari karhutla. Tetapi, itu merupakan berakhirnya penugasan bantuan internasional yang telah dilaksanakan sesuai koordinasii dan kesepakatan kedua negara.
Berton pun telah membaca keterangan yang disampaikan Kementerian Pertahanan Jepang yang dirilis pada 29 September 2026. Operasi bantuan pemadaman dilaksanakan pada 16 hingga 29 September 2026.
"Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi karena dukungan itu (yang diberikan Jepang) telah membantu mencegah meluasnya kebakaran, sekaligus menyampaikan bahwa penanganan selanjutnya dapat dilanjutkan oleh Pemerintah Indonesia," tutur dia.
